Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Ekonomi
  3. Penjual pernak-pernik Natal bisa beromzet jutaan rupiah
  • Rabu, 05 Desember 2018 — 09:33
  • 408x views

Penjual pernak-pernik Natal bisa beromzet jutaan rupiah

Suryani di belakang jualan pernak-pernik Natal - Jubi/Ramah
Ramah
Editor : Syofiardi
LipSus
Features |
Senin, 10 Desember 2018 | 17:37 WP
Features |
Senin, 10 Desember 2018 | 17:24 WP
Features |
Senin, 10 Desember 2018 | 08:58 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Di SUDUT jalan pinggiran kota di Jayapura ada seorang perempuan asal Kota Makassar yang menjual pernak pernik Natal. Anak-anak hingga orang dewasa pun tidak sedikit yang antusias berburu pernak-pernik Natal yang dijualnya.

Usahanya setiap hari inilah yang merupakan sumber pendapatannya untuk membiayai hidupnya sehari-hari. Suryani, demikian namanya, mulai berjualan sejak pukul 09.00 WIT hingga pukul 24.00 WIT.

Meski berjualan dari pagi hingga malam, tidak ada rasa lelah tampak di wajahnya untuk bekerja karena dalam hatinya adalah ingin membahagiakan keluarganya.

Rupanya, setiap momen perayaan Natal menjadi peluang menarik untuk dijadikan ladang bisnis bagi Suryani. Ia menjual boneka, topi, kacamata, lampu hias, gantungan pintu, bando, hingga ambu-ambu hiasan rumah, yang harganya mulai puluhan ribu hingga ratusan ribu.

Dulu Suryani membuka usahanya dengan modal Rp 10 juta yang dipinjam ke orang lain. Berkat kerja keras dan ketekunannya kini usahanya terus berkembang dan memiliki modal sendiri hingga memenuhi kebutuhan sehari-hari.

"Saya jualan pernak-pernik Natal karena prospeknya bagus," kata Suryani, saat ditemui di tempat usahanya di Jalan Ahmad Yani, Samping Sagu Indah Plaza Jayapura, Senin, 3 Desember 2018.

Meski memiliki suami, Suryani tetap bekerja tanpa harus mengharapkan penghasilan dari suaminya, karena baginya bekerja dan menjadi ibu rumah tangga adalah tanggung jawab.

Suryani mengatakan menjual pernak-pernik Natal hanyalah musiman. Sedangkan usahanya setiap hari adalah menjual kaset, pakaian, dan aksesori ponsel.

Terkait penjualan pernak-pernik Natal, kata Suryani, tahun ini lebih banyak yang laku adalah lampu hias selang yang dijual per meter. Satu meter mulai dari Rp 25 ribu hingga Rp 30 ribu.

Ia mengatakan aksesori yang paling banyak dicari pembeli di tempatnya adalah lampu hias selang, karena tahun ini lebih banyak peminatnya bila dibandingkan tahun lalu. Lampu hias selang tersebut didatangkan dari Jakarta.

Pembeli yang memburu hiasan pernak-pernik Natal rupanya bukan hanya masyarakat umum, tetapi juga pelaku usaha perhotelan dan perbankan.

Tahun lalu, katanya, karena ia buka 24 jam, hingga Natal selesai omzetnya mencapai Rp 90 juta hingga Rp 100 juta.

"Alhamdulillah, sudah bisa sedikit-sedikit menabung, meskipun masih ada tunggakan lainnya, asal bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari," ujar Suryani.

Hal senada diungkapkan Andi, seorang penjual pernak-pernik musiman. Dalam sehari pria asal Kota Makassar ini mampu meraup hingga jutaan rupiah.

"Saya jualan sudah 6 tahun, awalnya laku tidak seberapa karena lokasinya kurang strategis, setelah saya pindah di jantung Kota Jayapura banyak pembeli yang datang," ujar Andi.

Sebelumnya, Andi berjualan pakaian untuk menyambung hidup. Berkat prospek yang dihasilkan sangat menjanjikan,  Andi memutuskan setiap tahun berjualan pernak-pernik Natal yang didatangkan dari Jakarta.

"Buat tambahan,kalau sudah selesai Natal, saya jualan lagi pakaian, saya jualan mulai 1 Desember dan sudah mulai ramai pembeli, pembelinya dari hotel dan restoran," kata Andi.

Andi yang berjualan di Jalan Ahmad Yani Kota Jayapura, menceritakan saat memulai usaha berdagang dari tidak ada modal, hingga ia harus bekerja sama dengan orang lain untuk mengumpulkan uang yang dijadikan modal usaha.

"Alhamdulillah, sekarang sudah punya modal sendiri, setiap pekerjaan harus ditekuni dan dilaksanakan dengan sebaik-baiknya sehingga mendapatkan hasil yang baik," ujarnya.

Pernak-pernik Natal yang dijual Andi mulai dengan harga puluhan ribu hingga ratusan ribu, seperti lampu selang hias Rp 25 satu per meter, topi Natal Rp 40 ribu ukuran besar, dan ukuran kecil Rp30 ribu, dan kacamata Rp30 ribu.

"Jangan cepat berputus asa karena rezeki sudah diatur Tuhan, yang penting berusaha dan berdoa," kata Andi.

Hari Raya Natal juga momen spesial bagi Mikhael Pui, yang mendulang omzet dari jualan  pernak-pernik Natal.

Pria asal Kota Jayapura yang berdomisili di Kampung Kayo Pulo ini mengaku barang yang dijualnya dipesan dari temannya sesama pedagang yang berbelanja di Jakarta.

"Kebanyakan warga yang datang berbelanja mengatakan harga tidak jauh berbeda dengan di toko dan dalam sehari jualan saya bisa laku Rp 700 ribu hingga Rp 1 juta," kata Pui.

Harga jual pernak-pernik Natal yang dijual Pui bervariasi, mulai Rp 15 ribu hingga puluhan ribu, seperti boneka Santa Klaus, topi Santa Klaus, bantal Natal, hiasan pohon Natal, hiasan pintu, hiasan interior rumah, bando, dan kacamata.

Bagi Pui berdagang bukanlah ciri khas orang asli Papua (OAP) yang identik menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). Namun ia memilih menjadi seorang pengusaha.

"Semua pekerjaan itu baik asal dijalankan dengan hati ikhlas, semangat, dan percaya diri, semua orang punya kesempatan sesuai apa yang diinginkan, lumayan hasilnya buat-tambah uang belanja keperluan Natal," katanya.

Terkait penjualan pernak-pernik Natal tahun ini, Pui mengaku sejak awal Desember ini sudah mulai banyak pembeli, seperti dari kantor, hotel, dan pemerintahan.

"Biasanya yang paling banyak pembeli saat satu minggu sebelum Natal, bahkan sampai akhir Desember, masih saja ada yang beli, Puji Tuhan, biar sedikit asal ada untuk betuhan sehari-hari," ujar. (*)

loading...

Sebelumnya

Es Jeruk dan kembang api, antarkan anak menuju kelulusan

Selanjutnya

Harga Sembako mulai naik, Pemkot Jayapura Sidak ke sejumlah pasar

Simak Juga

Populer
Polhukam |— Kamis, 06 Desember 2018 WP | 34065x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 19009x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 17654x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe