Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Otonomi
  3. Pedagang dan distributor diminta tak bertindak curang
  • Jumat, 30 November 2018 — 15:09
  • 161x views

Pedagang dan distributor diminta tak bertindak curang

"Saya minta pedagang jangan manfaatkan situasi yang sudah mau dekat hari raya dengan menaikan harga sembako. Kalau bisa menjual dengan harga yang sewajar-wajarnya. Jangan sampai mengambil keuntungan di atas penderitaan orang lain," kata Asisten Bidang Umum Papua, Elya Auri, di Jayapura, Jumat (30/11/2018).
Aktivitas jual beli di pasar Hamadi Jayapura - Dok. Jubi
Alexander Loen
Editor : Dewi Wulandari

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Jayapura, Jubi - Pemerintah Provinsi Papua mengingatkan para pedagang dan distributor tidak bertindak curang dengan menaikan harga sembako, jelang perayaan Natal 2018 dan Tahun Baru 2019 di Bumi Cenderawasih.

"Saya minta pedagang jangan manfaatkan situasi yang sudah mau dekat hari raya dengan menaikan harga sembako. Kalau bisa menjual dengan harga yang sewajar-wajarnya. Jangan sampai mengambil keuntungan di atas penderitaan orang lain," kata Asisten Bidang Umum Papua, Elya Auri, di Jayapura, Jumat (30/11/2018). 

Untuk memastikan, ujar ia, pemerintah provinsi melalui instansi teknis bakal menurunkan tim untuk memantau langsung harga sembako di pasar-pasar tradisional maupun pasar modern.

Selain itu, pihaknya juga telah memerintahkan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) untuk membuat posko di sejumlah pasar tradisional, seperti di pasar Youtefa dan pasar Hamadi. 

"Ini dilakukan untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan stok bahan pokok jelang sampai dengan usai hari raya," ujarnya.

Sementara untuk pengawasan makanan dan minuman kadaluarsa, pihaknya akan menginstruksikan Disperindag untuk melakukan kerja sama dengan Balai Pengawasan Obat dan Makanan (POM) melakukan inspeksi mendadak (sidak). 

"Ini dilakukan untuk memastikan setiap bahan maupun makanan yang dijual benar-benar sehat, higienis, serta layak konsumsi," katanya.

Dias Mahendra, pedagang di pasar sentral Hamadi, mengatakan menjelang Natal beberapa komoditi seperti telur sudah mengalami kenaikan harga.

"Sebelumnya harga normal per rak dijual dengan harga Rp 50-55 ribu, tapi saat ini ada pedagang yang menjualnya Rp 60-70 ribu per rak tergantung besar kecil telur," katanya. 

Sedangkan komoditi lainnya seperti cabai, bawang merah, bawang putih, tomat, dan lainnya masih belum mengalami kenaikan harga yang signifikan. (*)

loading...

Sebelumnya

Soal korban PHK Freeport, Disnaker Papua tak tutup mata

Selanjutnya

Tenaga kerja asing tetap dalam pantauan Disnaker Papua

Simak Juga

Populer
Polhukam |— Kamis, 06 Desember 2018 WP | 34424x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 23035x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 18981x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe