Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Anim Ha
  3. Serka Handoko, korban penembakan Nduga, prajurit Batalyon 755 Yalet Merauke
  • Rabu, 05 Desember 2018 — 19:36
  • 1436x views

Serka Handoko, korban penembakan Nduga, prajurit Batalyon 755 Yalet Merauke

“Betul, Serka Handoko adalah anggota saya yang sejak Maret 2018 lalu dikirim ke Nduga bersama 149 prajurit lain melaksanakan pengamanan di sana,” ujar Komandan Batalyon 755 Yalet-Merauke, Mayor (Inf) Agus Ferdiyanto, kepada sejumlah wartawan di Bandara Mopah, Rabu (5/12/2018). 
Komandan Batalyon 755 Yalet-Merauke, Mayor (Inf) Agus Ferdiyanto, memberikan keterangan pers – Jubi/Frans L Kobun
Ans K
Editor : Dewi Wulandari
LipSus
Features |
Senin, 10 Desember 2018 | 17:37 WP
Features |
Senin, 10 Desember 2018 | 17:24 WP
Features |
Senin, 10 Desember 2018 | 08:58 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Merauke, Jubi – Almarhum Serka Handoko yang ditembak kelompok sipil bersenjata (KSB) di Pos TNI Distrik Mbua, Kabupaten Nduga, beberapa hari lalu, adalah prajurit dari Batalyon 755 Yalet Merauke.

“Betul, Serka Handoko adalah anggota saya yang sejak Maret 2018 lalu dikirim ke Nduga bersama 149 prajurit lain melaksanakan pengamanan di sana,” ujar Komandan Batalyon 755 Yalet-Merauke, Mayor (Inf) Agus Ferdiyanto, kepada sejumlah wartawan di Bandara Mopah, Rabu (5/12/2018). 

Dikatakan, Serka Handoko di sana sebagai  Wakil  Komandan Pos (Wadanpos) Mbua dari Kompi B. Rencananya, bulan ini, mereka sudah selesai melaksanakan tugasnya dan kembali ke kesatuan di Batalyon 755 Yalet-Merauke.

“Hari ini saya berangkat ke Wamena, Kabupaten Jayawijaya, untuk memastikan apakah korban telah dievakuasi dari Nduga atau belum. Karena permintaan keluarganya agar diantar ke Sorong, Provinsi Papua Barat,” ujarnya.

Lebih lanjut dijelaskan, almarhum semasa hidupnya adalah sosok yang sangat baik dan selalu melaksanakan tugas serta tanggung jawab dengan baik.

Ditambahkan, almarhum juga masih bujang dan belum berkeluarga.

“Jadi, pihak keluarga berharap segera diterbangkan ke Sorong dan dimakamkan di sana,” katanya. 

Sebelumnya, tim evakuasi yang telah berada di Distrik Mbua, Kabupaten Nduga, saat menuju ke Distrik Yal dan Yigi untuk melakukan evakuasi korban penembakan, sempat terlibat baku tembak dengan kelompok bersenjata.

Hal itu ditegaskan Danrem 172/PWY, Kolonel Inf. Jonathan Binsar Sianipar, kepada wartawan di Mako Batalyon 756/Wimane Sili, Rabu (5/12/2018), sebelum melepas pengiriman pasukan tambahan dari Batalyon 756/WMS ke lokasi kejadi menggantikan pasukan sebelumnya dari Batalyon 755/Yalet Merauke.

Ia menjelaskan sejak pagi menjelang siang tim gabungan sudah melakukan evakuasi satu anggota TNI yang gugur ke Keneyam, ibu kota Nduga, karena tidak memungkinan untuk dilakukan evakuasi ke Wamena.

“Jadi dari Kenyam evakuasi ke Timika. Korban luka mendapat pengobatan di Timika,” ujarnya. (*)

loading...

Sebelumnya

Bupati Merauke disorot, warga tulis bupati 5-2

Selanjutnya

Ini pernyataan sikap PP GMKI terkait penganiayaan mahasiswa Papua

Simak Juga

Populer
Polhukam |— Kamis, 06 Desember 2018 WP | 34066x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 19011x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 17654x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe