Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Pasifik
  3. Mosi tidak percaya terhadap PM Vanuatu dilanjutkan
  • Minggu, 02 Desember 2018 — 16:33
  • 479x views

Mosi tidak percaya terhadap PM Vanuatu dilanjutkan

Hakim Aru menegaskan bahwa pengadilan tidak bisa mencampuri urusan parlemen, kecuali benar-benar diperlukan.
Juru bicara Parlemen Vanuatu, Esmon Saimon, melangkah keluar dari gedung Mahkamah Agung di Port Vila. - DVU/ Richard Nanua
Elisabeth Giay
Editor : Galuwo

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Port Vila, Jubi - Setelah naik banding ke pengadilan, parlemen nasional Vanuatu akan memperdebatkan mosi tidak percaya, yang diajukan pekan lalu terhadap Perdana Menteri Charlot Salwai, dalam sidang Selasa besok, 4 Desember 2018.

Sejumlah politisi dan anggota masyarakat keluar dari ruang sidang, Kamis kemarin (29/11/2018), ketika Hakim Dudley Aru meminta konferensi tertutup dua kali di ruang konferensi hakim dengan penasihat hukum, yang mewakili setiap pihak yang terlibat.

Setelah pertemuan dengan para pengacara, Hakim Dudley Aru menyampaikan putusan Mahkamah Agung di hadapan sidang terbuka tersebut, memerintahkan parlemen untuk melanjutkan perdebatan mosi itu pada Selasa ini, 4 Desember 2018, pukul 4 sore hari.

Hakim Aru menegaskan bahwa pengadilan tidak bisa mencampuri urusan parlemen, kecuali benar-benar diperlukan.

Robin Kapapa dan Gregory Takau mewakili penuntut, sementara Edward Nalyal datang untuk mewakili pihak tergugat pertama, juru bicara Parlemen Vanuatu, Esmon Saimon. Frederick Gilu adalah perwakilan tergugat kedua, Republik Vanuatu.

Blok Oposisi mengajukan tuntutan itu untuk menantang keputusan Esmon Saimon, setelah mereka mengajukan mosi tidak percaya ke kantornya, 22 November 2018 lalu, dengan dukungan tanda tangan 30 MP.

Saimon diduga mengambil keputusan untuk menolak saran yang ia terima, ketika ia meminta bantuan hukum sebelum membuat keputusannya terhadap pengajuan mosi itu.

Di luar ruang sidang, pemimpin oposisi, MP Ishmael Kalsakau, mengatakan putusan ini adalah suatu berkat.

Ketika ditanya mengenai persoalan ini, MP Kalsakau menegaskan masalah ini tidak seharusnya diperpanjang hingga sejauh ini, tetapi ia puas setidaknya Esmon Saimon telah berubah pikiran di detik-detik terakhir sebelum pengadilan dilanjutkan, mengakui bahwa mosi itu dapat dilanjutkan.

Setelah pengadilan memutuskan validitas mosi itu kemarin, Daily Post bertanya kepada MP Kalsakau tentang jumlah anggota parlemen yang berpihak dengan oposisi dalam mosi ini. Pemimpin Oposisi hanya menanggapi dengan senyuman, seraya menambahkan hal itu akan diumumkan Selasa ini.

Beberapa pengamat politik negara itu telah berkata kepada Daily Post pekan lalu, bahwa anggota blok Oposisi terlihat ‘santai’ dan percaya diri. (Daily Post)

loading...

Sebelumnya

Dokumen inisiatif Tiongkok-Vanuatu terkuak

Selanjutnya

Pembunuhan perempuan muda di PNG dikecam

Simak Juga

Populer
Polhukam |— Kamis, 06 Desember 2018 WP | 34421x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 23018x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 18979x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe