Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Nusa
  3. Bengkulu segera luncurkan koridor gajah Sumatera
  • Rabu, 05 Desember 2018 — 17:06
  • 323x views

Bengkulu segera luncurkan koridor gajah Sumatera

Program itu merupakan penyelamatan habitat gajah mellaui koridor gajah di bentang Seblat, Kabupaten Bengkulu Utara dan Mukomuko, Provinsi Bengkulu.
Ilustrasi gajah, pixabay.com
ANTARA
Editor : Edi Faisol
LipSus
Features |
Senin, 10 Desember 2018 | 17:37 WP
Features |
Senin, 10 Desember 2018 | 17:24 WP
Features |
Senin, 10 Desember 2018 | 08:58 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Bengkulu, Jubi - Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan bersama Forum Kolaborasi Pengelolaan Kawasan Ekosistem Esensial Koridor Gajah segera meluncurkan program pelestarian gajah Sumatera.  Program itu merupakan penyelamatan habitat gajah mellaui koridor gajah di bentang Seblat, Kabupaten Bengkulu Utara dan Mukomuko, Provinsi Bengkulu.

"Peluncuran akan dilaksanakan di sekitar habitat rafflesia di Taman Wisata Alam Seblat," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Bengkulu, Agus Priambudi, Rabu, (5/12/2018).

Agus  mengatakan pembentukan koridor gajah yang ditetapkan dalam bentuk Kawasan Ekosistem Esensial (KEE) yang menjadi salah satu upaya mengatasi ancaman kepunahan gajah sumatera yang saat ini berstatus kritis.

Menurut dia, khusus di Bengkulu, kondisi habitat gajah terfragmentasi akibat pembukaan hutan untuk berbagai kepentingan dikhawatirkan mempercepat kepunahan gajah.

Sedangkan pembentukan koridor gajah tersebut juga sangat penting mengingat hampir 80 persen wilayah jelajah gajah berada di luar kawasan konservasi.

“Koridor yang dibangun berfungsi menghubungkan antarwilayah yang terfragmentasi sehingga antarkelompok gajah dapat terhubung atau bertemu,” kata Agus menjelaskan.

Sekretaris Forum Kolaborasi Pengelolaan KEE koridor gajah, Ali Akbar, mengatakan pelestarian gajah Sumatera  atau Elephas maximus Sumatranus di wilayah Bengkulu dibangun secara partisipatif, sehingga semua pihak terlibat secara aktif.

"Saat ini ada beberapa aktivitas dari anggota forum yang sudah berjalan seperti penelitian Deoxyribonucleic Acid (DNA) gajah yang dilakukan BKSDA dan Jurusan Biologi Universitas Bengkulu," kata Ali Akbar.

Peluncuran KEE yang akan dilaksanakan di sekitar habitat di wilayah Bengkulu Utara lebih pada kampanye sekaligus sosialisasi kepada masyarakat untuk melestarikan gajah Sumatera bersama-sama.

“Kawasan ekosistem esensial koridor yang diusulkan dalam KEE bentang alam Seblat mencakup hutan produksi Air Rami, hutan produksi terbatas Lebong Kandis, taman wisata alam Seblat dan sebagian konsesi IUPHK dan HGU perkebunan kelapa sawit,” kata Ali menjelaskan. (*)

loading...

Sebelumnya

Sumsel siap pasarkan beras organik petani

Selanjutnya

Kekerasan anak dan perempuan di Pontianak mencapai 123 kasus

Simak Juga

Populer
Polhukam |— Kamis, 06 Desember 2018 WP | 34065x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 19009x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 17654x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe