Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Ekonomi
  3. Realisasi penerimaan pajak baru capai 61 persen
  • Jumat, 07 Desember 2018 — 22:19
  • 1141x views

Realisasi penerimaan pajak baru capai 61 persen

Di KPP Pratama Jayapura ini backbone utama penerimaan adalah belanja bendahara APBN dan APBD, kedua konstruksi dan ketiga konsumsi, seperti perdagangan dan jasa keuangan tetap kita gali,” ujarnya.
Satu diantara pembangunan yang dilakukan oleh Pemerintah - Jubi/Dok.
Sindung Sukoco
Editor : Edho Sinaga

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Jayapura, Jubi - Kepala Kantor Pajak Pratama Jayapura Ardianto Nugroho mengungkapkan realisasi penerimaan pajak tahun ini di wilayahnya baru mencapai Rp1,780 Miliar dari 2,8 Triliun atau 61,79 persen. KPP Jayapura menargetkan, akhir tahun nanti realisasi pajak bisa mencapai 85 persen. Pada 2017 lalu,  realisasi penerimaan pajak KPP hanya 76 persen.

Diakuinya, pencapaian target di KPP cukup berat karena ada sejumlah faktor yang menyertai seperti rendahnya penerimaan belanja dari  bendahara pusat untuk APBN dan APBD, infrastruktur yang menggeliat karena keterlambatan melakukan lelang sehingga pekerjaan akan menumpuk dibulan Desember ini. Selain itu, inflasi di Papua yang tinggi mempengaruhi pemasukan dari PPn dari sektor konsumsi.

“Di KPP Pratama Jayapura ini backbone utama penerimaan adalah belanja bendahara APBN dan APBD, kedua konstruksi dan ketiga konsumsi, seperti perdagangan dan jasa keuangan tetap kita gali,” ujarnya.

Kepala Bank Indonesia Perwakilan Papua, Joko Supratikto mencatat, net outflow uang dari Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua pada triwulan III 2018 bersumber dari uang masuk sebesar Rp1,67 triliun, lebih sedikit dibandingkan dengan uang keluar yang tercatat sebesar Rp2,03 triliun. Dibandingkan dengan kondisi net outflow di triwulan III tahun 2017, kondisi pada triwulan III 2018 lebih rendah

“Pada triwulan IV 2018 pertumbuhan ekonomi Papua diperkirakan mengalami penurunan dan berada dikisaran (-5,2) – (-4,8) % (yoy). Dari sisi pengeluaran, perlambatan ekonomi disebabkan oleh penurunan ekspor LN Papua akibat penurunan hasil tambang Papua. Kemudian, dari sisi Lapangan Usaha, penurunan kinerja pertambangan ditengarai akan menyebabkan perlambatan tersebut. Namun demikian, perlambatan pertumbuhan ekonomi yang lebih dalam akan tertahan oleh baiknya kinerja LU pertanian, kehutanan, dan perikanan serta LU konstruksi,” ujarnya.

Sementara itu dilihat secara keseluruhan tahun 2018, pertumbuhan ekonomi Papua diperkirakan sebesar 11,26%-11,66% (yoy) lebih tinggi dibandingkan dengan tahun 2017 sebesar 4,64% (yoy).

Secara umum pertumbuhan ekonomi Papua pada tahun 2018 didorong oleh peningkatan produksi tambang di Papua secara signifikan sejalan dengan mulai memasukinya tahap final pertambangan terbuka Grasberg di Kabupaten Mimika.

Di samping itu, percepatan pembangunan infrastruktur strategis di Papua turut mendorong pertumbuhan ekonomi pada tahun 2018.(*)

loading...

Sebelumnya

Noken angkat perekonomian perempuan Papua

Selanjutnya

Fotografi tidak hanya sekadar hobi

Simak Juga

Populer
Polhukam |— Kamis, 06 Desember 2018 WP | 34420x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 23017x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 18979x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe