Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Koran Jubi
  3. Sudah waktunya Papua berbicara bahasa Inggris
  • Rabu, 05 Desember 2018 — 14:42
  • 1795x views

Sudah waktunya Papua berbicara bahasa Inggris

"Bahasa Inggris adalah bahasa pergaulan masyarakat dunia dan berlaku untuk semua negara di dunia. Bahasa inggris juga dikenal sebagai bahasa pengantar ilmiah, ilmu pengetahuan internasional. Bahasa pengantar ilmu linguistik internasional. Menjadi bahasa pengantar resmi pada acara persidangan lembaga PBB"
Ilustrasi, kurikulum pendidikan dasar di Indonesia sudah mengajarkan bahas Inggris – Jubi/Tempo.co
Admin Jubi
Editor : Timoteus Marten
LipSus
Features |
Senin, 10 Desember 2018 | 17:37 WP
Features |
Senin, 10 Desember 2018 | 17:24 WP
Features |
Senin, 10 Desember 2018 | 08:58 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Oleh: Semuel Runggamusi

Maksud tulisan ini adalah sudah waktunya bahasa Inggris digunakan komunitas sosial masyarakat dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam ragam formal maupun nonformal.

Bahasa-bahasa yang digunakan di Papua dan Papua Barat minimal ada tiga kategori, yaitu, pertama, bahasa daerah di tempat seorang anak lahir dan mendengar bahasa yang diucapkan ibunya. 

Bahasa bisa saja sebagai bahasa asli daerah tertentu di Papua, tetapi perkembangan bahasa Melayu yang ditetapkan menjadi bahasa nasional Indonesia pada 28 Oktober 1928 telah berkembang pesat dan kuat hampir ke seluruh pelosok Indonesia, termasuk Provinsi Papua, sehingga bahasa Indonesia menjadi bahasa pertama dalam keluarga;

Kedua, bahasa asli suatu daerah; dan ketiga, bahasa asing yang dapat digunakan sebagai bahasa pengantar dalam ragam ilmiah atau komunikasi pada umumnya.

Saatnya bahasa Inggris di Papua hemat penulis didukung oleh beberapa faktor pendukung:

Pertama, menjadi pelajaran wajib di kurikulum nasional kita. Bahasa Inggris sudah menjadi pelajaran wajib di SMP, SMA/SMK, dan perguruan tinggi di Papua sejak tahun 1975 hingga sekarang malah lebih ditingkatkan lagi menjadi pelajaran suplemen di tingkat TK dan SD tertentu di Provinsi Papua. 

Walaupun kurikulum pendidikan kita hampir berganti/berubah setiap satu dekade, bahasa Inggris tetap merupakan pelajaran wajib, bahkan selalu diupayakan untuk lebih diajarkan untuk meningkat dan berkualitas dari sebelumnya. 

Sudah banyak lulusan SMP dan SMA/SMK yang mengenal dan mengerti bahasa Inggris dari dulu. Dengan demikian, fakta tersebut ikut mendukung opini bahwa sudah waktunya bahasa Inggris layak digunakan di komunitas sosial masyarakat Papua walaupun masih pada kalangan terbatas;

Kedua, program studi bahasa Inggris di FKIP Uncen. Kehadiran prodi FKIP Uncen sejak berdirinya lembaga ini tahun 1962 terbukti menjadi lembaga yang berkompeten untuk mengimplementasikan bahasa Inggris di Papua. 

Prodi bahasa Inggris juga dapat bermitra dengan lembaga penelitian dan pengembangan bahasa Inggris lainnya di negara lain, dalam rangka kerja sama dalam bidang linguistik internasional, termasuk penelitian, penulisan, dan pengembangan bahasa-bahasa daerah. 

Lembaga Bahasa Inggris Uncen yang lebih dikenal dengan nama “English Department" berkontribusi untuk pembangunan daerah ini sejak masih bernama Irian Jaya hingga berubah menjadi Provinsi Papua, khususnya dalam mencetak lulusan-lulusannya menjadi guru bahasa Inggris di sekolah-sekolah di seluruh Papua;

Ketiga, sekolah-sekolah misi dan lembaga keagamaan. Ketika Provinsi Papua dan Papua Barat yang dulu disebut Irian Jaya, banyak misionaris Katolik yang datang ke Papua dan mengimpelementasikan pendidikan pada semua jenjang dengan bernafaskan disiplin Katolik. 

Penerapannya berhasil, karena pastor-pastor, frater, dan suster yang mengajar pada semua jenjang pendidikan Katolik wajib hukumnya berbahasa Inggris. 

Alhasil, pendidikan berbasis Katolik sukses di seantero Papua. Sebut saja beberapa sekolah Katolik di beberapa daerah, seperti, SMA St. Agustinus Sorong, SMA YPPK Adiluhur Nabire, SMA YPPK Taruna Dharma Kotaraja, dan sekolah Katolik lainnya, yang ikut berperan dan mewarnai persaingan pendidikan yang berimplikasi pada peningkatan mutu pendidikan di Papua kala itu.

Sama halnya dengan sekolah-sekolah misi lainnya seperti sekolah yang ada di bawah binaan Yayasan Pendidikan Advent di Papua, dan yayasan lainnya yang dibina oleh para missionaris dari mancanegara, yang bergerak di bidang pelayanan gereja dalam menerjemahkan Alkitab ke dalam bahasa-bahasa lokal. 

Mereka berkontribusi pada pengembangan pendidikan bahasa Inggris di Papua, dan pengaruh itu sudah lama ada di tanah Papua, serta memungkinkan masyarakat Papua untuk bisa berbicara bahasa Inggris.

Demikian pula calon jemaah haji Indonesia asal Papua yang setiap tahun mempersiapkan diri untuk berangkat menunaikan ibadah haji ke Mekkah-Madinah, Arab Saudi. Hampir pasti bahasa percakapan antarsesama jemaah dari berbagai negara adalah bahasa Inggris. 

Hal itu menjadi modal utama bagi umat muslim di Papua untuk lebih berpengalaman dalam menggunakan bahasa Inggris dengan mudah;

Keempat, wilayah perbatasan Indonesia-PNG di Papua. Hal ini menjadi peluang bagi komunitas masyarakat Papua untuk bisa berbicara bahasa Inggris dengan mudah tanpa rasa takut salah, malu, dan canggung dengan saudara-saudara kita dari PNG, manakala berkomunikasi dan terjadi kontak bisnis di perbatasan.

Dalam bidang pelayanan gereja-gereja di tanah Papua juga memungkinkan pelayanan lintas budaya dan lintas negara, yang dalam komunikasinya tetap wajib menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar pelayanan internasional di Papua maupun di luar Papua. 

Misalnya, pendeta-pendeta berkaliber internasional diundang oleh Pemerintah Provinsi Papua untuk mengadakan ibadah Revival Ministry di Papua. Ini mewajibkan semua jemaat yang hadir untuk menyanyikan lagu-lagu pujian, penyembahan, dan pengagungan kepada Tuhan dalam bahasa inggris, dan pendeta tentu berkotbah dalam bahasa Inggris;

Kelima, lembaga pendidikan bertaraf internasional. Lembaga-lembaga pendidikan berbasis internasional di Papua ikut mendorong penggunaan bahasa Inggris. 

Lembaga Pendidikan Yayasan Titip Sentani hadir dengan tujuan mempersiapkan putra-putri asli Papua dalam bahasa Inggris untuk melanjutkan pendidikan di luar negeri. Juga mempersiapkan dan menyelenggarakan tes TOEFL (Test of English As a Foreign Language) dan membekali anak-anak asli Papua dengan ilmu pengetahuan dan pemahaman lintas budaya bagi mereka yang mau belajar ke luar negeri (Amerika, Australia, Kanada).

Demikian pula dengan Hillchress International School (HIS) di Sentani, yang ikut berpengaruh positif memicu semangat anak-anak Papua agar lebih giat untuk belajar dan berbicara bahasa Inggris. 

Papua Language Institute (PLI) juga sangat luar biasa karena bisa mengajarkan 12 bahasa dunia internasional, termasuk bahasa Inggris;

Keenam, daerah tujuan wisata. Ada beberapa daerah di Papua dan Papua Barat yang cukup terkenal di dunia sebagai objek wisata. 

Pulau Biak dengan panorama alam laut dan pulau-pulau yang begitu indah, Lembah Baliem dengan segala keindahan, kesejukan alam, dan khazanah budaya yang begitu menarik minat tamu-tamu mancanegara, serta daerah Kepulauan Raja Ampat, merupakan hamparan karya agung Tuhan Sang Pencipta yang sangat menarik perhatian masyarakat dunia internasional, untuk selalu berkunjung ke Papua dan Papua Barat. 

Hal ini merupakan suatu modal besar bagi seluruh masyarakat kita, terutama sekali generasi muda, untuk belajar dan berbicara bahasa Inggris di negeri kita.

Indahnya pantai Saubeba hingga Barawai di sepanjang pantai Yapen Timur, merupakan surganya burung surga cenderawasih beterbangan dan bermain di hutan, hingga ke pohon-pohon rindang di daerah pantai. 

Turis mancanegara datang dan tidur di pasir bersih di bawah pohon rindang dan menonton burung cenderawasih ini pun, akan memicu niat belajar bahasa Inggris bagi anak negeri di daerah kita ini.

Seperti halnya di Pulau Bali, hampir semua masyarakat Bali bisa berbicara bahasa Inggris, mulai dari hotel-hotel hingga pedagang-pedagang asongan, mulai dari pejabat pemerintah daerah hingga masyarakat awam, semuanya bisa berbicara bahasa Inggris, karena pengaruh para turis mancanegara. Hal demikian pun bisa terjadi di Papua karena Papua juga memiliki daerah wisata yang tidak kalah menariknya dengan daerah lain;

Ketujuh, Program 1.000 Doktor oleh Provinsi Papua. Pemerintah Provinsi Papua tidak tanggung-tanggung mencanangkan Program 1.000 Doktor dengan mengirim ratusan, bahkan ribuan anak asli Papua ke luar negeri untuk belajar berbagai disiplin ilmu di berbagai negara di seluruh dunia, yang tentu basiknya adalah bahasa Inggris. Hal ini sangat baik, sangat menunjang, dan mendukung penggunaan bahasa Inggris secara meluas di kalangan masyarakat;

Kedelapan, Tabloid Jubi (Koran Jubi dan www.tabloidjubi.com) menjadi salah satu media cetak pioner. Jubi selama sepuluh tahun terakhir selalu konsisten memuat berita-berita lokal dengan menggunakan bahasa Inggris dalam kolom “English Story” di setiap terbitannya. Luar biasa! 

Hal ini merupakan suatu pendidikan publik yang sangat bernilai konstuktif bagi para pembelajar dan penutur bahasa Inggris di Papua dan Papua Barat. Penulis menyambut baik dan mengapresiasi terobosan ini setinggi-tingginya:

Kesembilan, radio. Stasiun radio baik swasta maupun RRI juga merupakan alat saluran komunikasi massa yang sangat cepat untuk menyalurkan maksud terobosan ini, sehingga lebih akrab dan erat di masyarakat;

Kesepuluh, televisi. Hampir seluruh masyarakat Papua sudah memiliki saluran TV di rumah-rumahnya, baik siaran TV swasta, maupun TV nasional dan luar negeri. 

Bila suatu keluarga memiliki suatu perangkat TV berbayar atau via TV kabel, sama halnya dengan informasi seluruh dunia sudah bisa berada dalam genggaman mereka. 

Hiburan dan sajian informasi termasuk kemungkinan belajar bahasa inggris dari menonton, mendengar, dan melihat para native speaker berbicara bahasa Inggris via TV;

Kesebelas, buku, kamus dan kaset bahasa Inggris. Berbagai macam buku dan kamus bahasa Inggris yang ditulis oleh berbagai pakar dalam negeri dan luar negeri tersedia di toko-toko buku sampai ke emperen toko, di pinggir jalan. 

Sudah sangat banyak buku pelajaran bahasa Inggris untuk kalangan pelajar dan mahasiswa, bahkan untuk umum dijual di tempat-tempat umum. Demikian pula kaset-kaset pelajaran bahasa Inggris untuk pembelajar pemula hingga pembelajar tingkat tinggi sudah terjual dengan harga terjangkau di semua toko buku. 

Bahasa Inggris adalah suatu pelajaran bahasa yang bisa dipelajari secara otodidak alias tanpa guru. Artinya, ada buku bahasa Inggris yang bisa dibeli dan dipelajari tanpa harus ada guru. Demikian pula kamus-kamus bahasa Inggris. 

Dari buku, kamus, hingga kamus elektronik di berbagai telepon genggam sudah sangat membantu para pembelajar bahasa Inggris;

Kedua belas, komputer dan internet. Media yang satu ini adalah yang termutakhir. Semua perangkat komputer dan internet dirancang dengan menggunakan bahasa Inggris. 

Perangkat ini paling banyak digunakan oleh jutaan masyarakat dunia, termasuk di Papua dan Papua Barat. Perangkat termutakhir yang dapat menggenggam dunia dalam hitungan detik ini terbuka untuk siapa saja yang dapat menggunakannya. 

Oleh karena itu, para pembelajar bahasa Inggris juga dapat menggunakannya untuk proses belajar bahasa Inggris. Bahasa Inggris di Papua bukanlah suatu hal baru, karena sudah lama dikenal sejak zaman pemerintahan Belanda, meski penggunaannya di kalangan terbatas.

Tidak ada larangan dari pihak manapun untuk tidak menggunakan bahasa Inggris. Oleh karena itu, bagi pencinta, pembelajar dan penutur bahasa Inggris diharapkan dapat menggunakan bahasa ini sebagai bahasa pengantar ketiga di Papua.

Substansi penggunaan bahasa Inggris dalam komunitas sosial masyarakat Papua:

-Bahasa Inggris dapat digunakan sehari-hari di sekolah-sekolah menengah hingga perguruan tinggi, bahkan ke instansi pemerintah sebagai bahasa pengantar sehari-hari pada level sederhana;

-Bahasa Inggris dapat digunakan pada awal suatu pembukaan acara resmi di masyarakat maupun pada event-event resmi pemerintahan;

-Yang memulai menggunakan bahasa Inggris adalah dosen-dosen dan guru bahasa Inggris lulusan luar negeri, tourist guide, pencintan bahasa Inggris, pejabat, instansi pemerintahan, swasta, dan siapa pun yang mau belajar;

-Hindari rasa malu, takut salah bicara, atau ditertawai orang dan lain-lain yang menghambat. Tingkatkan keberanian dan mulai sekarang juga.

Bahasa Inggris adalah bahasa pergaulan masyarakat dunia dan berlaku untuk semua negara di dunia. 

Bahasa Inggris juga dikenal sebagai bahasa pengantar ilmiah, ilmu pengetahuan internasional. Bahasa pengantar ilmu linguistik internasional. Menjadi bahasa pengantar resmi pada acara persidangan lembaga PBB. Bahasa Inggris juga dikenal sebagai jendela pemahaman lintas budaya dan peradaban bangsa-bangsa di dunia. 

Bahasa Inggris tercipta dan terbangun dengan 16 model pola pikir dan pola-pola kalimat. Jadi, setiap penutur bahasa ini dari kalangan manapun, dari negara manapun pola pikir mereka akan sejalan dengan 16 pola bentuk waktu (tenses) yang berbeda pula. 

Suku bangsa manapun bila menguasai bahasa Inggris tidak akan tertinggal atau terkucil dari pergaulan masyarakat dunia.

So, jangan lama lagi bagi masyarakat Papua. Mari kitorang coba praktikkan sedikit-sedikit, bicara saja mulai sekarang. Tidak ada yang sulit bila kita coba berbicara. Mulai yes, no, pun akan berkembang terus hingga lancar. Selamat mencoba! (*)

Penulis adalah guru SMA di Lereh, Distrik Kauereh, Kabupaten Jayapura

loading...

Sebelumnya

Cari kepiting di Teluk Bintuni, satu nelayan dilaporkan hilang

Selanjutnya

Suara dari anak noken

Simak Juga

Populer
Polhukam |— Kamis, 06 Desember 2018 WP | 34066x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 19010x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 17654x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe