Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Ekonomi
  3. 62 SPBU di Papua sudah pasok solar B20
  • Senin, 03 Desember 2018 — 12:04
  • 518x views

62 SPBU di Papua sudah pasok solar B20

Solar B20 atau campuran minyak bumi 80 persen dan minyak nabati dari sawit 20 persen akhirnya didistribusikan di Provinsi Papua. Telah dijual di 62 SPBU.
Ilustrasi B20 – Dok. cnnindonesia.com
Admin Jubi
Editor : Syofiardi

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

PELAN namun pasti, ungkapan yang tepat menggambarkan eksekusi program pemerintah menjadikan solar B20 untuk dipasok ke seluruh Indonesia, termasuk ke Papua.

Hingga kini, 62 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang ada di Papua telah menerima dan memperjualbelikan bahan bakar mandatori 20 persen minyak nabati.

Unit Manager Communication & CSR Pertamina MOR VIII Maluku Papua, Brosto Galih Nugroho, mengemukakan bahwa ke-62 SPBU tersebut tak hanya di perkotaan, tetapi juga SPBU Kompak, Mini, dan Nelayan yang ada di MOR VIII.

“SPBU di wilayah Papua sudah menyalurkan biosolar sesuai Peraturan Menteri ESDM Nomor 41 tahun 2018 tentang penyediaan dan pemanfaatan bahan bakar nabati jenis biodiesel,” ujarnya.

Total ada 62 SPBU, baik SPBU Reguler, Kompak, Mini, dan Nelayan di Papua yang melayani biosolar untuk Area MOR VIII adalah Papua, Papua Barat, Maluku, dan Maluku Utara.

Untuk Pembangkit Listrik, Biosloar juga telah distribusikan ke pembangkit yang ada di seluruh wilayah kerja.

“Biosolar juga di-supply ke Perusahaan Listrik Negara (PLN) Wilayah Papua dan Papua Barat (WP2B), mengenai harga, itu business to business antara Pertamina dengan PLN,” ujarnya.

Manager Unit Pelaksana Pembangkitan PLN WP2B, Nyoman Satriadi Rai, membenarkan bahwa penyaluran B20 sudah diterima PLN sejak 18 November 2018.

“Memang kami sudah gunakan untuk PLTD yang ada, namun untuk PLTMG lebih lama sedikit karena keterbatasan storage, namun saat ini kami sudah gunakan,” ujarnya.

Untuk efek penggunaan B20 kepada mesin PLTD milik PLN, Nyoman masih belum memastikan apakah ada pengaruh.

“Namun secara visual sebelum membongkar knalpot dan suaranya tidak ada perubahan nanti, kita akan cek dan akan melihat seperti filter apakah berpengaruh dengan mesin dan kita akan jadwalkan dalam pemeliharaan,” ujarnya.

Nyoman mengatakan penggunaan B20 dimulai dari Sorong, Manokwari, Merauke, hingga Biak, kemudian Jayapura.

“Kebutuhan BBM Jayapura saja per bulan rata-rata 9 juta liter, sedangkan Papua-Papua Barat untuk unit di bawah sektor saja sekitar 17 juta liter liter,” katanya.

Deny, petugas SPBU Nagoya mengaku telah menerima biosolar dari Pertamina sejak 8 November 2018. Sejauh ini SPBU-nya belum menerima komplain dari pengguna B20.

“Belum ada pemilik mobil yang komplain,” ujarnya.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution, menilai penerapan mandatori B20 atau campuran biodiesel pada bahan bakar minyak khususnya solar belum optimal dijalankan.

"Belum maksimal rasanya pelaksanaan mandatori B20," kata Darmin, usai membuka acara Pertamina Energi Forum 2018 di Jakarta seperti dikutip Antara.

Salah satu penyebabnya, kata Darmin, Pertamina terlalu banyak membuka titik dalam menjalankan program B20. Namun, ia menekankan peran Pertamina sebagai perusahaan minyak dan gas terbesar di Indonesia diharapkan dapat membantu program pemerintah untuk mengembangkan bahan bakar bakar diesel 20 persen (B20).

Direktur Eksekutif Indonesian Resources Studies (IRESS), Marwan Batubara, mempertanyakan keseriusan pemerintah dan pihak terkait dalam pelaksanaan B20.

Marwan mengungkapkan berdasarkan pengalaman menunjukkan bahwa pada 2016 dan awal 2018, saat harga CPO turun ke titik terendah (sekitar 414 dolar AS per ton), pemerintah sangat aktif mempromosikan program-program B10, B20, bahkan B30.

Menurutnya, masih tanda tanya juga untuk penerapan B20, apabila harga minyak mentah kelapa sawit (crude palm oil/CPO) nantinya naik.

"Tujuannya agar permintaan CPO meningkat dan harga CPO terkerek naik, kenaikan harga CPO tersebut akan meningkatkan penerimaan negara," ujar Marwan seperti dikutip Tirto.

Marwan mengatakan program B20 semestinya tidak hanya didasarkan pada kepentingan ekonomi dan industri CPO, tetapi juga pada kepentingan ketahanan energi. Ketiga hal tersebut mestinya ditangani secara terintegrasi dan berkelanjutan.

Isuzu Indonesia mengungkap hasil investigasi mereka pada penggunaan bahan bakar Biodiesel (Fatty Acid Methyl Ester /FAME) dengan kandungan 20 persen kelapa sawit atau B20. Diakui ada beberapa kendala, namun dinyatakan "tidak signifikan". 

Seperti dikutip dari cnnindonesia.com, Isuzu menjelaskan sudah menguji B10 pada 2013, kemudian pada 2015 ujian untuk B15 juga telah dilakukan. Pengetesan pada B20 diungkap dikerjakan pada 2016.

 

Dalam pemaparannya di hadapan wartawan otomotif pada Selasa, 27 November 2018, Isuzu Indonesia menjelaskan uji coba B20 dilakukan pada Maret dan Mei 2016. Bahan bakar B20 yang digunakan didapat dari SPBU di kawasan Jakarta, Bekasi, Bandung, Cirebon, dan Indramayu.

Menurut GM Marketing PT Isuzu Astra Motor Indonesia, Attias Astril, hasil uji mengungkap pada kondisi aktual kandungan FAME pada bahan bakar B20 yang diuji di antara 19,5 - 23 persen.

Astril mengatakan pengujian ini dilakukan Isuzu Indonesia untuk pengembangan sebab ada sebagian produk yang ditawarkan ke konsumen sudah berteknologi common rail

Sedangkan untuk uji mesin, Astril menyebut dari penilaian tes tidak ada masalah signifikan yang disebabkan B20 pada mesin diesel Isuzu.

"Jadi dari 2016 hampir tidak ada keluhan dan mungkin konsumen kami tidak tahu kalau itu sudah B20," ujarnya. (*)

loading...

Sebelumnya

Sejumlah rempah didatangkan dari luar Jayapura

Selanjutnya

Legislator Papua: Solpap dan BUMD dijadikan mitranya

Simak Juga

Populer
Polhukam |— Kamis, 06 Desember 2018 WP | 34423x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 23031x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 18981x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe