Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Jayapura Membangun
  3. Kampanye lingkungan lewat Festival Cycloop
  • Minggu, 09 Desember 2018 — 11:11
  • 575x views

Kampanye lingkungan lewat Festival Cycloop

"Oleh karena itu pemerintah menyatakan Cycloop sebagai Kawasan Cagar Alam. Selain itu kawasan ini menjadi sumber mata air, bagi masyarakat yang tinggal di Kabupaten dan Kota Jayapura," katanya, di Pantai Pasir 6, di hari penutupan.
Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw saat menghadiri acara puncak Festival Cycloop-Jubi/Gusti

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi - Festival Cycloop yang digelar 6-8 Desember 2018 di kawasan Pantai Pasir 6, Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua, berlangsung meriah dan ditutup pada Sabtu (8/12/2018).

Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, saat menghadiri acara puncak Festival Cycloop, mengatakan Cycloop adalah kawasan yang dilindungi, karena memiliki keanekaragaman hayati yang patut dijaga.

"Oleh karena itu pemerintah menyatakan Cycloop sebagai Kawasan Cagar Alam. Selain itu kawasan ini menjadi sumber mata air, bagi masyarakat yang tinggal di Kabupaten dan Kota Jayapura," katanya, di Pantai Pasir 6, di hari penutupan.

Ia turut mengapresiasi, apa yang sudah digagas oleh anak-anak muda kreatif di Jayapura.

"Mereka terus mengampanyekan, mengimbau, dan mendorong gerakan untuk tetap memberi perhatian penuh, agar Cycloop tetap lestari," katanya.

Rangkaian kegiatan festival, diawali dengan kegiatan seminar atau Forum Grup Diskusi (FGD) di Aula Korem 172 Korem172/Praja Wira Yakthi, di Abepura, Kota Jayapura, pada Kamis (6/12/2018).

Seminar dihadiri BKSDA Provinsi Papua, komunitas Lestari Papua, dan Universitas Cenderawasih. Salah satu perwakilan BKSD, Askari Daeng Masuki, mengatakan Cycloop penting karena berfungsi sebagai penyanga lingkungan.

"Apalagi hidrologi air dari Pegunungan Cycloop sekitar 128 ribu meter kubik, yang mengalir ke Danau Sentani, dan sebagian lagi mengalir ke laut," katanya.

Selain FGD, pada Jumat (7/12/2018), digelar konvoi yang dilepas dari Sentani sampai ke Pantai Pasir 6, sekaligus aksi penanaman pohon. Pada penutupan, masyarakat dan pemerintah menandatangani komitmen aksi penyelamatan Cycloop.

Diketahui, Pegunungan Cycloop terbentang dari Kabupaten Jayapura sampai Kota Jayapura sebagai ibu kota Provinsi Papua, dengan luas 31 ribu hektare. Dari data BKSDA pada 2016, hampir 7-8 persen terjadi kerusakan di kawasan ini, atau seluas 2000 hektare. Untuk itulah, upaya mengampanyekan perlindungan Cycloop terus digalakkan.

Sementara lokasi festival, Pantai Pasir 6, terletak di Kota Jayapura, yang bisa diakses dari Kelurahan Angkasa.

"Perjalanan untuk ke lokasi cukup ekstrem sejauh sekitar 4 kilometer memasuki kawasan Cycloop. Jalan pun belum diaspal. Tapi panitia menyediakan kendaraan yang sesuai medan, untuk mengangkut pengunjung," kata Daniel Toto, yang diketahui sebagai pemilik lokasi pelaksanaan festival. (*)

loading...

Sebelumnya

Remaja harus mampu bersuara dalam pembangunan

Selanjutnya

Siklop sangat penting bagi kehidupan manusia

Simak Juga

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe