Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Polhukam
  3. Ganti Dirut bukan solusi selesaikan sengkarut RSUD Jayapura
  • Rabu, 05 Desember 2018 — 00:14
  • 617x views

Ganti Dirut bukan solusi selesaikan sengkarut RSUD Jayapura

"Cari auditor independen, kalau masalahnya sudah ditemukan Pemprov minta bantuan Kementerian Kesehatan untuk pendampingan pembenahan manajemen rumah sakit. Setelah itu barulah bagaimana memikirkan mengganti Dirut karena itu hak Gubernur," ujarnya.
Anggota Komisi V DPR Papua, Jack Komboy dan Sekretaris Komisi V DPR Papua, Natan Pahabol - Jubi/Arjuna Pademme.
Arjuna Pademme
Editor : Edho Sinaga

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Jayapura, Jubi - Anggota Komisi V DPR Papua bidang pendidikan, kesehatan dan olahraga, Jack Kamasan Komboy mengatakan, mengganti Direktur Utama (Dirut) RSUD Jayapura bukan solusi terbaik menyelesaikan sengkarut di rumah sakit milik Pemprov Papua itu. 

"Gubernur sekarang ingin bagaimana mengganti pelaksana tugas direktur RSUD Jayapura, namun saya menilai yang perlu dilakukan adalah mendiagnosa masalah yang ada. Perlu diaudit dulu oleh auditor indepnden dan mencari semua masalah di RSUD Jayapura, karena masalah di sana cukup pelik," kata Jack Komboy, Selasa (4/12/2018). 

Menurutnya, saat Soedarmo menjadi Penjabat Gubernur Papua beberapa bulan lalu, ia mengangkat kepala inspektorat sebagai pelaksana tugas Direktur RSUD Jayapura dengan harapan ia mampu membenahi masalah di dalam rumah sakit itu. Namun harapan itu belum sepenuhnya terwujud. 

"Cari auditor independen, kalau masalahnya sudah ditemukan Pemprov minta bantuan Kementerian Kesehatan untuk pendampingan pembenahan manajemen rumah sakit. Setelah itu barulah bagaimana memikirkan mengganti Dirut karena itu hak Gubernur," ujarnya.

Katanya, yang dikhawatirkan jangan sampai dari waktu ke waktu dilakukan pergantian pimpinan di rumah sakit itu, namun hasilnya tetap sama. Tak ada perubahan maksimal. 

"Terpenting ada pendampingan, supervisi terhadap rumah sakit ini. Jangan sampai ganti manajemen (dirut) tapi tak menyelesaikan masalah," ucapnya. 

Sementara Sekretaris Komisi V DPR Papua, Natan Pahabol mengatakan, salah satu cara lain yang dapat diambil Pemprov Papua dengan memutasi semua karyawan di rumah sakit itu, dan menggantinya dengan orang-orang yang benar-benar punya niat mengabdikan diri. 

"Mereka sudah pemain lama di sana. Setelah itu barulah tempatkan orang yang tepat. Yang paham administrasi. Jangan hanya pimpinannya diganti, tapi sampai pada karyawan paling bawah," kata Natan Pahabol. 

Menurutnya, jika tak ada perombakan mulai dari pimpinan hingga karyawan paling bawah, jangan berharap masalah yang selalu ada di rumah sakit itu dapat diselesaikan. (*) 

loading...

Sebelumnya

Klarifikasi: Kris Fonataba Ketum Partai Papua Bersatu yang sah

Selanjutnya

Cuaca buruk, evakuasi korban penembakan ditunda

Simak Juga

Populer
Polhukam |— Kamis, 06 Desember 2018 WP | 34424x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 23039x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 18982x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe