Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Ekonomi
  3. Es Jeruk dan kembang api, antarkan anak menuju kelulusan
  • Rabu, 05 Desember 2018 — 00:58
  • 589x views

Es Jeruk dan kembang api, antarkan anak menuju kelulusan

"Saya jualan sudah 10 tahun. Sekarang anak yang kakak sudah lulus SMA, tinggal dua orang yang masih sekolah," ujar Farida.
Farida sedang merapikan dagangan miliknya - Jubi/Ramah.
Ramah
Editor : Edho Sinaga
LipSus
Features |
Senin, 10 Desember 2018 | 17:37 WP
Features |
Senin, 10 Desember 2018 | 17:24 WP
Features |
Senin, 10 Desember 2018 | 08:58 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Jayapura, Jubi - Farida (51 tahun) merapikan tempatnya berjualan es jeruk dan kembang api di pasar tradiosional Hamadi, Distrik Jayapura Selatan, Papua.

Hari itu, Selasa (4/12/18) matahari tepat diatas kepala, panas dan keringat tak memadamkan semangat ibu tiga anak ini demi memperoleh pundi-pundi rupiah agar mampu menyekolahkan anaknya.

"Saya jualan sudah 10 tahun. Sekarang anak yang kakak sudah lulus SMA, tinggal dua orang yang masih sekolah," ujar Farida.

Perempuan kelahiran Buton, Sulawesi Tenggara merantau sejak ditinggal suaminya untuk mengadu nasib ke Kota Jayapura. Berdagang adalah salah satu keahlian Farida.

"Alhamdulillah mas buat sekolahkan anak, makan dan bayar kos-kosan. Ada tabungan sedikit Alhamdulillah," tutur Farida.

Bagi Farida, anaknya yang baru lulus SMA satu tahun, mengharapkan yang terbaik buat anak-anaknya. Menurutnya, pendidikan adalah hal yang sangat penting. Ia berharap dengan pendidikan yang tinggi, anak-anaknya mampu meraih cita-cita sehingga terlepas dari jerat kemiskinan.

"Saya ingin anak saya tidak seperti saya jualan es jeruk dan petasan. Semoga dengan pendidikan tinggi bisa mendapatkan kehidupan yang lebih baik," terang Farida.

Dari berjualan ini Farida mampu meraup Rp400 ribu dalam sehari. Penghasilan itu sebagian ia tabung untuk pendidikan anak-anaknya.

"Dari dulu saya jualan es jeruk dan petasan. Tidak ada pekerjaan yang lain lagi. Anak pertama ini maunya lulus langsung kuliah tapi belum ada uang, makanya saya suruh kerja saja, kalau sudah ada uang baru kuliah," ungkap Farida.

Sementara itu, Akbar putra Farida sesekali membantu ibunya berjualan es jeruk dan petasan. Ia mengaku tak malu dan justru bersyukur atas apa yang diusahakan ibunya demi pendidikannya.

"Untuk sementara saya masih bantu-bantu mama jualan, kalau sudah kerja baru sambil kuliah. Alhamdulillah mas, bisa makan, bayar kos-kosan dan sedikit ditabung," tutur Akbar singkat sambil tersenyum. (*)

loading...

Sebelumnya

Stok kosong, harga telur merangkak naik

Selanjutnya

Penjual pernak-pernik Natal bisa beromzet jutaan rupiah

Simak Juga

Populer
Polhukam |— Kamis, 06 Desember 2018 WP | 34058x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 18920x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 17637x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe