Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Kalimantan
  3. Dua bangkai kapal ini ganggu pelayaran sungai Barito
  • Sabtu, 27 Oktober 2018 — 20:57
  • 1029x views

Dua bangkai kapal ini ganggu pelayaran sungai Barito

Bangkai kapal tersebut mempersempit koridor alur, sehingga membatasi ruang gerak kapal yang melintas.
Ilustrasi bangkai kapal, pixabay.com

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Banjarmasin, Jubi - Dua bangkai kapal yang tenggelam di sekitar Alur Barito dinilai mengganggu akses transportasi kawasan setempat. Keberadaan bangkai kapal yang ada sejak tujuh tahun lalu hingga kini belum diangkat.

"Sebenarnya kalau dibiarkan begitu saja dua bangkai kapal tersebut bisa membahayakan pelayaran terutama kapal yang melintas di sekitar lokasi tersebut," kata Kepala Kelompok Pengamatan Laut Distrik Navigasi UPT Kalimantan Selatan, Ramadhan, Sabtu (27/10/2018).

Menurut Ramadhan dua bangkai kapal tersebut mempersempit koridor alur, sehingga membatasi ruang gerak kapal yang melintas. Untuk menghindari hal itu, tim navigasi telah memberikan tanda berupa pelampung, agar kapal yang sedang berlayar tidak mendekat ke lokasi bangkai kapal.

“Saya berharap pihak berwenang segera bisa menyelesaikan atau mengangkat dua bangkai kapal tersebut, demi keselamatan pelayaran dan kepentingan bersama,” kata Ramadhan,, menambahkan.

Ia menjelaskan bila bangkai kapal tersebut diangkat, maka arus lalu lintas pelayaran di sekitar Alur Barito, khususnya di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin, akan lebih lancar.

Sedangkan ketentuan yang ada menyebutkan jika selama 180 hari, kapal tenggelam tersebut tidak diurus oleh perusahaan pelayarannya, maka negara wajib mengambilalih untuk menyelesaikannya.

"Tapi sudah tujuh tahun hingga kini, persoalan tersebut belum selesai," katanya.

Tercatat keselamatan pelayaran menjadi tanggung jawab bersama, sehingga diharapkan, hal-hal yang mengganggu dan membahayakan, jalannya arus lalu lintas, harus secepatnya diselesaikan.

Sejak Alur Barito bisa dilintasi kapal selama 24 jam, arus kedatangan kapal ke Kalimantan Selatan menjadi lancar dan jumlanya meningkat tajam.

Kondisi tersebut, berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi Kalsel, yang juga meningkat tajam. Arus kedatangan barang, juga menjadi lebih lancar, selama kondisi cuaca dan gelombang normal.

Hal itu berbeda sebelum Alur Barito dikeruk, kapal hanya bisa masuk ke Trisakti saat air pasang, yang biasa terjadi hanya selama lima jam setiap hari. (*) 
 

loading...

Sebelumnya

Pencegahan kepunahan Rangkong Gading disosialisasikan

Selanjutnya

Aturan pengawasan barang berbahaya diusulkan revisi

Simak Juga

Terkini

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe