Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Koran Jubi
  3. Perahu Wairon dan Festival Kano-kundu di Provinsi Milne Bay PNG
  • Sabtu, 01 Desember 2018 — 14:08
  • 730x views

Perahu Wairon dan Festival Kano-kundu di Provinsi Milne Bay PNG

Perahu Wairon berukuran panjang 34,9 meter akhirnya tiba di Provinsi Milne Bay, sebuah provinsi terujung di Pulau Nugini, terdapat salah satu kota di pulau terluar Papua New Guinea, kota Samarai. Kota ini adalah setitik pulau di ujung selatan daratan Provinsi Milne Bay.
Gubernur Provinsi Oro ikut dalam perahu Wairon - Jubi/IST
Dominggus Mampioper
Editor :

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Jayapura, Jubi - Perahu Wairon berukuran panjang 34,9 meter akhirnya tiba di Provinsi Milne Bay, sebuah provinsi terujung di Pulau Nugini, terdapat salah satu kota di pulau terluar Papua New Guinea, kota Samarai. Kota ini adalah setitik pulau di ujung selatan daratan Provinsi Milne Bay.

Pada masa kejayaan kolonial, kota Samarai merupakan pelabuhan terpenting di kawasan itu, dengan kapal-kapal dari Tokyo-Shanghai-Samarai-Brisbane yang berlabuh di pelabuhan Samarai karena termasuk perairan dalam.

Perahu Wairon yang tiba di Jayapura pada 2 Oktober setelah delapan hari berangkat dari Biak dan akhirnya berlabuh sementara di Abe Pantai. Selama beberapa minggu di Jayapura akhirnya berangkat ke Papua New Guinea, menelusuri 100 tahun jalur moyang mereka ke PNG.

Tepat, Minggu 21 Oktober 2018, perahu Wairon dan rombongan dibawah pimpinan Denis Koibur plus tujuh pendayung termasuk Mananwir Apolos Sroyer dan delapan awak lainnya tiba di Kampung Yako, Provinsi Sandaun, PNG. Setiba di sana mereka disambut dengan upacara adat dan juga perlengkapan bahan makanan guna melanjutkan perjalanan ke Wewak dan Provinsi Morobe.

Denis Koibur, antropolog dan juga pengukir tifa, sebelumnya kepada wartawan di Jayapura, menuturkan mereka menempuh perjalanan dari Kampung Mokmer, Biak pada 28 September 2018. Selanjutnya singgah di Pulau Nusi, lalu ke Yapen, bermalam dan berlabuh lagi ke Kampung Krudu ke muara Mamberamo, terus bermalam dua hari di kota ombak Sarmi ke Depapre dan berlabuh di Jayapura, menunggu izin berangkat ke Papua New Guinea.

Kapten perahu Wairon, Koibur, menambahkan tujuan pelayaran ini adalah untuk memenuhi undangan Festival Perahu Perang dan Tifa di Alotau, provinsi Milne Bay. Dua perahu adat dari masyarakat Pulau Kar kar sudah menanti mereka untuk sama-sama berlayar ke Alotau, Milne Bay.

Laporan dari Rosa Moiwen melalui akun Facebook-nya menyebutkan di Kar Kar Island, warga di sana menyambut mereka dengan tarian dan upacara adat. Bahkan masyarakat membawa bahan makanan berupa sayur-sayuran dan ubi serta tandang pisang. Para kru Wairon juga mempraktekkan masakan ala Papua, sayur bunga pepaya plus daun petatas tumis, selama singgah untuk memperbaiki perahu Wairon.

Rute yang sudah ditetapkan, kata Dennis Koibur, sampai ke Port Moresby, kampung Gaba-gaba Provinsi Milne Bay. Kata Koibur, jalur yang sekarang Wairon gunakan pernah dilayari oleh para leluhur orang Byak yaitu Sanadi Pasanwanma sampai ke perbatasan Australia.

Provinsi Oro

Selanjutnya, pada 25 November 2018, tim perahu Wairon sudah berada di perairan Provinsi Oro. Kapten dan kru Wairon sempat bermalam di Buna.

"Semua kru dalam kondisi sehat dan baik. Mereka titip salam untuk keluarga. Mohon maaf belum bisa kontak keluarga. Sinyal telepon sulit dijangkau," pesan Rosa Moiwen, melalui akun Facebook-nya.

Provinsi Oro juga disebut Provinsi Utara dengan ibukotanya adalah Popondetta. Saat perahu Wairon tiba, semua kru disambut Gubernur Provinsi Oro, Gary Zuffa. Bahkan Gary Zuffa ikut naik ke perahu Wairon saat mereka hendak bertolak ke Milne Bay, ujung timur pulau Nugini.

Tak lupa pula semua kru Wairon mengucapkan terima kasih kepada hon. Gary Juffa atas dukungannya dan keramahan serta menjadi tamu spesial bersama para awak perahu Wairon.

Selanjutnya dari Provinsi Oro, para awak perahu Wairon menuju ke Provinsi Milne Bay di ujung paling timur Nugini. Bagian terluar dari Provinsi Milne Bay terdapat sebuah pulau yang dikenal dengan nama Samarai.

Provinsi Milne Bay

Provinsi Teluk Milne atau Milne Bay dengan ibukotanya, luasnya sekitar 14.345 km² darat dan 252.990 km² dari laut. Terdapat sebanyak 600 pulau, sekitar 160 di antaranya berpenghuni. Provinsi ini memiliki sekitar 276.000 penduduk,berbicara dengan 48 bahasa, yang sebagian besar berasal dari cabang Melayu-Polinesia Timur dari keluarga bahasa Austronesia. Secara ekonomi provinsi ini tergantung pada pariwisata, kelapa sawit, dan pertambangan emas di Pulau Misima.

Sekitar 435 pulau-pulau mengelilingi daratan utama Teluk Milne. Umumnya orang-orang Teluk Milne sebagian besar pelaut dan nelayan.Upacara cincin kula merupakan upacara tukar-menukar sebuah warisan budaya terkaya di Pasifik.

Perahu Wairon akhirnya tiba di Provinsi Milne Bay ini dengan sambutan upacara tradisi masyarakat adat Milna Bay. Apalagi misi perahu ini mewujudkan perjalanan panjang dari Sorong, provinsi Papua Barat,  ke Samarai, Provinsi Milna Bay, Papua New Guinea.

Festival Tifa dan Perahu Perang atau Cano Festival dan Kundu selalu dilakukan setiap tahun di Provinsi Milna Bay. Secara tradisional, perahu perang dari Milna Bay berukuran panjang dan dibuat dengan kayu khusus dan aturan adat yang keras. Pewarnaan perahu menunjukan ciri khas masing masing suku di Provinsi Milna Bay.

Perahu Wairon tiba di penghujung Festival Perahu Perang dan Tifa, mudah-mudahan sempat tampil sebagai bintang tamu dalam festival di Provinsi Milna Bay. Biasanya perahu perang akan berkumpul sehari sebelum pembukaan festival di Pulau Wagawaga, kemudian mereka konvoi dan pawai dengan perahu ukiran warna-warni menuju Alotau ibukota Provinsi Milna Bay untuk acara pembukaan festival. (*)

loading...

Sebelumnya

Brigpol Septinus Arui, aktifkan kembali SD Inpres 102 Warsnembri

Selanjutnya

Penangkapan, pemukulan dan intimidasi kembali tandai peringatan 1 Desember

Simak Juga

Populer
Polhukam |— Kamis, 06 Desember 2018 WP | 34421x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 23018x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 18979x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe