Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Anim Ha
  3. Kadis Perumahan Merauke: Ada 14 titik perumahan kumuh di kota
  • Rabu, 05 Desember 2018 — 20:00
  • 707x views

Kadis Perumahan Merauke: Ada 14 titik perumahan kumuh di kota

“Memang tanah yang digunakan di 14 titik tersebut adalah milik orang lain. Masyarakat hanya menumpang bangun rumah sederhana. Pemerintah tak bisa langsung mengambil langkah membangun baru,” ujar Paino, kepada sejumlah wartawan, Rabu (5/12/2018).
Kepala Dinas Perumahan dan Tata Kota Kabupaten Merauke, Paino, sedang berikan keterangan pers – Jubi/Frans L Kobun
Ans K
Editor : Dewi Wulandari

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Merauke, Jubi – Kepala Dinas Perumahan dan Tata Kota Kabupaten Merauke, Paino, mengungkapkan terdapat 14 titik perumahan dalam wilayah kota Merauke yang masuk kategori kumuh seperti di kawasan Onggatmit, Gudang Arang, samping Lantamal XI, dan sejumlah titik lain.

“Memang tanah yang digunakan di 14 titik tersebut adalah milik orang lain. Masyarakat hanya menumpang bangun rumah sederhana. Pemerintah tak bisa langsung mengambil langkah membangun baru,” ujar Paino, kepada sejumlah wartawan, Rabu (5/12/2018).

Pemkab Merauke, lanjut Paino, sedang memikirkan untuk melakukan relokasi warga. Hanya saja, perlu dipersiapkan tempat terlebih dahulu, termasuk juga membangun rumah mereka.

“Jika itu sudah dilakukan, pemerintah dapat memastikan untuk memindahkan masyarakat dari titik-titik tersebut. Karena rumahnya sudah tak layak dihuni lagi,” ujarnya.

Dikatakan, sesungguhnya pemilik tanah telah mengambil langkah sekaligus minta warga mengosongkan tempat dimaksud. Hanya saja, pertimbangan kemanusiaan, sehingga batal dilakukan.

“Beberapa staf saya sudah mencoba melakukan pendekatan terhadap masyarakat di sejumlah titik itu dan siap dipindahkan. Olehnya, perlu disiapkan lokasi maupun bangunan rumah terlebih dahulu,” katanya.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Merauke, Hendrikus Hengky Ndiken, mengatakan umumnya rumah kumuh itu ditempati orang asli Papua.

“Berulang kali saya menyoroti sekaligus minta pemerintah membangun perumahan baru, namun sampai sekarang tak direalisasikan,” ujarnya. (*)

loading...

Sebelumnya

Ini pernyataan sikap PP GMKI terkait penganiayaan mahasiswa Papua

Selanjutnya

Masyarakat dimintakan tidak jual rumah bantuan pemerintah

Simak Juga

Populer
Polhukam |— Kamis, 06 Desember 2018 WP | 34069x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 19086x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 17668x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe