Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Mamta
  3. Mahasiswa Uncen: Polisi jangan arogan
  • Senin, 03 Desember 2018 — 19:15
  • 5045x views

Mahasiswa Uncen: Polisi jangan arogan

Tidak terima dengan penggerebekan yang dilakukan pihak TNI/POLRI  di asrama Rusunawa Universitas Cenderawasih (Uncen) Jayapura yang terletak di Waena, sejumlah mahasiswa penghuni asrama rusunawa melakukan aksi pemalangan kampus Uncen di Waena Kota Jayapura, Senin (3/12/2018) siang.  
Mahasiswa  Uncen saat demo di depan gapura kampus Uncen di Waena Kota Jayapura -Jubi/David Sobolim 
David Sobolim
Editor : Dewi Wulandari
LipSus
Features |
Senin, 10 Desember 2018 | 17:37 WP
Features |
Senin, 10 Desember 2018 | 17:24 WP
Features |
Senin, 10 Desember 2018 | 08:58 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Jayapura, Jubi - Tidak terima dengan penggerebekan yang dilakukan pihak TNI/POLRI  di asrama Rusunawa Universitas Cenderawasih (Uncen) Jayapura yang terletak di Waena, sejumlah mahasiswa penghuni asrama rusunawa melakukan aksi pemalangan kampus Uncen di Waena Kota Jayapura, Senin (3/12/2018) siang.  

Menurut mahasiswa yang melakukan demo, sikap polisi dalam penggerebekan terlalu arogan dan berlebihan. Mereka merusak pintu kamar serta tempat masak dan makanan disiram air.

Dalam penggerebekan tersebut pihak keamanan juga tidak mempunyai surat izin dari pihak kampus Uncen untuk melakukan ‘pemeriksaan’ di rusunawa yang menjadi asrama mahasiswa Uncen.

Pihak kampus Uncen sendiri tidak memberikan reaksi apapun untuk menyelesaikan permasalahan yang terjadi di area kampus Uncen. Sikap diam pihak kampus diartikan para mahasiswa seakan kampus Uncen bekerja sama dengan pihak keamanan. 

Ini enam tuntutan yang disampaikan para mahasisiswa Uncen dalam demo siang tadi.

1. Polisi dan kampus Uncen bertanggung jawab atas pengrusakan asrama Uncen unit 6.

2. Polisi segera meninggalkan area asrama rusunawa dan kampus Uncen di Waena. 

3. Kampus Uncen menggambil alih penuh pengawasan wilayah kampus dan asrama. 

4. Tidak boleh ada lagi pengrusakan di asrama rusunawana Uncen unit 6.

5. MoU yang pernah dibuat Uncen dengan Polda Papua sudah dicabut atau belum?

6. Jika di kemudian hari ada penggerebekan di asrama rusunawa Uncen, harus ada surat izin dari pihak kampus bersama BEM dan MPM.

"Mulai hari ini polisi tidak boleh ada di lingkungan kampus dan asrama Uncen. Kami mau beraktivitas jadi terganggu," kata Ketua BEM Uncen, Ferry Gombo.  

"Kalo polisi mau masuk asrama harus ada izin dari pihak kampus," katanya.

Menjawab aspirasi mahasiswa, Rektor Uncen, Apolo Safanpo, berjanji akan segera menertibkan asrama dan aspirasi yang disampaikan para mahasiswa akan segera ditindaklanjuti.

“Laptop maupun barang lain yang hilang saat penggerebekan agar segara dilapor untuk ditindaklanjut ke Polda Papua,” kata Apolo Safanpo.  

Rektor Uncen juga berjanji akan bertemu dengan Pembantu Rektor III untuk membahas masalah asrama mahasiswa di Rusunawa Waena. Lampu yang sudah dicabut oleh pihak keamanan akan dipasang kembali. (*)

loading...

Sebelumnya

DAK di 2020 harus berbasis kinerja

Selanjutnya

Legislator Papua: Solpap dan BUMD dijadikan mitranya

Simak Juga

Populer
Polhukam |— Kamis, 06 Desember 2018 WP | 34060x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 18928x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 17638x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe