Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Dunia
  3. Kisah Latifa, putri UEA yang ingin kabur
  • Rabu, 05 Desember 2018 — 17:30
  • 481x views

Kisah Latifa, putri UEA yang ingin kabur

Sebelum kabur, Latifa ternyata sudah merekam pengakuan melalui video. Rekaman itu kini beredar luas di dunia maya.
Ilustrasi, pixabay.com
Editor : Edi Faisol

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Jakarta, Jubi - Seorang putri dari Uni Emirat Arab (UEA), Sheikha Latifa binti Mohammed al-Maktoum,  dikabarkan hilang setelah ditangkap oleh sekelompok orang bersenjata setelah kabur dari kediamannya. Latifa mencoba kabur karena merasa terkekang di tanah kelahirannya, meski bergelimang harta.

Latifa merupakan anak dari Pemimpin Dubai dan Perdana Menteri UEA, Sheikh Mohammed Rashid al-Maktoum, ia kabur dari rumahnya menuju India pada Maret lalu. Namun, ketika berada pada jarak 30 mil laut dari lepas pantai Goa, perempuan berusia 32 tahun itu disergap oleh sekelompok orang yang diduga kuat adalah utusan sang ayah.

Konon, Latifa sudah merencanakan pelarian itu selama 7 tahun. Dia mengaku belajar dari pengalaman sang kakak, Shamsa, yang juga sempat kabur dari tempat peristirahatan di Surrey, Inggris, saat berjalan-jalan dengan keluarga 18 tahun lalu. Saat itu sang kakak ditangkap oleh utusan sang ayah di Cambridge, kemudian dipulangkan ke Dubai.

Latifa juga sempat mencoba kabur pada usia 16 tahun, namun, dia tertangkap kemudian dipenjara selama 3 tahun. Tak hanya itu, saat dipenjara ia juga disiksa dan dipukuli.

"Saya merasa disia-siakan dan tertekan seumur hidup. Perempuan (di UEA) dianggap bukan manusia. Ayah saya tidak boleh terus menerus melakukan itu kepada kami semua," tulis Latifa kepada kenalannya, Herve Jaubert.

Jaubert adalah salah satu orang yang membantu Latifa merencanakan pelarian. Keduanya berkolaborasi bersama pelatih capoeira asal Finlandia, Tiina Jauhiainen untuk mengeksekusi rencana itu.

Latifa kemudian pergi ke perbatasan Oman, kemudian pergi menempuh 26 mil laut menggunakan perahu karet dan jet ski. Di tengah perjalanan, Jaubert sudah menunggu menggunakan yacht.

Sebelum kabur, Latifa ternyata sudah merekam pengakuan melalui video. Rekaman itu kini beredar luas di dunia maya.

Hingga berita ini dibuat, pemerintah Dubai belum memberikan tanggapan apapun. (*)

loading...

Sebelumnya

Malaysia-Singapura sengketakan wilayah laut dan udara

Selanjutnya

Ini cara perempuan Israel protes kekerasan kaumnya

Simak Juga

Populer
Polhukam |— Kamis, 06 Desember 2018 WP | 34424x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 23037x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 18982x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe