Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Polhukam
  3. Edoardus Kaize: Apa yang mau ditumpas di Nduga?
  • Minggu, 09 Desember 2018 — 14:46
  • 19619x views

Edoardus Kaize: Apa yang mau ditumpas di Nduga?

"Apa yang mau ditumpas di sana (Nduga). Kalau bicara alutsista TNI dan Polri, terlalu luar biasa untuk menghadapi mereka yang di hutan. Tapi apakah harus begitu? Bagi saya, stigma-stigma yang diberikan dalam kejadian itu aneh," kata Edoardus Kaize, pekan lalu. 
Wakil Ketua I DPR Papua, Edoardus Kaize - Jubi/Arjuna Pademme.
Arjuna Pademme
Editor : Edho Sinaga

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Jayapura, Jubi - Wakil Ketua I DPR Papua, Edoardus Kaize mengatakan, adanya permintaan sejumlah pihak agar aparat keamanan (Polri dan TNI) diturunkan menumpas (mengejar dan menangkap) kelompok bersenjata di Kabupaten Nduga, Papua yang menyebabkan jatuhnya korban jiwa belum lama ini, bukanlah langkah yang tepat.

 Ia mengatakan, dalam situasi seperti sekarang, para pihak terkait tidak bisa saling menyalahkan, termasuk mengerahkan personil Polri dan TNI melakukan operasi "tumpas", sebelum mendapat kebenaran yang jelas. 

"Apa yang mau ditumpas di sana (Nduga). Kalau bicara alutsista TNI dan Polri, terlalu luar biasa untuk menghadapi mereka yang di hutan. Tapi apakah harus begitu? Bagi saya, stigma-stigma yang diberikan dalam kejadian itu aneh," kata Edoardus Kaize, pekan lalu. 

Menurutnya, jika bicara aksi kelompok bersenjata yang selama ini menyebabkan jatuhnya korban, termasuk kejadian di Nduga, yang menjadi pertanyaan dari mana asal amunisi dan senjata yang digunakan kelompok itu, karena mereka tidak dapat membuat senjata dan amunisi. 

"Kalau dibilang rampasan, berapa banyak yang mereka rampas dan dibawa ke hutan. Jalan ke mana-mana mereka bawa, barang bisa rusak di hutan," ucapnya. 

"Terus mereka bisa tembak sekian banyak orang. Kalau semua tembak, berapa banyak mereka simpan (senjata dan amunisi) di hutan. Siapa yang bawa peluru di hutan sana," sambungnya.  

Katanya, masyarakat yang mudah mengakses informasi dari media, terkadang menyebut kelompok itu bersembunyi di salah satu daerah, padahal belum tentu kebenarannya. 

"Selalu dibilang sembunyi di sana dan di situ. Padahal kita tidak tahu pasti, hanya tuduh-tuduh orang sembunyi di suatu tempat," ujarnya. 

Salah seorang tokoh pemuda Papua, Samuel Tabuni via teleponnya kepada Jubi, Minggu (9/12/2018), mengatakan, informasi yang ia dapat dari keluarganya di Kabupaten Nduga, masyarakat Distrik Mbua dan Yigi, telah mengungsi ke hutan.

Namun dikhawatirkan, para warga yang mengungsi itu akan kekurangan bahan makanan dan mengalami masalah kesehatan selama di pengungsian. 

"Akses informasi dan transportasi ke Nduga kini memang sulit, sehingga sulit memverifikasi setiap informasi," kata Samuel Tabuni. (*) 

loading...

Sebelumnya

Kasus Nduga, DPR Papua: Kenapa sipil kerja tak aman, TNI aman?

Selanjutnya

Ketua KPU Papua: Demo, bentuk kontrol publik terhadap Timsel

Simak Juga

Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe