Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Pasifik
  3. Pembunuhan perempuan muda di PNG dikecam
  • Minggu, 02 Desember 2018 — 16:27
  • 436x views

Pembunuhan perempuan muda di PNG dikecam

Kematiannya, diduga di tangan pacarnya, telah memicu amarah dari seluruh negeri dan menyebabkan kesedihan mendalam bagi ayahnya, Bau Sabadi.
Grace Gavera baru berusia 26 tahun ketika dia dibunuh oleh pacarnya. - ABC/ Natalie Whiting
Elisabeth Giay
Editor : Galuwo

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Port Moresby, Jubi - Grace Gavera berusia 26 tahun ketika dia dibunuh dengan sadis. Perempuan muda dari Port Moresby itu, telah menjadi wajah baru dari isu endemik KDRT di Papua Nugini.

Kematiannya, diduga di tangan pacarnya, telah memicu amarah dari seluruh negeri dan menyebabkan kesedihan mendalam bagi ayahnya, Bau Sabadi.

Sabadi harus mengidentifikasi jenazah Grace Gavera. “Hati saya hancur, karena ia adalah anak sulung saya.”

“Melihat dia terbaring di ruangan itu dengan memar dan jahitan di seluruh tubuhnya, sangat sulit bagi saya untuk mencerna apa yang saya lihat,” tambahnya.

“Saya harus keluar dan berdiri di luar ruangan itu - saya tidak tahu harus bilang apa, apa yang harus saya lakukan. Saya tersesat.”

Beberapa hari setelah kematiannya, foto-foto Grace Gavera disebarkan melalui media-media sosial di PNG, dan kisahnya yang tragis dilaporkan di halaman pertama salah satu surat kabar terbesar dengan kata-kata “hentikan kekerasan terhadap perempuan”.

Pacarnya selama dua tahun, Andy Paro, telah ditangkap karena membunuh Grace Gavera.

Dalam sebuah pernyataan, polisi menguraikan apa yang mereka yakini merupakan detik-detik terakhir hidupnya.

“Menurut pemilik rumah tempat ia tinggal, Andy Paro (pacar Grace) datang sekitar jam 2 pagi dan mulai berkelahi dengannya, lalu dilaporkan mulai memukulinya,” menurut pernyataan itu.

“Grace dilarikan ke Rumah Sakit Umum Port Moresby.”

“Namun, tersangka diduga mengikuti Grace ke sana dan mengeluarkannya dari rumah sakit, dan diduga terus memukulinya sampai dia akhirnya meninggal dunia.”

Gubernur National Capital District (NDC), Powes Parkop juga mengungkapkan penyesalannya atas kematian perempuan muda itu, yang digambarkannya tidak tak berperikemanusiaan.

“Kita semua seharusnya merasa malu, tetapi yang paling penting lagi adalah kita harusnya marah, karena hal ini masih terjadi di masa dan zaman ini,” katanya.

Parkop mengatakan ia percaya upaya yang dilakukan belum cukup. Parkop menambahkan bahwa ia akan bertemu dengan polisi minggu depan.

Ayah dari Grace mengatakan dia ingin pembunuh itu dipenjara seumur hidup. (ABC News)

loading...

Sebelumnya

Mosi tidak percaya terhadap PM Vanuatu dilanjutkan

Selanjutnya

Perjalanan mahal Pemerintah Solomon ke APEC dipersoalkan

Simak Juga

Populer
Polhukam |— Kamis, 06 Desember 2018 WP | 34424x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 23037x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 18982x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe