Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Lapago
  3. Polisi belum izinkan keluarga bertemu korban yang selamat
  • Rabu, 05 Desember 2018 — 17:17
  • 391x views

Polisi belum izinkan keluarga bertemu korban yang selamat

Korban selamat atas nama Jefry Tappi salah satu karyawan yang bekerja di PT. Istaka Karya yang saat ini telah di evakuasi dan dirawat di RSUD Wamena tepatnya di bangsal RSUD setempat.
Keluarga yang masih menunggu kejelasan soal kondisi kesehatan korban yang dinyatakan selamat-Jubi/Islami
Islami Adisubrata
Editor : Edho Sinaga
LipSus
Features |
Senin, 10 Desember 2018 | 17:37 WP
Features |
Senin, 10 Desember 2018 | 17:24 WP
Features |
Senin, 10 Desember 2018 | 08:58 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Wamena, Jubi - Setelah berhasil dievakuasi dari Distrik Mbua, Kabupaten Nduga, Senin (4/12/2018) malam ke rumah sakit umum daerah Wamena, keluarga korban selamat mengaku belum bisa bertemu korban.

Hal itu dirasakan salah satu keluarga korban Yohanes Tappi yang sejak hari pertama belum diberikan izin oleh aparat keamanan untuk menjenguk anaknya Jefry Tappi, yang merupakan salah satu korban penembakan di Distrik, Yal Kabupaten Nduga.

Korban selamat atas nama Jefry Tappi salah satu karyawan yang bekerja di PT. Istaka Karya yang saat ini telah di evakuasi dan dirawat di RSUD Wamena tepatnya di bangsal RSUD setempat.

"Saat kami ingin masuk kami tidak diperboleh oleh polisi, katanya bukan saya saja yang tidak boleh masuk, tapi keluarga yang lain juga sama tidak diperbolehkan," kata Yohanes Tappi kepada wartawan di RSUD Wamena, Rabu (5/12/2018).

Ia mengaku, sejak mengetahui anaknya itu berhasil dievakuasi dia langsung menuju rumah sakit untuk melihat keadaan, namun sejak dari IGD hingga ke ruang bangsal rumah sakit belum juga mengetahui kondisi keluarganya.

Menurut dia, kondisi dan kesehatan anaknya sendiri diketahui dari pihak kepolisian, dan dari informasi yang diterimanya peluru yang bersarang di kakinya telah dikeluarkan.

Dijelaskan, anaknya sendiri mendapatkan luka tembak di bagian kaki dan untuk pelurunya sudah dikeluarkan.

"Saya sempat ke Polres, minta 10 detik untuk bertemu anak saya namun tidak diizinkan, dan alasan Polisi kondisinya lemah, padahal keinginan saya besar untuk ketemu anak saya," kata Yohanes.

Kapolres Jayawijaya, AKBP Yan Pieter Reba mengaku jika pada Rabu (5/12/2018) sudah ada penebalan pasukan dengan menggunakan pesawat hercules ke Wamena, guna melakukan evakuasi korban.

“Kita siapkan sambil menunggu tim evakuasi pasukan lewat helikopter, kemudian saat ini juga kita akan datang tim dari Brimob mendatangkan untuk mendukung pasukan yang sudah ada,” katanya. (*)

loading...

Sebelumnya

2019, Jayawijaya gunakan aplikasi sistem informasi administrasi surat

Selanjutnya

Tim evakuasi sempat kontak senjata saat masuk ke Distrik Yal

Simak Juga

Populer
Polhukam |— Kamis, 06 Desember 2018 WP | 34065x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 19010x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 17654x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe