Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Anim Ha
  3. Pastor Amo: Korupsi kejahatan sosial
  • Minggu, 09 Desember 2018 — 17:28
  • 669x views

Pastor Amo: Korupsi kejahatan sosial

Direktur SKP Keuskupan Agung Merauke, Pastor Anselmus Amo, MSC menegaskan korupsi sama dengan keburukan, kebusukan, kebejatan, dan ketidakjujuran yang menyimpang dari kesucian.
Direktur SKP KAME, Pastor Abselmus Amo, MSC sedang berbicara – Jubi/Frans L Kobun

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Merauke, Jubi – Direktur SKP Keuskupan Agung Merauke, Pastor Anselmus Amo, MSC menegaskan korupsi sama dengan keburukan, kebusukan, kebejatan, dan ketidakjujuran yang menyimpang dari kesucian.

Hal itu disampaikan Pastor Amo ketika berbicara sebagai nara sumber dalam kegiatan penguatan jaringan anti korupsi yang diselenggarakan Kejaksaan Negeri (Kejari) Merauke, Jumat (7/12/2018) malam, dan disiarkan langsung Radio Republik Indonesia (RRI).

Dikatakan, dari makna itu, dapat menunjukkan bahwa korupsi sebagai suatu kejahatan sosial.

Bagi gereja Katolik, ketika menggumuli tentang korupsi, ada tiga hal penting yang menjadi pedoman, yakni pertama, ingin membangun sistem administrasi dan peñata-layanan publik untuk mengurangi bahkan menghilangkan mentalitas serta perilaku koruptif, sebagai upaya pembaharuan hidup menggereja.

Kedua, gereja hendak membangun budaya anti-korupsi melalui pendidikan. Di sekolah-sekolah yayasan Katolik, diajarkan anak didik tidak menyontek. Ketika menyontek, di situ sudah mulai belajar mencuri.

“Lalu suara hati kita menjadi tumpul, lantaran membiasakan hal jahat,” ujarnya.

Jadi, lanjut Pastor Amo, pendidikan sangat penting untuk memulai dengan kejujuran.

“Saat saya masih di Seminari Pineleng, ada mahasiswa kedapatan menyontek dan langsung dikeluarkan,” tegasnya.

Poin terakhir adalah perlu diperbanyak gerakan anti-korupsi dengan membangun jaringan seperti yang dilakukan Kejari Merauke.

“Saya kira apa yang dilakukan ini direspons positif Gereja Katolik,” katanya.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Merauke, Lukas Alexander Sinuraya, menjelaskan  kegiatan dimaksud mengundang beberapa narasumber termasuk juga perwakilan  mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi.

“Kami ingin menggambarkan kepada mahasiswa bahwa kejaksaan mempunyai fungsi, baik preventif maupun penindakan,” katanya.

Dalam penindakan, menurutnya, ada keterbatasan. Olehnya perlu suaru jaringan.

“Kami minta mahasiswa dapat melaporkan mana kala ada tindakan korupsi yang terjadi,” katanya.  (*)

loading...

Sebelumnya

Pesawat Susi Air tergelincir di Bandara Bade Mappi

Selanjutnya

Imbuti, kampung tertib lalulintas

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe