Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Pasifik
  3. LSM Kiribati desak pemerintah rilis laporan feri tenggelam
  • Kamis, 06 Desember 2018 — 03:35
  • 521x views

LSM Kiribati desak pemerintah rilis laporan feri tenggelam

Feri antarpulau itu tenggelam pada Januari tahun ini, dalam perjalanannya dari Nonouti ke Tarawa, dan hanya tujuh orang yang selamat.
Beberapa korban selama feri antarpulau, Butiraoi, yang tenggelam dalam perjalanannya ke Tarawa. - RNZI/Facebook/ @RadioKiribati. - Samoa Observer
Elisabeth Giay
Editor : Galuwo
LipSus
Features |
Senin, 10 Desember 2018 | 17:37 WP
Features |
Senin, 10 Desember 2018 | 17:24 WP
Features |
Senin, 10 Desember 2018 | 08:58 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Tarawa, Jubi - LSM Kiribati, Citizens Against Corruption, mendesak agar laporan awal dari investigasi tenggelamnya feri Butiraoi segera dirilis kepada publik.

Pemerintah Kiribati telah menolak untuk merilis laporan hasil penyelidikan nasional mengenai bencana itu, yang menewaskan sedikitnya 80 penumpang, Januari tahun ini. Alih-alih, pemerintah telah memerintahkan pihak kepolisian, untuk melakukan investigasi lanjutan atas penyebab tenggelamnya Butiraoi, berdasarkan informasi yang ditemukan oleh laporan awal itu.

Feri antarpulau itu tenggelam pada Januari tahun ini, dalam perjalanannya dari Nonouti ke Tarawa, dan hanya tujuh orang yang selamat.

Direktur LSM tersebut, Ngatau Neneia, berkata kepada Kiribati News bahwa temuan dalam laporan awal itu seharusnya dapat dirilis sendiri, bukan harus menunggu laporan selengkapnya dari polisi.

Neneia menegaskan bahwa pemerintah harus mengeluarkan informasi apa saja yang dapat mereka rilis, sehingga keluarga korban bisa mengetahui apa yang terjadi.

Ketika satu kapal feri lain tenggelam pada 2009 dan menewaskan sekitar 30 jiwa, Pemerintah Kiribati juga tidak pernah melepaskan laporannya kepada publik, kata Presiden Taneti Mamau pekan lalu di hadapan parlemennya.

Seorang anggota parlemen (MP) dari blok oposisi Kiribati mengungkapkan, bahwa semakin banyak tekanan yang diterima pemerintah untuk mengeluarkan laporan itu.

MP dari Nonouti, Sir Ieremia Tabai, yang juga merupakan mantan presiden Kiribati, menegaskan bahwa meskipun kejadian tragis itu sedang diinvestigasi polisi, itu bukanlah alasan untuk tidak menyediakan laporan awal kepada publik.

Sir Ieremia Tabai mengecam kelambanan pemerintah, dan mengatakan bahwa beberapa keluarga korban berencana untuk menuntut pemerintah.

“Banyak orang yang masih merasa sedih akibat apa yang terjadi, dan saya tidak mengerti mengapa pemerintah menolak untuk merilis laporan itu.”

“Tidak ada alasan sama sekali. Bagi saya keputusan ini tidak masuk akal. Dan oleh karena itu, kita akan terus menekan pemerintah untuk merilis laporan itu. Sekarang orang-orang mulai berencana untuk menuntut pemerintah ke pengadilan. Mereka mulai berbicara mengenai kompensasi,” tambah Sir Ieremia. (RNZI)

loading...

Sebelumnya

Utang $1,1 miliar Samoa dan gugatan pada pendeta

Selanjutnya

Kasus KDRT di Samoa, pemimpin gereja salahkan HAM

Simak Juga

Populer
Polhukam |— Kamis, 06 Desember 2018 WP | 34058x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 18922x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 17637x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe