Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Otonomi
  3. Ke depan, dana Prospek turun dalam bentuk program
  • Minggu, 09 Desember 2018 — 13:17
  • 489x views

Ke depan, dana Prospek turun dalam bentuk program

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Papua, Muhammad Musa"ad, mengatakan beberapa perubahan kebijakan dilakukan pemerintah provinsi untuk menghindari adanya tumpang tindih penggunaan dana, mengingat kampung-kampug di Papua juga menerima dana desa yang jumlahnya cukup besar. 
Ilustrasi, seorang kepala kampung saat menerima dana Prospek dari pemerintah daerah - Dok. Jubi        

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Jayapura, Jubi - Ke depan dana Program Strategis Pembangunan Ekonomi dan Kelembagaan Kampung (Prospek) tidak lagi turun dalam bentuk dana segar ke masing-masing kampung, tetapi akan dibuat melalui program-program. 

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Papua, Muhammad Musa'ad, mengatakan beberapa perubahan kebijakan dilakukan pemerintah provinsi untuk menghindari adanya tumpang tindih penggunaan dana, mengingat kampung-kampug di Papua juga menerima dana desa yang jumlahnya cukup besar. 

"Hal ini nanti secara resmi akan disampaikan Gubernur Papua kepada masyarakat, ketika RPJMD 2018-2023 sudah masuk dan ditetapkan di DPRP. Ada perubahan-perubahan," kata Musa'ad, kepada wartawan, di Jayapura, pekan kemarin.

Selain Prospek, ujar ia, program pendidikan juga akan dibatasi. Dalam artian, tidak akan ada banyak program yang harus dibuat tetapi lebih efektif dan dananya bisa lebih banyak.

"Mending program sedikit tapi dananya besar, daripada kita membagi-bagi kue yang ukurannya secuil dan akhirnya daya ungkit menjadi tidak optimal," ujarnya. 

Terkait program Bangga, pihaknya berharap mampu memperbaiki gizi dan menurunkan angka kemiskinan di Papua, mengingat salah satu indikator kemiskinan yakni pendapatan tetap setiap penduduk.

"Masyarakat kita banyak yang tidak memiliki pendapatan tetap. Tapi dengan adanya progam Bangga, masyarakat akan miliki pendapatan tetap. Kalau seorang ibu memiliki dua anak, tiap bulan dia akan mendapat Rp 400 ribu. Jumlah ini menjadi standar minimal, orang itu tidak miskin," katanya.

"Kalau program ini bisa berjalan baik tentu tiap bulan masyarakat akan peroleh pendapatan tetap yang diberikan pemerintah. Dengan begitu akan ada efek terhadap kemiskinan, tentu semua ini baru bisa terlihat dalam dua tahun ke depan," sambungnya.

Dia menambahkan dana program Bangga yang diberikan bukan hibah ataupun bantuan sosial (Bansos), sehingga pertanggungjawaban anggaran akan dilakukan oleh pemerintah daerah.

"Ini program, jadi yang bertanggung jawab sepenuhnya adalah pemerintah daerah," ujarnya.

Terpisah, Lery Tomkey, warga Mimika, mengatakan Prospek yang merupakan program Pemerintah Provinsi Papua diharapkan mampu memecahkan permasalahan masyarakat di kampung-kampung.

"Kalau penyalurannya mau diubah silakan saja, yang terpenting sasarannya harus jelas dan tepat sasaran, sehingga masyarakat di kampung-kampung benar-benar bisa merasakan manfaatnnya," kata Lery. (*)

loading...

Sebelumnya

Dana abadi Pemprov Papua belum terpakai satu sen pun

Selanjutnya

Pemprov Papua ajak Pusat duduk bersama bahas HAM 

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe