Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Dunia
  3. Waspadapai aksi Rompi Kuning, ini langkah polisi Prancis
  • Jumat, 07 Desember 2018 — 13:06
  • 659x views

Waspadapai aksi Rompi Kuning, ini langkah polisi Prancis

Imbauan kepolisian menutup sejumlah lokasi, termasuk sejumlah toko-toko di sepanjang Champs-Elysees dan gerai lainnya di dekat lokasi ikonik tersebut.
Ilustrasi demontrasi, pixabay.com
Editor : Edi Faisol

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Jakarta, Jubi - Sejumlah lokasi terkenal di Prancis, termasuk Menara Eiffel dan Museum Louvre, ditutup setelah aparat memperingatkan kemungkinan aksi kekerasan dalam unjuk rasa gerakan rompi kuning pada akhir pekan ini.

Imbauan kepolisian menutup sejumlah lokasi, termasuk sejumlah toko-toko di sepanjang Champs-Elysees dan gerai lainnya di dekat lokasi ikonik tersebut. Kepolisian juga meminta para pemilik toko menutup pintu kiosnya, juga menutup jendela, dan memasukkan semua furnitur di luar bangunan mereka, seperti meja dan kursi.

Sementara itu, sejumlah tempat penyelenggaraan opera legendaris, seperti Garnier dan Bastille, juga pembatalkan semua acara yang dijadwalkan digelar pada Sabtu (8/12/2018).  Tak hanya itu, kepolisian juga meminta sekolah-sekolah yang terletak di dekat kawasan Champs-Elysees, meniadakan pelajaran pada Sabtu ini.

Sebelumnya, Perdana Menteri Prancis, Edouard Philippe, juga mengatakan bahwa pemerintah sudah mengerahkan 8 ribu personel kepolisian untuk bersiaga di Paris. Prancis juga mengerahkan puluhan kendaraan bersenjata untuk pengendalian massa jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.

Selain itu, pemerintah juga menyebar 89 ribu personel kepolisian ke seluruh penjuru Prancis, lebih banyak dari pengamanan demonstrasi pekan lalu yang hanya mencapai 65 ribu.

Menurut Philippe, upaya pencegahan ini sangat penting karena gerakan rompi kuning masih terus menyerukan demonstrasi meski pemerintah sudah menunda kenaikan harga bahan bakar minyak, kebijakan yang selama ini mereka tolak.

Keputusan penundaan itu diumumkan setelah unjuk rasa di Paris berujung ricuh pada pekan lalu hingga pemerintah Prancis mempertimbangkan pendeklarasian situasi darurat.

Menurut para demonstran, penundaan kenaikan bahan bakar itu bukan solusi karena pemerintah bisa saja menaikkannya kembali ketika situasi sudah kondusif. (*)

loading...

Sebelumnya

Lecehkan 50 bocah, pastor AS ditahan di Filipina

Selanjutnya

Putri Dubai diklaim pulang usai kabur

Simak Juga

Populer
Polhukam |— Kamis, 06 Desember 2018 WP | 34420x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 23018x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 18979x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe