Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Polhukam
  3. Kasus Nduga, DPR Papua: Kenapa sipil kerja tak aman, TNI aman?
  • Minggu, 09 Desember 2018 — 14:40
  • 5061x views

Kasus Nduga, DPR Papua: Kenapa sipil kerja tak aman, TNI aman?

"Kami DPR Papua turut berduka dengan kejadian di Nduga. Coba tulis, tanya itu ada apa. Kenapa sipil kerja tidak aman, TNI aman," kata Edoardus Kaize pekan lalu. 
Ilustrasi ruas jalan trans Papua di Kabupaten Nduga - Kementerian PUPR

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Jayapura, Jubi - Wakil Ketua I DPR Papua, Edoardus Kaize menyatakan, tak aman jika pekerja sipil atau perusahaan swasta yang mengerjakan jalan trans Papua, berbeda kalau pengerjaannya dilakukan oleh TNI. 

Pernyataan itu dikatakan politikus Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan itu terkait insiden penembakan terhadap karyawan PT. Istaka Karya di Kabupaten Nduga, 2-3 Desember 2018 lalu.

"Kami DPR Papua turut berduka dengan kejadian di Nduga. Coba tulis, tanya itu ada apa. Kenapa sipil kerja tidak aman, TNI aman," kata Edoardus Kaize pekan lalu. 

Menurutnya, jangan sampai ada pihak-pihak tertentu mengintimidasi pekerja sipil dari perusahaan swasta dalam proyek pembangunan jalan trans Papua, yang merupakan program pembangunan pemerintah pusat. 

"Jangan sampai ini intimidasi terhadap perusahaan-perusahaan itu, bahwa kamu tidak cocok kerja di situ," ujarnya. 

Kata Kaize, satu atau dua tahun lalu ketika yang mengerjakan pembangunan jalan trans Papua, termasuk di Kabupaten Nduga adalah TNI, kondisinya aman. Namun saat pekerja sipil yang kini mengerjakan, situasinya tidak aman. 

"Kalau TNI yang kerja aman, sekarang pekerja sipil yang kerja tidak aman, ada apa," ucapnya. 

"Apakah di hutan mereka jaga orang sipil? Bagi saya tidak. Itu yang harus dipertanyakan di situ. Inikan proyek negara, program negara untuk membangun jalan raya. Jadi aparat TNI maupun Polri wajib menjaga itu," ujarnya lagi.

 Hingga Minggu (9/12/2018), dikabarkan empat warga sipil di Nduga meninggal dunia sekira 4-5 Desember 2018, saat aparat keamanan melakukan proses evakuasi korban penembakan dari wilayah itu. 

"Dua (orang) di Mbua (distrik) dan dua (orang) di Yigi (distrik). Semuanya keluarga dekat saya," kata salah satu tokoh pemuda Papua, Samuel Tabuni via teleponnya kepada Jubi, Minggu (9/12/2018). 

Menurutnya, kini masyarakat di Mbua dan Yigi telah mengungsi ke hutan. Namun dikhawatirkan hal itu dapat menyebabkan warga kekurangan bahan makanan dan masalah kesehatan selama mengungsi. (*) 


 

loading...

Sebelumnya

Sejak evakuasi dilakukan, empat warga Nduga dilaporkan tewas, lainnya mengungsi ke hutan

Selanjutnya

Edoardus Kaize: Apa yang mau ditumpas di Nduga?

Simak Juga

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe