Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Kalimantan
  3. Ini makna ritual Belian Adat Paser Nondo
  • Minggu, 18 November 2018 — 13:41
  • 217x views

Ini makna ritual Belian Adat Paser Nondo

Memiliki arti dalam kehidupan masyarakat Paser, yakni menghormati para leluhur dan agar mendapat hasil melimpah saat berladang atau bekerja.
Ilustrasi gelar adat, pixabay.com

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Penajam, Jubi - Ritual atau upacara adat bersih-bersih kampung yang dikemas dalam Pesta Belian Adat Paser Nondoi Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, selama tujuh hari sejak 16 November dan berakhir pada 22 November 2018.

Pesta Belian Adat Paser Nondoi yang digelar di halaman Pasar Induk Penajam Kilometer 4 Kelurahan Nenang resmi dibuka dengan  Pesta Belian Adat Paser Nondoi 2018 ditandai dengan pemberian gelar adat kehormatan Kakah Demong Agong Natanegara 1 Paser Utara kepada Bupati Abdul Gafur Mas'ud.

"Kami berkomitmen membangun budaya dan nilai-nilai kearifan lokal. Selain untuk pelestarian juga menjadi upaya pengembangan sektor pembangunan lainnya, seperti pariwisata dan ekonomi kreatif," kata Abdul Gafur Mas'ud, Minggu, (18/11/2018).

Menurut Gafur, kekayaan khasanah budaya, adat istiadat dan nilai-nilai karifan lokal sangat berharga untuk dilestarikan agar tidak hilang seiring perkembangan zaman. Ia menjelaskan pesta Belian Adat Paser Nondoi tersebut merupakan ritual bersih-bersih kampung yang telah dilakukan masyarakat Paser, sebelum adanya kerajaan di daerah itu.

Ritual tersebut memiliki arti dalam kehidupan masyarakat Paser, yakni menghormati para leluhur dan agar mendapat hasil melimpah saat berladang atau bekerja.

“Dalam prosesi upacara adat tersebut dilakukan dengan mengobati orang sakit dan mengusir roh jahat atau membersihkan kampung yang dilakukan semalaman selama tujuh hari,” kata Gafur menjelaskan.

Pesta Belian Adat Paser Nondoi merupakan sarana atau wadah bagi masyarakat dari luar daerah menyaksikan adat istiadat dan budaya Paser, sehingga tertarik mengunjungi Kabupaten Penajam Paser Utara.

"Kami mendukung gelaran Pesta Belian Adat Paser Nondoi dilaksanakan secara konsisten setiap tahun, karena dapat menjadi wadah melihat kekayaan budaya lokal dan adat istiadat yang berpotensi menarik wisatawan ke Kabupaten Penajam Paser Utara,"  katanya.

Pesta Belian Adat Paser Nondoi memadukan unsur budaya lokal dengan hiburan dan kegiatan lomba yang dikemas sebagai ajang menampilkan beraneka ragam budaya khas untuk melestarikan budaya asli "Benuo Taka"  sebagai sebutan Kabupaten Penajam Paser Utara. (*)

loading...

Sebelumnya

Kotawaringin Timur bangun kebun raya senilai Rp 1,4 triliun

Selanjutnya

Kekerasan anak dan perempuan di Pontianak mencapai 123 kasus

Simak Juga

Terkini

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe