Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Nasional & Internasional
  3. Pimpinan KPK: Banyak pejabat menerima burung cenderawasih tapi tidak melapor
  • Rabu, 07 November 2018 — 23:19
  • 872x views

Pimpinan KPK: Banyak pejabat menerima burung cenderawasih tapi tidak melapor

"Laporan gratifikasi berupa bagian dari satwa langka, itu ada. Banyak pejabat yang menerima burung cenderawasih, tapi jarang ada yang melaporkan ke KPK," kata Pimpinan KPK, Laode M. Syarif.
Burung Cenderawasih, salah satu satwa langka dilindungi yang sering dijadikan alat gratifikasi – Jubi/bobo.grid.id
ANTARA
Editor : Dewi Wulandari

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Jakarta, Jubi - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendapat laporan bahwa sejumlah satwa liar langka dengan status dilindungi telah dijadikan gratifikasi.

"Laporan gratifikasi berupa bagian dari satwa langka, itu ada. Banyak pejabat yang menerima burung cenderawasih, tapi jarang ada yang melaporkan ke KPK," kata Pimpinan KPK, Laode M. Syarif, di sela-sela kegiatan peringatan Hari Cinta Puspa Satwa Nasional 2018 "Indonesia says no! to illegal wildlife trade" yang digelar WWF-Indonesia di Jakarta, awal pekan ini.

"Ya, seharusnya dilaporkan. Apalagi nilainya pasti di atas Rp 500 ribu. Harus dilaporkan," kata Laode.

Menurut dia, memang kalau dilihat, aparat penegak hukum masih banyak yang melakukan pembiaran satwa liar langka dilindungi dijadikan gratifikasi.

"Saya sering kalau ke Jakarta menggunakan kapal laut. Itu burung nuri dan cenderawasih dimasukkan ke dalam botol-botol atau pipa-pipa yang dibolongi itu banyak sekali. Dan itu dilakukan oleh oknum aparat, dari kementerian terkait juga ada, untuk dikasih sebagai hadiah ke bos-bos yang ada di Jakarta juga. Itu dulu ya, mudah-mudahan sekarang tidak terjadi lagi," ujar dia.

Namun yang jelas, menurut dia, dari Papua, satwa langka dilindungi yang sering dijadikan gratifikasi yakni berupa burung kaka tua, nuri, dan cenderawasih.

Lebih lanjut Laode mengatakan KPK tidak bisa menindak semua itu karena, pertama, obyeknya harus di atas Rp 1 miliar. Kedua, harus melibatkan penyelenggara negara.

"Tapi kalau ada penegak hukum membiarkan perdagangan satwa liar dilindungi, nah itu bisa kami tindak. Ya (ada indikasi aparat melakukan pembiaran), tadi saya jelaskan seperti itu. Dulu misalnya, seharusnya aparat menjaga burung jalak bali, tapi ternyata dia sendiri yang menjualnya," katanya.

CEO WWF-Indonesia, Rizal Malik, mengatakan keanekaragaman hayati yang luar biasa besar jumlahnya membuat Indonesia dikenal menjadi mega biodiversity di dunia. Namun, pada saat bersamaan, Indonesia menjadi tempat atau sumber transit perdagangan satwa liar.

Karenanya WWF, lanjutnya, mencoba mengangkat isu mendesak ini agar masyarakat menjadi semakin sadar untuk menjaga keanekaragaman hayati.

Peringatan Hari Cinta Puspa Satwa Nasional 2018 “Indonesia says no! to illegal wildlife trade” yang digelar WWF-Indonesia juga dihadiri oleh Direktur Tindak Pidana Tertentu Badan Reserse Kriminal Kepolisian Republik Indonesia, Brigjen Pol HM Fadil Imran, Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayor Jenderal Santos Gunawan Matondang, Ketua Lembaga Pemuliaan Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam MUI Hayu Prabowo, Kapuspen Kejaksaan Agung Mukri, atlet Asian Para Games 2018 yakni Jendi Pangabean, Nanda Mei Sholihah, dan Hanik Puji Astuti. (*)

loading...

Sebelumnya

KPU: Gugatan hasil PSU Deiyai melanggar aturan

Selanjutnya

Pasca bebas, keluarga sambut kedatangan Nirigi di Papua

Simak Juga

Populer
Polhukam |— Kamis, 06 Desember 2018 WP | 34471x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 23174x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 19030x views
Lingkungan |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 15593x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe