Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Jawa
  3. Kopi dan padi organik asal daerah ini sudah tersertifikasi
  • Jumat, 07 Desember 2018 — 13:57
  • 709x views

Kopi dan padi organik asal daerah ini sudah tersertifikasi

Terbitnya komoditi pertanian itu diharapkan mampu mendorong gabungan kelompok tani lain mengembangkan pertanian organik.
Ilustrasi, pixabay.com
Editor :

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Lumajang, Jubi - Sejumlah kelompok tani di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, menerima sertifikat organik untuk komoditas padi dan kopi. Terbitnya komoditi pertanian itu diharapkan mampu mendorong gabungan kelompok tani lain mengembangkan pertanian organik.

"Ada tiga kelompok tani padi dan satu kelompok tani kopi yang menerima sertifikat organik tersebut," kata Kepala Dinas Pertanian Lumajang, Imam Suryadi, Jumat, (7/12/2018).

Sertifikat organik dari Lembaga Sertifikasi Organik Seloliman diberikan kepada gabungan kelompok tani (Gapoktan) Mahameru di Kecamatan Candipuro khusus untuk tanaman padi organik, sedangkan untuk ruang lingkup padi dan hayati diserahkan kepada Gapoktan Sumber Rejeki di Kecamatan Jatiroto.

Ruang lingkup padi diberikan kepada Poktan Khisma Agung di Kecamatan Randuagung dan sertifikat organik ICERT Bogor khusus tanaman kopi diserahkan kepada Poktan Mawar di Desa/Kecamatan Pasrujambe.

"Pertanian organik mempunyai kelebihan untuk meningkatkan kesehatan dan menjaga kelestarian lingkungan, sehingga petani diimbau beralih ke organik dan saat ini sudah mulai marak di masyarakat untuk bisa beralih ke pertanian organik," ujar Imam Suryadi menambahkan.

Ia menjelaskan, pertanian organik memperkaya unsur hara tanah, mengurangi ongkos sarana produksi, ramah lingkungan dan menghasilkan produk pertanian yang lebih sehat dan bernilai jual tinggi.

Hal itu dibuktikan di Desa Penanggal, Kecamatan Candipuro semakin gencar mengembangkan pertanian organik dalam beberapa tahun terakhir, bahkan semakin menjadi primadona seiring dengan isu pertanian ramah lingkungan.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Lumajang, Agus Widarto, mengaku senang dan bangga atas komitmen petani untuk bertanam secara organik di Kabupaten Lumajang.

"Pemkab Lumajang akan melakukan pembinaan terhadap petani dari pertanian padi organik maupun pertanian yang lain," kata Agus.

Menurut dia potensi pertanian Kabupaten Lumajang sangat tinggi, terutama komoditas padi dan kopi. Meskipun musim hujan, panen padi melimpah, namun harga masih tetap melambung, karena kurangnya pengering untuk panen padi.

"Saat ini Kabupaten Lumajang sudah mendapat bantuan tiga pengering padi dari pemerintah pusat, namun para petani lainnya akan mendapatkan pengering juga pada 2019," katanya. (*).

 

loading...

Sebelumnya

Warga Merauke kaget, Satpol PP gelar operasi yustisi

Selanjutnya

Bawaslu Merauke turunkan delapan baliho caleg

Simak Juga

Populer
Polhukam |— Kamis, 06 Desember 2018 WP | 34422x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 23023x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 18981x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe