Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Koran Jubi
  3. Mahasiswa Lanny Jaya menunggu dana studi
  • Jumat, 07 Desember 2018 — 10:19
  • 831x views

Mahasiswa Lanny Jaya menunggu dana studi

Sejumlah mahasiswa Lanny Jaya di kota studi Jayapura belum menerima dana bantuan pendidikan dari Pemkab Lanny Jaya. Padahal dana tersebut sangat diperlukan untuk memperlancar studi mereka. Data dobel dijadikan alasan belum dicairkan.
Ketua HMP Lanny Jaya, Iron Wanimbo, memberikan hadiah kepada pemenang lomba HUT ke-9 HMPLJ - Jubi/Yance Wenda
Yance Wenda
Editor : Syofiardi

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

KETUA Himpunan Pelajar Mahasiswa Lanny Jaya (HMPLJ) di kota studi Jayapura, Iron Wanimbo, mengatakan Dinas Pendidikan Kabupaten Lanny Jaya belum merealisasi pencarian dana studi akhir mahasiswa asal kabupaten tersebut.

Dana bantuan pendidikan terbagi dua jenis. Lanny Jaya Cerdas untuk mahasiswa yang aktif kuliah dengan nilai bantuan Rp 500 ribu per bulan untuk 7 bulan anggaran total Rp 3,5 juta.

Sedangkan Lanny Jaya Mandiri untuk mahasiswa studi akhir dengan nilai bantuan Rp 5 juta per mahasiswa.

Dana yang baru turun, menurut Wanimbo, untuk dua bulan masing-masing mahasiswa yang aktif kuliah atau Rp 1 juta. Itu dicairkan setelah bertemu Bupati Lanny Jaya di Hotel Sahid Jayapura, 1 Agustus 2018.

“Kalau bilang data belum, saya sudah kirim data, tapi masih saja diminta, sekarang sudah empat kali mereka minta data mahasiswa yang ada di kota studi Jayapura, padahal data yang kami kirim itu sangat akurat," katanya kepada Jubi di Sentani, Rabu, 5 Desember 2018.

Ia berharap dinas terkait segera merealisasikan janji, sesuai pembicaraan dengan Bupati Lanny Jaya pada 1 Agustus 2018 tersebut.

"Waktu itu yang terealisasi hanya beasiswa buat sebagian mahasiswa yang aktif kuliah, namun sebagian belum, untuk mahasiswa studi akhir semua belum dikirimkan," katanya.

Setelah pertemuan dengan bupati waktu itu, sesuai ucapan bupati dicaikan dana Rp 1 juta untuk pembayaran dua bulan. Namun untuk penerimaan bulan berikutnya belum ada.

“Jadi tidak sesuai dengan yang disampaikan bupati," katanya.

Ia menjelaskan seharusnya per mahasiswa menerima. Namun kemudian uang yang diterima tidak sesuai dengan hitungan per bulan. Tapi kondisi ini diabaikan.

"Dana Lanny Jaya Mandiri juga belum dibagikan ke mahasiswa padahal dana tersebut sudah turun sama-sama, di mana dana Lanny Jaya Cerdas dipindahkan ke BPMK dan dana Lanny Jaya Mandiri di Dinas Pendidikan, kemudian dibuat lagi dana Lany Jaya Sehat yang dikirimkan melalui rekening Dinas Kesehatan,” katanya.

Wanimbo berharap dinas terkait segera mengirimkan dana mahasiswa tersebut jika sudah tersedia, karena dana tersebut dapat meringankan beban mahasiswa yang sedang studi akhir.

"Ini sudah berapa bulan dana tidak cair, padahal Rp 500 ribu per bulan, kalau bisa jangan korbankan mahasiswa yang lagi studi akhir,” katanya.

Ia berharap Dinas BPMK dan Dinas Pendidikan tidak mencari alasan dengan menyuruh mahasiswa untuk terus-menerus mengumpulkan data.

"Hal ini menjadi pertanyaan bagi kami karena yang diminta itu data terus dan hal ini bukan kami saja, semua mahasiswa Lanny Jaya di kota studi lain juga, dari informasi yang kami ikuti seperti itu,” ujarnya.

Kepala Dinas Pendidkan Kabupaten Lanny Jaya, Aletinus Yigibalom, ketika dihubungi Jubi, mengatakan untuk dana per bulan bagi mahasiswa Lanny Jaya tersebut sebagian besar sudah terealisasi dan hanya sebagian kecil saja yang belum.

“Namun sedang diproses, 70 persen hingga 80 persen itu sudah terkirim dan yang belum itu yang data masih kurang, jadi semua itu merata, baik studi akhir maupun studi berjalan, itu sumber dananya dari Lanny Jaya Cerdas," katanya.

Untuk bantuan kepada mahasiswa yang studi akhir, kata Yigibalom, memang agak rumit karena data yang ia terima terdapat nama dobel.

"Karena di data yang dikirimkan tersebut ada yang sudah pernah dapat dan ada yang belum pernah sehingga kami harus cocokkan dengan data dari kampung mahasiswa bersangkutan, mulai dari kepala desa hingga kepala distrik, dan data itu di BPMK," katanya.

Yigibalom menjelaskan bahwa setiap data yang masuk per distrik tersebut akan disinkron dengan data yang masuk dari koordinator wilayah agar tidak terjadi kesamaan data, sehingga terjadi dobel dalam pendapatan dana studi akhir.

"Jadi apakah dia sudah pernah dapat dana studi berjalan, itu kita tidak berikan lagi untuk bantuan buat mahasiswa studi akhir, kecuali dia benar-benar mahasiswa studi akhir baru kita berikan dana tersebutnya,” ujarnya.

Makaroni Yoman, mahasiswa Jurusan Agronomi Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Santo Thomas Aquina Jayapura, mengatakan sejak mulai kuliah ketika disuruh mengumpulkan data ia selalu melakukannya.

"Tapi dari sejak saya kuliah sampai sekarang sudah mau selesai, saya tidak pernah mendapat bantuan," katanya.

Padahal, katanya, setiap ikatan dan tingkatan HMPLJ, serta kepala-kepala kampung menyuruh mengumpulkan data ia selalu mengirimkan.

"Sebenarnya itu ada yang mengatasnamakan apa sampai dana tidak pernah sampai di kita yang punya data lengkap, kemarin bupati suruh urus tabungan bank BPD dan syarat lain, tapi ya pasti sama saja karena awal-awal saja tidak pernah saya dapatkan," ujarnya. (*)

loading...

Sebelumnya

Noken angkat perekonomian perempuan Papua

Selanjutnya

“Ayo, Pakai Noken!”

Simak Juga

Populer
Polhukam |— Kamis, 06 Desember 2018 WP | 34421x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 23018x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 18979x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe