Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Dunia
  3. Ini cara perempuan Israel protes kekerasan kaumnya
  • Kamis, 06 Desember 2018 — 14:56
  • 372x views

Ini cara perempuan Israel protes kekerasan kaumnya

Perempuan di Israel menggelar pemogokan di seluruh negeri tersebut untuk memprotes kekerasan terhadap kaumnya.
Ilustrasi, pixabay.com
ANTARA
Editor : Edi Faisol

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Jerusalem, Jubi - Perempuan di Israel menggelar pemogokan di seluruh negeri tersebut untuk memprotes kekerasan terhadap kaumnya. Aksi dilakukan pada Selasa (4/12/2018) itu dipicu oleh pembunuhan dua anak perempuan pekan lalu. Tercatat jumlah perempuan dan anak perempuan yang tewas di negara tersebut mencapai 24 orang pada tahun 2018.

Mereka melakukan aksi mogok dengan symbol  "Bendera Merah, sebagai kemitraan kelompok 50 perempuan, yang menyelenggarakan pemogokan tersebut. Mereka menyampaikan tuntutan kepada pemerintah agar mengalokasi 250 juta shekel lagi  atau sebanyak 67 juta dolar AS untuk menanggulangi kekerasan terhadap perempuan selama lima tahun ke depan.

Media lokal melaporkan perempuan di seluruh negeri tersebut tetap tinggal di rumah dan tidak bekerja atau ikut dalam serangkaian protes sepanjang hari itu. Lebih dari 300 perusahaan besar dan lembaga publik mengumumkan dukungan mereka dalam perjuangan tersebut dan mengatakan mereka akan mengizinkan pegawai lelaki dan perempuan untuk ikut mogok.

Pada pagi hari, pertemuan terbuka diselenggarakan di puluhan perimpangan utama dan jalan bebas hambatan, termasuk di jalan masuk ke Jerusalem. Beberapa jalan dicat dengan cat merah untuk melambangkan darah pada korban.

Pada Selasa malam, puluhan ribu perempuan diperkirakan ikut dalam pawai terbuka di Bundaran Rabin di bagian tengah Tel Aviv.

"Pembunuhan dua perempuan muda pekan lalu, Yara Ayoub (16) dan Silvana Tsegai (13), memaksa kami turun ke jalan," kata penyelenggara pertemuan terbuka tersebut.

Ia mengatakan mogok dilakukan agar pembuat keputusan menyadari bahwa tindakan diperlukan. “Bukan kata-kata kosong," katanya. (*)

loading...

Sebelumnya

Kisah Latifa, putri UEA yang ingin kabur

Selanjutnya

Lecehkan 50 bocah, pastor AS ditahan di Filipina

Simak Juga

Populer
Polhukam |— Kamis, 06 Desember 2018 WP | 34069x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 19075x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 17667x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe