Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Kalimantan
  3. Kekerasan anak dan perempuan di Pontianak mencapai 123 kasus
  • Kamis, 06 Desember 2018 — 14:25
  • 456x views

Kekerasan anak dan perempuan di Pontianak mencapai 123 kasus

Kekerasan dalam rumah tangga yang paling dominan, termasuk kasus pencabulan terhadap anak.
Ilustrasi, pixabay.com
ANTARA
Editor : Edi Faisol
LipSus
Features |
Senin, 10 Desember 2018 | 17:37 WP
Features |
Senin, 10 Desember 2018 | 17:24 WP
Features |
Senin, 10 Desember 2018 | 08:58 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Pontianak, Jubi  - Kekerasan terhadap anak dan perempuan di Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat mencapai 123 kasus. Kekerasan itu telah ditangani Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Pontianak, sejak Januari hingga akhir November 2018.

"Dari sebanyak 123 kasus tersebut, kasus kekerasan dalam rumah tangga yang paling dominan, yakni sebanyak 44 kasus, kemudian kasus pencabulan terhadap anak sebanyak 37 kasus," kata Kanit PPA Polresta Pontianak, Iptu Inayatun Nurhasanag, Kamis (6/12/2018).

Inayatun menyebutkan, selain kasus tersebut juga kasus kekerasan terhadap anak di bawah umur, trafficking attau perdagangan orang dan kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Angka tersebut membuat lembaganya lebih mengedepankan tindakan pencegahan dalam meminimalisir kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak. “Kami terus melakukan sosialisasi mulai dari tingkat sekolah-sekolah dalam meminimalisir perbuatan atau tindak pidana, baik anak sebagai pelaku, saksi ataupun korban dari kekerasan tersebut," kata Inayatun menambahkan.

Menurut dia, berbagai faktor yang bisa meemicu kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak hingga kasus KDRT, dan pencabulan biasanya dipicu kondisi ekonomi, lingkungan keluarga, dan salah memilih pergaulan, serta faktor kemajuan teknologi, seperti internet dan media sosial yang bisa berdampak positif dan negatif.

"Kemajuan teknologi yang banyak memuat video porno sehingga bisa mempengaruhi perilaku anak-anak sekarang kalau mereka tidak dibentengi dengan pondasi yang kuat baik dari agama maupun pendidikan," katanya.

Ia mengimbau kepada orang tua agar selalu mengawasi pergaulan anak-anaknya sehingga tidak salah dalam memilih teman dalam bergaul, baik di luar lingkungan sekolah maupun ketika di lingkungan rumah. (*)

loading...

Sebelumnya

Ini makna ritual Belian Adat Paser Nondo

Selanjutnya

Simak Juga

Populer
Polhukam |— Kamis, 06 Desember 2018 WP | 34068x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 19037x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 17659x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe