Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Pasifik
  3. Tekanan publik, wartawan PNG batal diskors
  • Kamis, 28 November 2018 — 04:31
  • 83x views

Tekanan publik, wartawan PNG batal diskors

Liputan itu melaporkan banyaknya pertanyaan dari berbagai pihak, terkait apakah PNG telah berhasil menjadi tuan rumah KTT atau tidak.
Bureau chief EMTV untuk Kota Lae. - ABC News/ Supplied
Elisabeth Giay
Editor : Galuwo

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Port Moresby, Jubi - Seorang wartawan senior Papua New Nugini yang telah diskors, setelah menayangkan berita mengkritik pengeluaran pemerintah sebelum dan selama penyelenggaraan APEC, telah kembali dipekerjakan stasiun televisi komersial, EMTV, setelah diprotes publik atas pemberhentian sementara tersebut.

Bureau chief EMTV untuk Kota Lae itu ditangguhkan setelah saluran televisinya menayangkan liputan dari stasiun televisi Selandia Baru, mengkritik pembelian 40 mobil Maserati mewah oleh Pemerintah PNG, di tengah-tengah kontroversi akibat pengeluaran pemerintah untuk konferensi APEC.

Liputan itu melaporkan banyaknya pertanyaan dari berbagai pihak, terkait apakah PNG telah berhasil menjadi tuan rumah KTT atau tidak.

Pemberhentian sementara Waide menuai protes meluas dari masyarakat dan organisasi-organisasi pers, yang menuduh EMTV mengikuti arahan pemerintah.

Dalam siaran pers yang dirilis, Senin (26/11/2018), EMTV menyatakan ‘hal ini tidak sebaiknya dilihat sebagai cerminan atas manajemen EMTV, dan pendirian dewan EMTV mengenai kebebasan pers.’

Pernyataan pers itu mengutip Pelaksana Tugas CEO, Sheena Hughes, menjelaskan, ”Masalah ini telah semakin besar, berkembang tanpa validasi, hal ini sangat disesali, dan EMTV ingin menekankan dengan jelas bahwa mereka menghormati kebebasan media”.

Berbicara dengan program Pacific Beat dari ABC setelah resmi kembali dipekerjakan, Waide mengatakan bahwa manajemen sering menerima arahan, untuk tidak menayangkan cerita tertentu, atau ‘memperhalus’ isi berita.

“Semakin banyak organisasi media, bukan hanya EMTV, tetapi hampir setiap organisasi lainnya di Papua Nugini, telah menajdi korban campur tangan dewan direktur mereka atau politisi, atau pemain lainnya dalam masyarakat,” tuturnya.

“Mereka melakukan hal-hal ini tanpa konsekuensi hukum. Ini adalah tren yang berbahaya bagi demokrasi.”

Pendukung jurnalis itu mengirim email langsung ke Hughes, sebelum mengunggah isi posel mereka ke media sosial Facebook. Organisasi-organisasi media dan politisi juga turun tangan, termasuk Gubernur Port Moresby, Powes Parkop, yang juga memposting dukungannya melalui Facebook. (ABC News)

loading...

Sebelumnya

Pasien dialisis meningkat di Samoa

Selanjutnya

Dokumenter tim rugbi perempuan PNG dibuat

Simak Juga

Populer
Polhukam |— Kamis, 06 Desember 2018 WP | 34424x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 23039x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 18982x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe