Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Koran Jubi
  3. Penangkapan, pemukulan dan intimidasi kembali tandai peringatan 1 Desember
  • Senin, 03 Desember 2018 — 02:28
  • 1056x views

Penangkapan, pemukulan dan intimidasi kembali tandai peringatan 1 Desember

Seperti peringatan 1 Desember yang lalu, tahun ini pun ditandai penangkapan terhadap Orang Asli Papua (OAP) dan masyarakat Indonesia yang mendukungnya. 
Massa aksi FRI West Papua saat penangkapan di Ternate Sabtu, (1/12/2018) peringati 57 tahun lahirnya negara West Papua 1 Desember 1961 - Koran Kejora facebook
Zely Ariane
Editor : Edho Sinaga

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Jakarta, Jubi - Sebanyak 539 orang di 9 kota ditangkap karena terlibat aksi memeringati 57 tahun hari kemerdekaan bangsa West Papua, Sabtu, 1 Desember 2018. 140 orang yang hendak melakukan long march dikurung di dalam areal kantor YLBHI, Jakarta, oleh aparat keamanan. 

Seperti peringatan 1 Desember yang lalu, tahun ini pun ditandai penangkapan terhadap Orang Asli Papua (OAP) dan masyarakat Indonesia yang mendukungnya. 

Menurut rilis United Liberation Movement for West Papua (ULMWP), organisasi politik sipil gerakan Papua merdeka, sebanyak 95 orang masing-masing ditangkap di Jayapura Kota (41), Kabupaten Jayapura (44) dan Asmat (10) karena berpartisipasi dalam peringatan 1 Desember. 

Sementara di luar Papua, Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) dan FRI West Papua, gerakan solidaritas mendukung penentuan nasib sendiri West Papua, yang hendak malakukan aksi peringatan 1 Desember  juga ditangkap. 18 orang ditangkap di Kupang, 99 orang di Ternate, 43 orang di Ambon, 27 orang di Manado, 24 orang di Makassar, dan 233 orang digelandang ke Polwiltabes Surabaya pada tengah malam, Sabtu (1/12/2019).

Tahun ini ULMWP di Papua secara resmi mengeluarkan seruan untuk terlibat pada acara peringatan yang bertajuk "Doa Pemulihan Bagi Bangsa Papua Barat" Peringati 57 tahun Manifesto Kemerdekaan Papua Barat. Acara tersebut menyasar Kantor MRP, di Jayapura Papua,  sebagai tujuan. 

Namun aparat keamanan menggagalkan rencana itu dengan penangkapan di titik-titik kumpul peserta aksi. 

Dalam delapan poin tuntutannya, ULMWP sebagai penanggung jawab umum aksi serentak 1 Desember itu menyerukan kepada Perserikatan bangsa-bangsa (PBB) dan pemerintahan Jokowi agar, pertama-tama diberikan kebebasan dan Hak Menentukan Nasib Sendiri sebagai Solusi Demokratis bagi Rakyat Bangsa West Papua.

Meminta agar Bangsa West Papua yang telah merdeka sejak 1 Desember 1961 diakui dan hak manifesto politik bangsa dikembalikan; menarik militer organik dan non organik dari seluruh tanah West Papua; menutup Freeport, BP, LNG Tangguh, MNC, dan yang lainnya, karena dituding menjadi dalang kejahatan kemanusiaan di atas Tanah Papua.

ULMWP juga menuntut pertanggungjawaban dan keterlibatan aktif secara adil dan demokratis dalam proses penentuan nasib sendiri, pelurusan sejarah, dan pelanggaran HAM yang terjadi terhadap Bangsa West Papua serta membuat Resolusi untuk mengembalikan kemerdekaan bangsa Papua Barat yang telah merdeka, 1 Desember 1961 sesuai  hukum internasional. Dan untuk itu Resolusi PBB 2504 diminta untuk dicabut. 

Mereka juga meminta diberikan ruang demokrasi dan akses bagi jurnalis di West Papua.

 

Dikurung aparat

Di Jakarta rencananya para aktivis yang terdiri dari Front Rakyat Indonesia untuk West Papua (FRI-WP), Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) dan Asosiasi Mahasiswa Pegunungan Tengah Papua Indonesia (AMPTPI) bakal melakukan long march menuju Kedutaan Besar Belanda di Kuningan.

Namun mereka ditahan oleh puluhan polisi di dalam area kantor Lembaga Bantuan Hukum (LBH) di kawasan Menteng, Jakarta, Sabtu (1/12/2018).

Dilansir Tirto.id (1/12/2018) aksi itu dilarang atas alasan keamanan dan ketertiban masyarakat. Kepala Polsek Menteng AKBP Deddy Supriadi mengatakan, aksi tersebut tidak sesuai dengan Pasal 6 Undang-undang nomor 9/1998 terkait, penyampaian pendapat di muka umum harus tetap menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

Menurut Surya Anta, pengamanan aksi 1 Desember tahun ini yang lebih ketat menunjukkan kemunduran pemerintah dalam menerpakan rule of law.

Pada tahun 2016 lalu, aksi bisa dilakukan di dekat Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta. Meski diakhiri penangkapan sejumlah demonstran ke Polda Metro Jaya. 

"Ini pertama kali kita di-block di sini [halaman Gedung YLBHI]. Ini kan kemunduran," ujarnya kepada Tirto.id

 

Intimidasi jurnalis

Jurnalis Koran dan Online Jubi Piter Lokon menerima perlakuan diskriminatif saat melakukan tugas peliputan aksi 1 Desember yang digelar oleh Komite Nasional Papua Barat (KNPB) di Asrama Kamasan VIII, Kelurahan Talete II, Kota Tomohon, Sulawesi Utara, Sabtu (1/12/2018).

Piter diinterogasi oleh Aparat Gabungan yang terdiri dari Kopassus, Binmas Polri, Intel, Brigade Manguni, Pasukan Paniki, Polantas, Kelurahan, Pemerintahan Linkungan (Palah), Hansip, dan Satpol PP.

Piter Lokon kepada Redaksi Jubi mengatakan, ia diundang oleh KNPB Konsulat Indonesia di Manado untuk meliput kegiatan doa bersama memperingati hari Kemerdekaan Papua yang jatuh setiap 1 Desember.

Saat acara tengah berlangsung, aparat gabungan mendatangi asrama dan memaksa masuk ke aula dan halaman asrama. Meski menolak digeledah, aparat memaksa masuk dengan alasan mereka memiliki kewenangan untuk melakukan pengamanan di lingkungan sekitar.

"Saya tak sempat memperkenalkan diri karena mereka masuk berpencar dihalaman asrama, dengan sangat cepat, sementara saat itu mahasiswa Papua setelah merayakan HUT West Papua ke 57 tahun. Saya mendekati kasat intel dan memperkenalkan diri. Saat perkenalan, saya dipotret oleh beberapa anggota Intel Polres dan Kopasus. Mereka kurang percaya kalau saya wartawan,” kata Piter.(*)

loading...

Sebelumnya

Perahu Wairon dan Festival Kano-kundu di Provinsi Milne Bay PNG

Selanjutnya

62 SPBU di Papua sudah pasok solar B20

Simak Juga

Populer
Polhukam |— Kamis, 06 Desember 2018 WP | 34421x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 23019x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 18980x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe