Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Jayapura Membangun
  3. Bupati Jayapura: Gunung Siklop pernah mengancam kehidupan kita
  • Minggu, 09 Desember 2018 — 13:49
  • 1330x views

Bupati Jayapura: Gunung Siklop pernah mengancam kehidupan kita

Banjir bandang yang menghanyutkan puluhan rumah warga, memutus poros jalan utama dan jembatan, serta ribuan harta benda milik masyarakat yang hilang di pertengahan tahun 2002 silam adalah bukti. Kejadian tersebut sangat jelas mengancam jiwa umat manusia yang lalai tidak merawat serta melestarikan kawasan cagar alam Siklop.
Pegunungan Siklop dipandang dari Bukit Tungkuwiri Kampung Doyo Lama - Jubi/Engel Wally   

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Sentani, Jubi – Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, mengingatkan kepada masyarakat di Kabupaten dan Kota Jayapura bahwa Gunung Siklop pernah mengancam kehidupan umat manusia di wilayah tersebut.

Banjir bandang yang menghanyutkan puluhan rumah warga, memutus poros jalan utama dan jembatan, serta ribuan harta benda milik masyarakat yang hilang di pertengahan tahun 2002 silam adalah bukti. Kejadian tersebut sangat jelas mengancam jiwa umat manusia yang lalai tidak merawat serta melestarikan kawasan cagar alam Siklop.

“Pemerintah Provinsi Papua harusnya ada inisiatif turut terlibat dalam proses pelestarian kawasan penyangga dan cagar alam ini. Jangan hanya aksi-aksi yang tidak disertai dengan regulasi yang menjadi dasar hukum terkait pelestarian gunung Siklop,” tegas Bupati Awoitauw, di Sentani, Sabtu (8/12/2018).

Menurutnya, kondisi kawasan cagar alam Siklop saat ini cukup memprihatinkan dengan adanya perambah liar dan aktivitas lain di kawasan tersebut.

Karena gunung Siklop membentang antara Kabupaten dan Kota Jayapura, dirinya minta Pemerintah Provinsi Papua turut terlibat aktif menjaga kelestarian kawasan carag alam ini.

“Harus buat regulasi yang kuat dan tegas untuk penertiban kawasan cagar alam, karena kawasan cagar alam ini merupakan sumber kehidupan bagi puluhan ribu bahkan ratusan ribu masyarakat yang saat ini tinggal di kaki gunung Siklop,” ujar Bupati Awoitauw.

Dirinya berharap Pemerintah Provinsi Papua menginisiasi pertemuan dengan sejumlah kepala daerah di tingkat kabupaten yang masyarakatnya mendiami kawasan cagar alam Siklop.

“Kawasan Siklop ini dimiliki oleh sejumlah masyarakat adat, mulai dari Moi, Sentani, Teperayewena, hingga Imbinumbai. Karena sudah ada batasannya, sehingga tidak boleh ada aktivitas apapun di atas kawasan tersebut,” jelasnya.

Sementara itu, tokoh masyarakat adat Sentani, Boaz Enok, mengungkapkan kondisi kawasan cagar alam Siklop saat ini sudah sangat berubah dari waktu-waktu yang lalu. Banyak aktivitas masyarakat di kawasan cagar alam. Banyak pula sumber mata air yang mulai kering.

“Dampak yang saat ini dihadapi adalah menipisnya sumber air dari sejumlah mata air dari gunung Siklop. Air terjun dan sungai besar sudah tidak ada lagi air yang mengalir,” ungkapnya. (*)

loading...

Sebelumnya

Siklop sangat penting bagi kehidupan manusia

Selanjutnya

DPRD Jayapura dukung rencana penataan kota Sentani

Simak Juga

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe