Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Mamta
  3. Pendekatan partisipatif untuk selamatkan Siklop
  • Kamis, 06 Desember 2018 — 22:58
  • 707x views

Pendekatan partisipatif untuk selamatkan Siklop

Siklop merupakan gunung yang memberi makan seluruh masyarakat yang berada di Kota dan Kabupaten Jayapura. Siklop ibarat mama bagi semua kalangan. Karenanya, semua pihak harus peduli dan terlibat menjaga kelestarian pegunungan Siklop.
Pengendali kepala suku Lapago, Lesman Tabuni, saat diwawancara - JUubi/David Sobolim
David Sobolim
Editor : Dewi Wulandari

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Jayapura, Jubi – Untuk menyelamatkan cagar alam Siklop dari kerusakan yang lebih parah, pemerintah harus melakukan pendekatan partisipatif.

Siklop merupakan gunung yang memberi makan seluruh masyarakat yang berada di Kota dan Kabupaten Jayapura. Siklop ibarat mama bagi semua kalangan. Karenanya, semua pihak harus peduli dan terlibat menjaga kelestarian pegunungan Siklop.

“Tingkat kerusakkan hutan Siklop dari waktu ke waktu meningkat akibat ulah manusia. Oleh karena itu saat ini kita butuh pendekatan partisipatif,” kata dari pengendali kepala suku Lapago, Lesman Tabuni, di Jayapura, Kamis (6/12/2018).

Tahun 90-an, katanya, sebelumnya ada batas-batas izin penebangan pohon dan melakukan aktivitas lainnya, tetapi masyarakat mulai masuk di area yang sudah dipagar, padahal batas itu bukan dibuat oleh pemerintah Indonesia tetapi oleh pemerintahan Belanda.

Tabuni mengatakan tahun 90-an sudah dibuat pernyataan antara pemerintah daerah bersama  tua-tua adat tetapi sampai saat ini penjagaan terhadap cagar alam Siklop tidak berjalan baik.

Perbandingan sangat jelas bahwa tahun 2010 air di sungai mengalir deras hujan maupun tidak hujan. Dari 13 sungai yang airnya diambil oleh PDAM, kini mulai berkurang.

“Sekarang tidak ada waktu untuk menunggu tetapi tiba saat untuk melakukan aksi penyelamatan sumber air bagi masyarakat Kota dan Kabupaten Jayapura,” tegasnya.

Dia juga pertanyakan pemerintah yang mempunyai hak untuk menertibkan bangunan yang berada di sekitar cagar alam Siklop. Pemerintah bersama aparat keamanan pasti ada jalan untuk menyelesaikan.

Perwakilan Lestari Papua, Deddy Rickson, mengatakan tahun 2018 ini tingkat berburuan terhadap spesies hewan dilindungi di cagar alam Siklop menurun. Ini karena tingkat pemahaman masyarakat sudah cukup bagus dan ada larangan dari ondoafi dan pemerhati cagar alam Siklop.

Hidrologi air dari pegunungan Siklop sekitar 128 ribu meter kubik mengalir ke Danau Sentani dan sebagian lagi mengalir ke laut. Pengukuran dilakukan pada saat musim kemarau. (*)

loading...

Sebelumnya

Festival Siklop dan masa depan sumber air

Selanjutnya

Momentum natal bersama, Gereja diajak merangkul anak jalanan

Simak Juga

Populer
Polhukam |— Kamis, 06 Desember 2018 WP | 34069x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 19049x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 17662x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe