Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Pasifik
  3. Kerugian rusaknya gedung parlemen PNG capai AS$3 juta
  • Jumat, 30 November 2018 — 10:38
  • 267x views

Kerugian rusaknya gedung parlemen PNG capai AS$3 juta

Sementara itu, Pomat juga menyatakan betapa terkejutnya ia karena tidak ada pemimpin lain, kecuali Sir Michael Somare, yang mengecam aksi serangan itu.
Juru bicara parlemen nasional Papua Nugini, Job Pomat. - RNZI/ Facebook / Office of the Speaker
Elisabeth Giay
Editor : Galuwo

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Port Moresby, Jubi - Biaya kerusakan gedung Parlemen Papua Nugini, disebabkan protes sekelompok anggota pasukan keamanan beberapa pekan lalu yang menuntut pembayaran gaji APEC, mencapai lebih dari AS $ 3 juta, ungkap juru bicara parlemen nasional PNG, Job Pomat.

Pomat awalnya menentukan perkiraan biaya kerusakan antara $ 3 juta sampai $ 4,6 juta yang, katanya, harus dibiayai oleh pemerintah.

Sementara itu, Pomat juga menyatakan betapa terkejutnya ia karena tidak ada pemimpin lain, kecuali Sir Michael Somare, yang mengecam aksi serangan itu.

Ia lalu menambahkan kalau anggota-anggota staf yang berkantor di gedung parlemen, juga mengalami trauma akibat insiden itu, dan akan diberikan hari libur sehingga pekerjaan perbaikan dan pemeliharaan gedung, dapat dilakukan sebelum parlemen memulai sesi berikutnya 22 Januari tahun depan.

Koran Post Courier melaporkan bahwa Pomat menegaskan situasi seperti itu, tidak boleh dibiarkan terjadi sekali lagi.

“Parlemen itu bukan milik satu orang, tetapi milik semua orang PNG,” tambahnya.

Sebelas petugas kepolisian telah ditangkap karena terlibat dalam serangan itu, menurut Komisaris Polisi, Gari Baki, beberapa hari lalu.

Ratusan polisi dan petugas pemasyarakatan berkumpul di parlemen, sejumlah oknum memasuki dan merusak beberapa bagian di dalam gedung tersebut, mengintimidasi staf-staf kantor parlemen, dan menuntut pembayaran untuk pekerjaan mereka selama KTT APEC.

Baki berkata bahwa polisi sudah memiliki bukti yang cukup, dan telah mendapatkan surat perintah penggeledahan yang diberikan pengadilan.

Kesebelas petugas kepolisian sudah ditangkap, karena memiliki berbagai barang-barang yang diyakini telah dijarah dari gedung Parlemen 20 November lalu, katanya. Semua petugas itu berbasis di National Capital District dan sekarang ditahan polisi.

Komandan Polisi Port Moresby juga telah meminta publik untuk melapor kepada mereka, jika ada petugas kepolisian yang mendorong massa untuk menjarah toko-toko di daerah kota (RNZI)

loading...

Sebelumnya

Kelangkaan obat di Solomon tertangani

Selanjutnya

Proyek dorong kesetaraan gender di Pasifik diresmikan

Simak Juga

Populer
Polhukam |— Kamis, 06 Desember 2018 WP | 34421x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 23018x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 18979x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe