Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Domberai
  3. Satupun pejabat daerah Papua Barat tak hadir, Panitia Fesitval Noken Arfak kecewa
  • Rabu, 05 Desember 2018 — 19:18
  • 10994x views

Satupun pejabat daerah Papua Barat tak hadir, Panitia Fesitval Noken Arfak kecewa

"Panitia pelaksana sudah undang, tapi mungkin para pejabat kita khususnya anak-anak suku Arfak yang ada di Pemerintahan sibuk dengan kerja, jadi hanya satu anggota DPRD Kabupaten Manokwari yang hadir,” katanya.
Septi Meidodga, Ketua Yayasan Gubuk Arfak bersama Maria Kebar, Ketua Panitia Festival rajut anyam noken Arfak di Manokwari - Jubi/Hans Arnold Kapisa.
Hans Kapisa
Editor : Edho Sinaga
LipSus
Features |
Senin, 10 Desember 2018 | 17:37 WP
Features |
Senin, 10 Desember 2018 | 17:24 WP
Features |
Senin, 10 Desember 2018 | 08:58 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Manokwari, Jubi - Festival rajut anyam noken Arfak yang digelar oleh Yayasan Gubuk Arfak untuk memperingati hari Noken se dunia 4 Desember kemarin, sama sekali tidak dihadiri oleh Pejabat pemerintahan di Papua Barat dan kabupaten/kota yang sebelumnya telah diundang oleh panitia pelaksana festival itu.

Selama dua hari pelaksanaan, (3-4 Desember 2018) di Gedung olahraga Sanggeng Manokwari, festival tersebut dibuka langsung oleh direktur utama Noken Foundation Titus Pikei, sang pencetus noken di Unesco. Titus Pekei sempat menjadi narasumber dalam seminar bertajuk "politik noken" pada tanggal 3 Desember 2018.

Ketua yayasan Gubuk Arfak Septi Meidodga mengatakan, festival tersebut dilakukan untuk mengampanyekan noken sebagai budaya orang asli Papua.

Dengan mengangkat tema “jaga noken, jaga Papua, dari noken kitong ada”, kampanye itu juga diisi dengan seminar dan pada acara puncaknya dilakukan fashion show dan pameran noken.

Namun,  penanggung jawab iven tersebut Septi, mengaku kecewa dengan Pemerintah Papua Barat yang seakan tidak terlalu fokus dengan acara budaya ini.

"Panitia pelaksana sudah undang, tapi mungkin para pejabat kita khususnya anak-anak suku Arfak yang ada di Pemerintahan sibuk dengan kerja, jadi hanya satu anggota DPRD Kabupaten Manokwari yang hadir,” katanya.

Padahal kata Septi, harapan dari terselenggaranya festival itu, bisa menggugah pemerintah dan pihak-pihak terkait untuk mendirikan  galeri Arfak agar menampung hasil rajutan mama Papua penjual noken dari berbagai suku yang ada di Manokwari, ibukota Papua Barat.

"Kita juga dorong dalam festival ini, adanya perdasus (peraturan daerah khusus) tentang perlindungan hak mama Papua dalam merajut noken Papua. Melalui ini juga kami harap ada peluang pasar yang dikhususkan untuk mama Papua bisa menjual noken dan bukan lagi jadi barang sakral tapi bisa ciptakan industri rajutan rumah tangga dalam upaya peningkatan pendapatan mama Papua,” katanya.

 Maria Kebar, Ketua panitia pelaksana festival noken Arfak juga meluapkan kekecewaanya terhadap Pemerintah Papua Barat karena Gubernur  sempat mengimbau para ASN-nya di Pemerintahan Provinsi Papua Barat untuk wajib kenakan noken Papua di hari-hari tertentu.

Namun, implikasi dari menjaga warisan noken itu sendiri melalui festival yang digelar, justru tidak satupun perwakilan Pemerintah hadir.

"Jujur, kami selaku anak-anak Arfak yang peduli dengan noken kecewa dengan Pemerintah. Apa yang diimbau pak Gubernur tidak sejalan dengan budaya melestarikan noken. Ini contoh kecil yang kita hadapi,” ujarnya.

Kata dia, 4 desember 2012 ditetapkan oleh Unesco bahwa noken dihargai sebagai warisan budaya dunia, kemudian, lima tahun berjalan tidak pernah dirayakan di Papua Barat.

"Inilah awal pemuda-pemudi Arfak tergerak, kami sama-sama lakukan perubahan untuk suarakan noken. Panitia tidak minta uang, tapi  panitia hanyan ingin kehadiran Gubernur atau perwakilannya dalam festival tersebut,” ujarnya. (*)

loading...

Sebelumnya

Cari kepiting di Teluk Bintuni, satu nelayan dilaporkan hilang

Selanjutnya

Fasharkan TNI AL Manokwari tingkatkan profesionalitas

Simak Juga

Populer
Polhukam |— Kamis, 06 Desember 2018 WP | 34066x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 19011x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 17654x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe