Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Jayapura Membangun
  3. Kebangkitan masyarakat adat wujud Otsus Papua sesungguhnya
  • Selasa, 27 November 2018 — 17:38
  • 103x views

Kebangkitan masyarakat adat wujud Otsus Papua sesungguhnya

Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, mengatakan implementasi Undang-Undang Otonomi Khusus (Otsus) di Papua secara nyata hanya terjadi di Kabupaten Jayapura. Hal ini dibuktikan dengan terbentuknya puluhan kampung adat yang sebelumnya berstatus kampung dinas.
Pengukuhan Kepala Kampung Adat Yoboi oleh Ondofolo Kampung Yoboi, Frans Wally - Jubi/Engel Wally
Engelbert Wally
Editor : Dewi Wulandari

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Sentani, Jubi – Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, mengatakan implementasi Undang-Undang Otonomi Khusus (Otsus) di Papua secara nyata hanya terjadi di Kabupaten Jayapura. Hal ini dibuktikan dengan terbentuknya puluhan kampung adat yang sebelumnya berstatus kampung dinas.

Menurutnya, pengakuan dan sumpah janji yang dilakukan dalam setiap prosesi pelantikan kepala kampung adat dilakukan langsung oleh kepala suku di kampung masing-masing. Pemerintah hanya hadir untuk menyaksikan dan memberikan pengakuan berdasarkan pakta integritas yang ditandatangani kedua belah pihak.

Otonomi khusus dalam keberadaannya di Papua, kata Bupati Awoitauw, banyak tanggapan miring terhadap hal tersebut, baik sisi keuangannya, pembangunan, dan keberpihakan terhadap masyakata Papua secara umum.

“Otonomi khusus saat ini, orang hanya dengar uangnya saja sementara wujud nyata dari Otsus itu sendiri belum nampak,” ujar Bupati Awoitauw, di Sentani, Selasa (27/11/2018).

Dikatakan, mengapa harus ada kebangkitan masyarakat adat, karena merekalah pemlik negeri ini sesungguhnya. Bertahun-tahun masyarakat adat dibiarkan tanpa sentuhan berarti dari pemerintah. Oleh sebab itu, dengan kebangkitan masyarakat adat di Kabupaten Jayapura adalah perwujudan dari Otsus yang selama ini berjalan.

“Panggung ini milik masyarakat adat. Mereka yang harus mengambil tanggung jawab terhadap beban yang sudah diberikan. Segala sesuatu tetap berkoordinasi dengan pemerintah karena anggaran disiapkan pemerintah,” katanya.

Tokoh masyarakat adat Sentani, Demas Tokoro, mengatakan waktu yang cukup lama masyarakat adat dalam pembiaran semua sektor pembangunan di daerah ini yang dilakukan oleh pemerintah daerah. Sekarang waktunya kesempatan itu dan waktu yang diberikan kepada masyarakat adat untuk bersama-sama membangun dirinya dan kampung di mana masyarakat itu berada.

“Ini merupakan hal yang dirindukan oleh masyarakat adat setelah ada kewenangan yang diberikan. Kerinduan berikutnya adalah apa yang akan dilakukan oleh seorang pemimpin kampung adat terhadap masyarakatnya setelah mendapat mandat sebagai pemimpin,” ujarnya. (*)

loading...

Sebelumnya

Tahun depan, FDS dan FBTM akan digelar bulan Juni dan Juli

Selanjutnya

Pengembangan Bandara Sentani, masyarakat lokal harus dapat tempat

Simak Juga

Populer
Polhukam |— Kamis, 06 Desember 2018 WP | 34140x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 20486x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 17845x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe