Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Anim Ha
  3. Bupati Merauke disorot, warga tulis bupati 5-2
  • Rabu, 05 Desember 2018 — 13:33
  • 443x views

Bupati Merauke disorot, warga tulis bupati 5-2

Bupati Merauke, Frederikus Gebze, sedang bersalaman dengan anggota DPRD– Jubi/Frans L Kobun
Ans K
Editor : Dominggus Mampioper
LipSus
Features |
Senin, 10 Desember 2018 | 17:37 WP
Features |
Senin, 10 Desember 2018 | 17:24 WP
Features |
Senin, 10 Desember 2018 | 08:58 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

ISTILAH 5-2 rupanya menjadi angka keramat bagi Bupati Merauke, Frederikus Gebze. Dalam demo beberapa waktu lalu, masyarakat Marind menulis angka 5-2 yang disematkan kepada Bupati Merauke. Apa artinya istilah 5-2.

Maksudnya adalah Bupati Frederik Gebze jarang di tempat tugas, lima hari keluar daerah alias meninggalkan tugas, sedangkan dua hari berada di Merauke. 

Dalam aksi demonstrasi yang dilakukan ratusan masyarakat Marind di kantor dewan beberapa waktu lalu, sejumlah spanduk dan karikatur ikut dibawa sekaligus dibentangkan.

Rupanya telinga Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Merauke juga ikut panas, setelah mendapatkan berbagai sorotan dari masyarakat, perihal Bupati Merauke, Frederikus Gebze, yang sering keluar kota dengan alasan perjalanan dinas.

Berbagai sorotan yang dialamatkan kepada bupati, membuat Ketua DPRD Merauke, Fransiskus Sirfefa, angkat bicara.  

“Saya menjankan tugas dan salah satu fungsi dewan adalah bagaimana melakukan pengawasan terhadap eksekutif,” ujarnya kepada Jubi pekan lalu.

Dikatakan, apa yang disampaikan sehubungan dengan Bupati Merauke sering keluar daerah adalah hal wajar sekaligus untuk mengingatkan.

“Ya, kami sebagai perpanjangan tangan masyarakat, perlu mengingatkan Bupati Merauke memperhatikan dan mengatur jadwal secara baik untuk perjalanan keluar daerah,” ujarnya.

Warning itu, menurut Sirfefa, agar pelayanan kepada masyarakat diperhatikan dengan baik.

“Memang tak dipungkiri jika bupati keluar daerah, karena banyak undangan. Hanya saja, harus bisa dipilah,” pintanya.

Artinya, kata dia, yang bisa diwakilkan kepada sekda maupun asisten, berikan tanggung jawab kepada mereka mengikuti acara dimaksud.

“Ya, kalau urgen dan tak bisa diwakilkan, baru bupati bisa berangkat sendiri,” saran dia.

Sirfefa kembali menegaskan apa yang disampaikan tak bermuatan politis sama sekali.

“Saya kira ini hal positif agar bisa diperhatikan Pak Bupati di tahun-tahun mendatang,” pintanya.

Anggota DPRD Merauke lain, Heribertus Silubun, mengaku bupati melakukan perjalanan dinas karena tugas, siapapun harus menghormati.

“Saya kira bupati memahami betul hal mana yang bisa dimandatkan kepada sekda maupun asisten untuk mewakilinya ketika ada kegiatan di luar daerah,” ujarnya.

Diakui ada kerinduan masyarakat di kampung yang mengharapkan Bupati Merauke melakukan kunjungan ke sana.

“Saya sering mendengar apa yang diinginkan warga agar bupati ke kampung-kampung,” katanya.

Masyarakat di  kampung, jelas Silubun, menginginkan kehadiran seorang bupati agar bisa mendengar berbagai kesulitan yang sedang dihadapi. Sekaligus dapat dicarikan solusi penyelesaian.

“Bagi saya, apa yang disampaikan Ketua DPRD Merauke, tidak salah juga. Tetapi itu sebagai masukan kepada bupati agar dipertimbangkan kembali,” ungkapnya.

Sebagai mitra, katanya, saling mengingatkan itu sangat perlu. Sehingga dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab, agar lebih maksimal lagi di waktu-waktu mendatang.

Tidak salah diingatkan

Secara terpisah, Wakil Bupati Merauke, Sularso, mengatakan kritikan yang disampaikan pimpinan DPRD, tidak salah juga. Karena sebagai wakil rakyat, wajar ketika melakukan kontrol kepada eksekutif.

Hanya saja, lanjut Sularso, jadwal kegiatan Bupati Merauke keluar daerah, cukup padat. Itupun sudah dipilah, mana yang harus diikuti bupati dan mana dimandatkan kepada staf.

Dikatakan, dewan sebagai perpanjangan tangan rakyat, mempunyai tugas dan tanggung jawab mengingatkan pemerintah dalam berbagai hal, termasuk pelayanan kepada masyarakat.

“Bagi saya, apa yang disampaikan Ketua DPRD Merauke meminta bupati mengurangi perjalanan dinas keluar daerah, sebagai suatu masukan untuk diperhatikan di waktu mendatang,” ujarnya.

Ditambahkan, dengan kritik maupun masukan, tentunya menjadi motivasi bagi pemerintah untuk lebih baik dalam membenahi pemerintahan, sekaligus secara rutin melakukan pelayanan kepada masyarakat, terutama di kampung-kampung,” katanya. (*)

loading...

Sebelumnya

Dosen UGM bagikan ilmu pengembangbiakan sapi

Selanjutnya

Serka Handoko, korban penembakan Nduga, prajurit Batalyon 755 Yalet Merauke

Simak Juga

Populer
Polhukam |— Kamis, 06 Desember 2018 WP | 34066x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 19021x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 17658x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe