Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Nasional & Internasional
  3. Menristekdikti minta fakultas kedokteran lakukan afirmasi mahasiswa asal Papua
  • Sabtu, 03 November 2018 — 18:35
  • 303x views

Menristekdikti minta fakultas kedokteran lakukan afirmasi mahasiswa asal Papua

"Memang biasanya sulit (dalam membimbing), tapi ini kan demi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)," katanya saat Rembuk Nasional Alumni Universitas Brawijaya, di Jakarta, Sabtu (3/11/2018).
Ilustrasi, dr Yafet Yanri, satu dari dari sedikit dokter yang bersedia bertugas di pedalaman Papua – Jubi/Facebook
ANTARA
Editor : Dewi Wulandari

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Jakarta, Jubi - Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohamad Nasir, minta para dosen di fakultas kedokteran untuk melakukan afirmasi bagi mahasiswa kedokteran yang berasal dari Papua.

"Memang biasanya sulit (dalam membimbing), tapi ini kan demi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)," katanya saat Rembuk Nasional Alumni Universitas Brawijaya, di Jakarta, Sabtu (3/11/2018).

Menristekdikti juga mengatakan terjadi ketimpangan jumlah dokter yang ada di Indonesia bagian barat, tengah, dan timur.

"Jumlah dokter, baik dokter umum maupun dokter spesialis, masih terkonsentrasi di wilayah Indonesia bagian barat," ujarnya.

Nasir menjelaskan jumlah dokter di Indonesia bagian barat sebanyak 92.471 dokter umum dan 25.256 dokter spesialis. Indonesa bagian tengah, jumlah dokter umum sebanyak 15.968 dokter umum dan 4.293 dokter spesialis. Wilayah bagian timur sebanyak 1.472 dokter umum dan 227 dokter spesialis.

Selain itu, distribusi dokter juga lebih banyak berada di perkotaan dibandingkan wilayah terpencil.

"Jadi yang menjadi masalah adalah distribusi," kata dia.

Kemenristekdikti, kata dia, berusaha mencarikan solusinya dengan organisasi profesi, seperti Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Salah satu upayanya adalah meningkatkan pendidikan kedokteran di wilayah itu.

Dia juga minta para dosen di fakultas kedokteran untuk melakukan afirmasi bagi mahasiswa kedokteran yang berasal dari Papua.

"Memang biasanya sulit (dalam membimbing), tapi ini kan demi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)," kata dia.

Dalam kesempatan tersebut, dia juga mengajak perguruan tinggi untuk mengajarkan tentang empat pilar kebangsaan. Jika ini dibiarkan akan memicu munculnya paham radikalisme di kalangan mahasiswa.

"Saya prihatin melihat kondisi mahasiswa di PTN dan PTS. Mereka tidak tahu apa itu empat pilar kebangsaan, yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika," kata dia.

Ia menyebut lebih dari 50 persen perguruan tinggi tidak mengajarkan tentang empat pilar kebangsaan. Akibatnya, mahasiswanya tidak tahu nilai-nilai luhur yang terkandung dalam empat pilar tersebut.

Selain itu telah ditetapkan peraturan menteri (Permenristekdikti) Nomor 55/2018, tentang Pembinaan Ideologi Bangsa. Dengan adanya Permenristekdikti tersebut, kini Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) antara lain Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), hingga Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) diperbolehkan masuk kampus. (*)

loading...

Sebelumnya

Hasil pilkada Deiyai digugat di MK

Selanjutnya

KPU: Gugatan hasil PSU Deiyai melanggar aturan

Simak Juga

Populer
Polhukam |— Kamis, 06 Desember 2018 WP | 34144x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 20537x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 17870x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe