Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Dunia
  3. Lecehkan 50 bocah, pastor AS ditahan di Filipina
  • Kamis, 06 Desember 2018 — 15:10
  • 739x views

Lecehkan 50 bocah, pastor AS ditahan di Filipina

Agen gabungan dari Kementerian Keamanan Dalam Negeri AS dan Biro Imigrasi Filipina menahan pastor Hendricks di dalam Cathedral of Our Lady Rosary Parish di Naval, Biliran, pada Rabu (5/12/2018).
Ilustrasi kekerasan terhadap anak, pixabay.com
Editor : Edi Faisol
LipSus
Features |
Senin, 10 Desember 2018 | 17:37 WP
Features |
Senin, 10 Desember 2018 | 17:24 WP
Features |
Senin, 10 Desember 2018 | 08:58 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Jakarta, Jubi – Seorang pastor asal Amerika Serikat, Kenneth Hendricks, ditahan di Filipina atas dugaan pelecehan seksual terhadap 50 anak selama melayani di Biliran, provinsi di selatan Manila. Agen gabungan dari Kementerian Keamanan Dalam Negeri AS dan Biro Imigrasi Filipina menahan pastor Hendricks di dalam Cathedral of Our Lady Rosary Parish di Naval, Biliran, pada Rabu (5/12/2018).

"Dia tidak melawan saat ditahan," ujar direktur kepolisian provinsi Biliran, Julius Coyme, dikutip The Straits Times.

Berdasarkan laporan dari biro imigrasi Filipina, Hendricks mulai masuk radar setelah ada surat perintah penangkapan menyusul aduan pemerkosaan yang dimasukkan di Ohio "terkait perilaku seksual terlarang di luar negeri."

Dalam penyelidikan selanjutnya, diketahui bahwa negara yang dimaksud adalah Filipina, di mana Hendricks sudah tinggal selama 37 tahun.

Menurut hasil penyelidikan, Hendricks sudah melakukan kekerasan seksual terhadap lebih dari 50 bocah laki-laki, kebanyakan merupakan putra altar, salah satunya bahkan masih berusia tujuh tahun.

Coyme mengatakan hingga kini sudah ada setidaknya tujuh surat aduan perilaku seksual tidak senonoh yang melibatkan anak kecil diajukan atas Hendricks.

Merujuk pada sejumlah informasi yang dibocorkan pejabat Kementerian Keamanan Dalam Negeri AS, Coyme menyebut kemungkinan masih ada korban-korban lainnya.

"Mereka bertemu dengan kami pekan lalu dan memberikan informasi bahwa mereka masih mengumpulkan informasi karena kemungkinan masih ada korban lainnya,"  ujar Coyme.

Tak hanya Filipina, kasus semacam ini juga menerpa banyak pastor di berbagai penjuru dunia. Kasus pelecehan seksual para pastor terhadap anak binaannya yang sudah terjadi selama puluhan tahun itu pertama kali diungkap secara publik melalui laporan surat kabar The Boston Globe pada 2002.

Saat itu Keuskupan Boston dilaporkan memindahkan para pendeta pelaku pelecehan ke berbagai tempat untuk melindungi mereka dan menutupi kasus itu. Sejak saat itu, ratusan korban dan skandal terungkap di AS dan berbagai negara, penyelidikan global juga dimulai.

Konferensi Uskup Katolik AS memperkirakan Keuskupan Amerika telah merogoh kocek hampir US$ 4 miliar sejak tahun 1950 untuk menyelesaikan kasus pelecehan dengan para korban.

Laporan The Boston Globe yang memenangkan Penghargaan Pulitzer itu menginspirasi film peraih Academy Awards, "Spotlight." (*)

loading...

Sebelumnya

Ini cara perempuan Israel protes kekerasan kaumnya

Selanjutnya

Waspadapai aksi Rompi Kuning, ini langkah polisi Prancis

Simak Juga

Populer
Polhukam |— Kamis, 06 Desember 2018 WP | 34065x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 19010x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 17654x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe