Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Dunia
  3. Putri Dubai diklaim pulang usai kabur
  • Jumat, 07 Desember 2018 — 13:19
  • 733x views

Putri Dubai diklaim pulang usai kabur

Sheikha Latifa sempat dikabarkan menghilang sembilan bulan lalu.
Ilustrasi, pixabay.com
Editor : Edi Faisol

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Jakarta, Jubi - Otoritas Dubai mengklaim salah satu putrinya, Sheikha Latifa, yang sempat dikabarkan menghilang sembilan bulan lalu, telah pulang dan dalam kondisi aman bersama keluarganya.

"Yang Mulia Sheikha Latifa saat ini dalam kondisi aman di Dubai," bunyi pernyataan yang dirilis Pengadilan Kerajaan Dubai pada Kamis (6/12/2018).

Otoritas Dubai itu bahkan mengatakan Sheikha Latifa sedang mempersiapkan perayaan hari ulang tahunnya yang ke-33.  "Sheikha Latifa dan keluarganya tengah berencana merayakan hari ulang tahunnya hari ini yang digelar secara damai dan tertutup, dan membangun masa depannya yang bahagia dan stabil," tulis rilis itu menjelaskan.

Sheikh Latifa, anak dari pemimpin Dubai Sheikh Mohammed bin Rashid al-Maktoum, sempat menjadi perhatian publik ketika secara blak-blakan menceritakan upayanya untuk keluar dari Uni Emirat Arab dan kabur dari sang ayah.

Sebuah organisasi pemerhati hak asasi manusia merilis video di mana Latifa bercerita mengenai alasannya kabur. Perempuan kelahiran 1985 itu berupaya kabur dari rumahnya pada Maret lalu setelah mengeluh terkait perlakukan ayahnya yang represif.  Latifa kabur melalui perbatasan ke Oman dengan bantuan seorang teman  lalu kabur ke India menggunakan kapal dibantu oleh seorang warga Prancis, Herve Jaubert, yang berhasil melarikan diri dari Uni Emirat Arab pada 2010 lalu.

Dikutip The Telegraph, sebelum sampai ke pesisir India, kapal Sheikha Latifa dicegat oleh tiga kapal perang India dan dua kapal perang Uni Emirat Arab. Jaubert mengklaim dia dan krunya dipukuli oleh pasukan Uni Emirat Arab sebelum Latifa dibawa pergi. Seluruh akun media sosial kerap menceritakan kisahnya jagad maya ditutup tak lama setelah itu.

"Ayah saya adalah orang paling jahat yang pernah saya temui dalam hidup saya," ucap Latifa sambil menangis dalam video yang dirilis di YouTube.

"Jika Anda menonton video ini, berarti bukan pertanda baik. Entah saya mati atau saya berada di dalam situasi yang sangat, sangat buruk." Katanya.

Sejak video itu muncul, Latifa tidak terdengar lagi hingga memicu ketakukan akan keselamatannya. Kisah Latifa bahkan dibuat BBC2 menjadi sebuah film dokumenter berjudul Escape from Dubai, yang disiarkan untuk pertama kalinya pada Kamis kemarin. (*)

loading...

Sebelumnya

Waspadapai aksi Rompi Kuning, ini langkah polisi Prancis

Selanjutnya

Iran sebut senjata AS ubah Timur Tengah jadi tong mesiu

Simak Juga

Populer
Polhukam |— Kamis, 06 Desember 2018 WP | 34421x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 23019x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 18980x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe