Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Polhukam
  3. Cuaca buruk, evakuasi korban penembakan ditunda
  • Rabu, 05 Desember 2018 — 00:36
  • 792x views

Cuaca buruk, evakuasi korban penembakan ditunda

Meski begitu Danrem memastikan jika Rabu (5/12/2018) tim akan melanjutkan perjalanan ke Yal dan Yigi, dimana aparat keamanan gabungan akan langsung menuju ke lokasi untuk mengevakuasi korban.
Keluarga korban saat mendatangi Kodim 1702/Jayawijaya untuk mengetahui kondisi dan mencari tahu informasi korban-Jubi/Islami
Islami Adisubrata
Editor : Edho Sinaga

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Wamena, Jubi - Proses evakuasi korban penembakan terpaksa ditunda akibat cuaca buruk. Danrem 172/PWY, Kolonel Inf. Jonatan Binsar Sianipar mengatakan, proses evakuasi korban tidak dapat dilanjutkan karena cuaca di sekitar Distrik Mbua, Kabupaten Nduga dalam kondisi berkabut. Distrik ini merupakan jalan masuk menuju Distrik Yal yang menjadi lokasi korban berada.

“Pasukan yang diterjunkan sudah sampai di Mbua, tapi karena di sana sudah berkabut jadi kita tidak bisa lanjutkan perjalanan sampai ke Yigi dan Yal mudah-mudahan besok pagi kita bisa bergerak ke Yigi,” kata dia kepada wartawan di Makodim 1702/Jayawijaya, Selasa (4/12/2018).

Meski begitu Danrem memastikan jika Rabu (5/12/2018) tim akan melanjutkan perjalanan ke Yal dan Yigi, dimana aparat keamanan gabungan akan langsung menuju ke lokasi untuk mengevakuasi korban.

Menurut Danrem, tim gabungan sudah menyiapkan sekitar 150 pasukan untuk melakukan evakuasi. Jumlah ini dianggap cukup untuk mengamankan Yigi dan Yal yang diduga masih dikuasai kelompok bersenjata.

“Yang jelas informasi terakhir ada empat orang yang masih hidup dan nanti kita evakuasi malam ini bersama anggota kita yang kena tembak,” katanya.

Ia menjelaskan, dalam kasus ini ada seorang anggota TNI yang tewas dari Pos Batalyon 755/Yalet. Sementara tim evakuasi  juga menemukan empat orang warga dalam kondisi selamat meski  mengalami luka tembak. Saat ini, mereka telah dievakuasi ke Kabupaten Jayawijaya.

Danrem juga belum bisa memberikan informasi pasti tentang jumlah korban tewas. Ini karena tim yang bertugas melakukan evakuasi belum berhasil memasuki lokasi kejadian.

“Medannya naik turun dan jalannya masih belum di aspal masih diperkeras dan berbatu, jadi itu membuat kami dari sini sampai ke sana sekitar 7-8 jam. Selama perjalanan kita diganggung terus, kita sempat ditembaki dua kali sama kelompok bersenjata. Tadi ada satuan kita yang mendahului datang menggunakan heli sudah menduduki pos kita disana dan mereka lari, cuman yang menghadang kita di jalan ini dari ketinggian yang menembak kita dua kali,” katanya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. A.M Kamal mengakui pada percobaan evakuasi di hari pertama, sejumlah aparat mendapati jalan diblokir sehingga petugas tak bisa memasuki wilayah tersebut. Tim gabungan hanya berhasil mengamankan empat korban yang mengalami luka tembak.

“Untuk korban yang ditemukan ini antara lain Marthinus Sampe seorang karyawan PT Istaka Karya, mengalami luka tembak di kaki kiri, Jufrianto luka tembak di pelipis kiri, Irawan karyawan Telkomsel dan Jhon dari petugas kesehatan,” ungkapnya Selasa (4/12/2018) kemarin.

Saat ini anggota juga masih terus melakukan penyisiran dari Mbua ke distrik Yal. Menurut Kamal, tempat kejadian perkarat diketahui tersebar di sejumlah lokasi.  Kelompok bersenjata ini juga melakukan penyerangan di camp karyawan.

“Empat orang yang berhasil selamat ini sekarang sedang dalam perjalanan menggunakan mobil untuk di evakuasi ke Wamena untuk mendapat perawatan insentif,” katanya.

 

Keluarga Korban Datangi Kodim 1702/Jayawijaya

Dari pantauan Jubi Selasa (4/12/2018) sore, keluarga korban yang ingin mengetahui informasi kasus di Nduga, mulai mendatangi Kodim 1702/Jayawijaya.

Titus, seorang keluarga korban yang datang ke Kodim mengungkapkan, kedatangannya ke Kodim untuk mencari tahu kabar salah seorang kerabatnya yang bernama Caling. Pada 29 November lalu, Caling berpamitan menuju Distrik Yal untuk mengantar material proyek jalan.

“Tanggal 29 November untuk antar material dia berangkat, sampai kita dengar berita ada kejadian, namun kita belum bisa pastikan apakah jadi korban atau tidak, pastinya kalau sudah ada informasi atau hubungan kesana baru bisa pastikan,” kata Titus.

Ia juga mengaku mendapatkan informasi dari media dan beberapa pesan berantai yang menampilkan foto korban tersebar di beberapa aplikasi pesan daring. Namun, ia meragukan keaskian foto yang beredar dan memilih mendatangi kodim untuk mencari informasi.

“Di sana kan tidak ada sinyal susah dihubungi, bagaimana bisa foto ini bisa masuk ke kita. Kalau dilihat ciri-ciri fisik, sepertinya serupa tetapi kita tetap berharap bahwa itu bukan dia,” kata Titus. (*)

loading...

Sebelumnya

Ganti Dirut bukan solusi selesaikan sengkarut RSUD Jayapura

Selanjutnya

Papua, daerah pembungkaman ruang demokrasi

Simak Juga

Populer
Polhukam |— Kamis, 06 Desember 2018 WP | 34420x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 23017x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 18979x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe