Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Penkes
  3. Belum bayar uang sewa, mahasiswa Mamteng di Solo diusir pemilik rumah
  • Jumat, 07 Desember 2018 — 21:32
  • 2047x views

Belum bayar uang sewa, mahasiswa Mamteng di Solo diusir pemilik rumah

Pemilik rumah kontrak, Yessyy, terpaksa minta para mahasiswa tersebut keluar dari rumahnya karena setelah dua bulan menempati rumah, sama sekali belum ada pembayaran, dari Rp 100 juta yang sudah disepakati. Bendahara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mamteng, Dominggus, penanggung jawab urusan sewa rumah, tidak bisa dihubungi.
Ilustrasi, mahasiswa Mamberamo Tengah – Jubi. Dok 
David Sobolim
Editor : Dewi Wulandari

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Jayapura, Jubi – Pengusiran mahasiswa Papua dari rumah kontrakan karena terlambat membayar uang sewa kembali terjadi. Kali ini di Kota Solo, Jawa Tengah.

Sebanyak 49 mahasiswa Papua asal Kabupaten Mamberamo Tengah (Mamteng) terpaksa angkat kaki dari rumah kontrak di Jalan Merapi Utara, Nusukan, Solo, yang baru ditempati selama dua bulan.

Pemilik rumah kontrak, Yessyy, terpaksa minta para mahasiswa tersebut keluar dari rumahnya karena setelah dua bulan menempati rumah, sama sekali belum ada pembayaran, dari Rp 100 juta yang sudah disepakati. Bendahara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mamteng, Dominggus, penanggung jawab urusan sewa rumah, tidak bisa dihubungi.

“Belum ada pembayaran sama sekali. Kesepakatannya Rp 100 juta untuk setahun kontrak.

Saya hubungi Pak Dominggus, HP-nya mati terus,” kata Yessyy, saat dihubungi Jubi, Jumat (7/12/2018) malam.

Ketua mahasiswa Mamteng, Agus Aud, dalam rilis yang dikirim ke Jubi, Jumat (7/12/2018), mengatakan beberapa kali pihaknya mengajukan proposal ke Pemkab Mamteng, tidak ada jawaban sampai hari ini. 

Dia mengatakan masa sewa rumah kontrak yang lama sudah habis bulan Oktober lalu. Mereka kemudian pindah ke Jalan Merapi Utara. Dua bulan menempati rumah tersebut, ternyata Pemkab Mamteng tak kunjung menyelesaikan pembayaran sewa rumah, yang berujung pengusiran para mahasiswa oleh pemilik rumah.

Saat ini, ke-49 mahasiswa tersebut, 15 putri dan 24 putra, yang kuliah di beberapai perguruan tinggi di Solo, terpaksa menumpang di asrama mahasiswa Papua lainnya.

“Kondisi sementara teman-teman terlantar dalam perkuliahan maupun tempat tinggal. Jadi sangat sulit untuk melakukan semua aktivitas,” kata Agus Aud.

loading...

Sebelumnya

Mahasiswa Lanny Jaya menunggu dana studi

Selanjutnya

70 persen guru di Wondama belum bersertifikat

Simak Juga

Populer
Polhukam |— Kamis, 06 Desember 2018 WP | 34424x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 23035x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 18981x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe