Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Pasifik
  3. Kasus KDRT di Samoa, pemimpin gereja salahkan HAM
  • Kamis, 06 Desember 2018 — 03:41
  • 576x views

Kasus KDRT di Samoa, pemimpin gereja salahkan HAM

“Perintah pertama, hormatilah ayahmu dan ibumu supaya lanjut umurmu. Perintah ini telah dilanggar. Bagaimana? Ketika HAM lahir, ia menghancurkan norma ini.”
Ketua National Council of Churches, Diakon Kasiano Leaupepe. - Samoa Observer
Elisabeth Giay
Editor : Galuwo
LipSus
Features |
Senin, 10 Desember 2018 | 17:37 WP
Features |
Senin, 10 Desember 2018 | 17:24 WP
Features |
Senin, 10 Desember 2018 | 08:58 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Apia, Jubi - Ketua Dewan Gereja-gereja Nasional (National Council of Churches; NCC), Kasiano Leaupepe, telah menyalahkan Hak Asasi Manusia (HAM) atas memburuknya masalah KDRT dan meminta agar Samoa mengadakan Hari Pertobatan Nasional.

Ia juga mengkritik sistem sekolah tipe co-education (sekolah bersama bagi pria dan wanita), mengatakan bahwa anak laki-laki dan perempuan harus dididik secara terpisah. Menurut Kasiano, penyebab rawannya isu KDRT adalah hukuman atas Samoa karena tidak menaati Tuhan.

“Apa yang terjadi atas Samoa dan rakyatnya ini terjadi karena kita telah melanggar perintah Tuhan. Kita telah melawan dan mengabaikan hukum-hukum Allah, kita lebih mengutamakan hukum-hukum duniawi,” katanya.

“Perintah pertama, hormatilah ayahmu dan ibumu supaya lanjut umurmu. Perintah ini telah dilanggar. Bagaimana? Ketika HAM lahir, ia menghancurkan norma ini.”

Kasiano mengutarakan komentarnya itu di tengah-tengah sesi bertopik ’Engaging with Religion and Faith-Based Actors to Address Family Violence’ dalam pertemuan meja bundar Ending Violence in Samoa (EViS) pekan lalu. Sesi itu diselenggarakan oleh Badan HAM Nasional Samoa dan UN Women.

Kasiano menambahkan: “Banyak orang yang berbicara tentang kasih sayang dan hormat, dua hal ini tidak lagi ditemukan dalam banyak keluarga di Samoa. Ketika seorang ibu, ayah menghukum anak mereka, anak-anak berbalik dan menggugat orangtuanya, membawa mereka hingga ke Pengadilan. Apa yang terjadi dengan hukum Tuhan? Kita telah melanggar perjanjian kita dengan Tuhan.”

Kasiano juga mengkritik para pemimpin Gereja. “Pemimpin-pemimpin Gereja memiliki peran yang harus mereka laksanakan, kalian adalah para gembala. Kalian seharusnya menjaga kawanan domba.”

Kasiano kemudian melanjutkan ceramahnya dengan mengkritisi sistem sekolah co-education.

“Persoalan ini berawal ketika kita mulai menyekolahkan anak laki-laki dan perempuan bersama-sama. Pada saat itu, anak perempuan dan anak laki-laki dididik secara berbeda.”

Pendeta Moli, dari Gereja Congregational Christian Church of Samoa, mengatakan harus ada juga Kementerian Khusus Laki-laki.

“Mengapa kita hanya punya Kementerian Perempuan? Kementerian Perempuan menyalahkan laki-laki, apakah seseorang bisa menjelaskan kepada saya mengapa ada pengutamaan seperti ini? Bagaimana dengan laki-laki, sebuah keluarga bukan hanya terdiri dari perempuan, laki-laki juga terlibat.”

Moli juga menyatakan bahwa akibat HAM, persoalan-persoalan sosial di negara itu meningkatnya. (Samoa Observer)

loading...

Sebelumnya

LSM Kiribati desak pemerintah rilis laporan feri tenggelam

Selanjutnya

Kontestan PNG menang Miss Pacific Islands

Simak Juga

Populer
Polhukam |— Kamis, 06 Desember 2018 WP | 34065x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 19010x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 17654x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe