Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Polhukam
  3. Sejak evakuasi dilakukan, empat warga Nduga dilaporkan tewas, lainnya mengungsi ke hutan
  • Minggu, 09 Desember 2018 — 09:36
  • 8149x views

Sejak evakuasi dilakukan, empat warga Nduga dilaporkan tewas, lainnya mengungsi ke hutan

“Dua di Mbua, dua di Yigi, Semuanya keluarga dekat saya. Mereka ditembak aparat keamanan saat aparat lakukan proses evakuasi,” kata Samuel Tabuni, tokoh pemuda Papua kepada Jubi melalui sambungan telepon, Minggu pagi.
Pasukan tambahan yang dikirimkan ke Nduga saat proses evakuasi (5/12/2018) - Jubi/Islami
Victor Mambor
Editor :

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Jayapura, Jubi - Hingga hari ini, Minggu (9/12/2018) dilaporkan sebanyak empat warga sipil di Nduga tewas pasca insiden penembakan karyawan PT. Istaka Karya yang menewaskan 16 orang, 2-3 Desember lalu. Empat warga sipil ini tewas antara tanggal 4-5 Desember saat aparat keamanan melakukan proses evakuasi korban insiden Nduga.

“Dua di Mbua, dua di Yigi, Semuanya keluarga dekat saya. Mereka ditembak aparat keamanan saat aparat lakukan proses evakuasi. Satu di Mbua itu paman saya. Dia majelis gereja, namanya Yulianus Tabuni,” kata Samuel Tabuni, tokoh pemuda Papua kepada Jubi melalui sambungan telepon, Minggu pagi.

Samuel juga menyebutkan bahwa masyarakat di Mbua, Yall dan Yigi saat ini sudah mengungsi ke hutan-hutan. Pengungsian warga ini bisa membuat korban bertambah lagi karena kekurangan makanan atau masalah kesehatan selama mengungsi.

Informasi korban sipil yang tewas di Mbua dan Yigi itu didapatkan Samuel dari keluarganya sendiri hingga dirinya yakin informasi tersebut benar adanya. Jika ada informasi tentang korban sipil lainnya selain empat orang yang diketahuinya, ia mengatakan belum bisa memastikannya.

Samuel menambahkan bahwa keluarganya mengatakan beberapa pendeta dipaksa oleh aparat keamanan sebagai penunjuk jalan dalam operasi pengejaran kelompok bersenjata yang mengklaim diri sebagai pelaku serangan terhadap karyawan PT. Istaka Karya.

Mengenai informasi serangan dari udara yang beredar belakangan ini, Samuel berkata informasi itu belum bisa dikonfirmasi.

“Akses informasi maupun transportasi ke Nduga saat ini memang sulit. Jadi kita belum bisa memverifikasi setiap informasi yang kita dapat,” sambung Samuel.

Kapendam XVII/Cendrawasih, Kolonel Inf Muhammad Aidi, dikutip oleh republika.co.id menegaskan, pihaknya tidak menggunakan bom dan tembakan dari pesawat ataupun helikopter dalam mengejar kelompok bersenjata Nduga, Papua. TNI, kata Aidi mengetahui dan paham soal adanya aturan yang berlaku.

"Dalam operasi ini tidak ada penembakan dari pesawat. Hanya pendorongan manusianya, prajurit melaksanakan evakuasi. Tidak ada (menggunakan bom)," ujar Aidi pada Jumat (7/12/2018).

Namun Kepala Distrik Nirkuri, Yosekat K. Kamarigi kepada VOA Indonesia mengatakan tembakan diarahkan ke tempat tinggal warga di hutan-hutan. Data sementara yang dikumpulkannya ada empat orang luka-luka dan dua orang meninggal karena tembakan. Keduanya adalah aparat kampung Wuridlak, dan satunya aparat desa Kujondumu.

“Kami minta kepada warga melalui radio untuk mereka kumpul di satu tempat atau di halaman gereja. Tetapi mereka katanya ketakutan karena polisi dan tentara tembak sembarang. Jadi saya minta untuk simpan foto, video dan gambar-gambar, dan mereka sudah bilang disana ada sebagian sudah ada bukti-butkinya,” tambah Yosekat, dikutip VOA Indonesia. (*)

loading...

Sebelumnya

Kasus Paniai, Aktivis HAM: Kalau Indonesia tak mampu, serahkan saja ke PBB

Selanjutnya

Kasus Nduga, DPR Papua: Kenapa sipil kerja tak aman, TNI aman?

Simak Juga

Terkini

Populer
Polhukam |— Kamis, 06 Desember 2018 WP | 34145x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 20606x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 17888x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe