Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Polhukam
  3. Majelis gereja di Nduga tewas ditembak
  • Minggu, 09 Desember 2018 — 17:23
  • 24572x views

Majelis gereja di Nduga tewas ditembak

“Benar, Yulianus Tabuni adalah majelis gereja di Mbua Dia bukan anggota kelompok bersenjata. Dia yang biasa mengurus kolekte gereja,” jelas Pendeta Dr. Benny Giay kepada Jubi, Minggu (9/12/2018).
Ilustrasi letak Kabupaten Nduga - IST
Victor Mambor
Editor :

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Jayapura, Jubi -  Yulianus Tabuni, warga Mbua yang disebutkan tewas saat proses evakuasi korban insiden Nduga, 2-3 Desember lalu ternyata seorang majelis gereja setempat, tepatnya di Distrik Mbua.

“Benar, Yulianus Tabuni adalah majelis gereja di Mbua Dia bukan anggota kelompok bersenjata. Dia yang biasa mengurus kolekte gereja,” jelas Pendeta Dr. Benny Giay kepada Jubi, Minggu (9/12/2018).

Yulianus, menurut Pendeta Giay, dilaporkan oleh anggota jemaat gereja Kemah Injili (Kingmi) tewas ditembak aparat keamanan dalam gereja saat aparat keamanan sedang melakukan evakuasi korban insiden Nduga Namun belum diketahui apa sebabnya.

Gereja Kingmi sendiri memiliki sekitar 60 ribu umat di Nduga. Mayorutas penduduk Kabupaten Nduga adalah umat Gereja Kingmi.

Tokoh pemuda Papua asal Nduga, Samuel Tabuni sebelumnya mengkonfirmasi adanya empat warga yang tewas di Nduga saat proses evakuasi berjalan. Dua orang warga di Distrik Mbua dan dua lainnya di Yigi tewas ditembak aparat keamanan.

“Satu di Mbua itu paman saya. Dia majelis gereja, namanya Yulianus Tabuni. Ia ditembak tiga hari setelah pristiwa penembakan karyawan PT, Istaka Karya,” kata Samuel.

Pendeta Benny Giay meminta agar Presiden Joko Widodo memperhatikan perkembangan penyisiran yang dilakukan oleh aparat keamanan (TN/Polri) di Nduga pasca perintah pengejaran kelompok bersenjata yang dikeluarkan oleh presiden.

“Ini menjelang natal. Umat kami ingin menjalankan natal dalam kondisi yang tenang dan damai. Gereja kami juga harus berkunjung ke Nduga, karena sebagian besar penduduk Nduga adalah umat Kingmi, namun belum bisa. Kami hanya mendapatkan laporan dari umat dan pengurus gereja di Mbua, Yall dan Yigi,” ujar Pendeta Benny Giay.

Ia juga berharap akses ke Nduga dibuka bagi pihak-pihak independen untuk melakukan investigasi terhadap peristiwa penembakan karyawan PT. Istaka Karya maupun peristiwa lanjutan pasca insiden yang menewaskan 16 orang karyawan PT. Istaka Karya. (*)

loading...

Sebelumnya

Perekaman KTP-el, Pemkab di Papua harus pro aktif

Selanjutnya

Satu korban penembakan Nduga kembali ditemukan

Simak Juga

Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe