Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Nusa
  3. Bawaslu Sulteng siap pidanakan masyarakat terlibat politik uang
  • Minggu, 09 Desember 2018 — 17:47
  • 629x views

Bawaslu Sulteng siap pidanakan masyarakat terlibat politik uang

Bawaslu dan Sentral Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) memilah, melihat, dan membedakan terkait dengan pelanggaran politik uang, dengan melakukan pendalaman lebih jauh kepada pihak yang terlibat.
Ilustrasi, pixabay.com

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Palu, Jubi - Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Sulawesi Tengah Ruslan Husein menegaskan masyarakat yang terlibat dalam praktik politik uang pada Pemilu 2019 bisa dipidana. Meski Bawaslu dan Sentral Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) memilah, melihat, dan membedakan terkait dengan pelanggaran politik uang, dengan melakukan pendalaman lebih jauh kepada pihak yang terlibat.

"Aturannya sangat tegas, pemberi maupun penerima diancam dengan sanksi pidana,"kata Ketua Bawaslu Sulteng, Ruslan Husein di Palu, Minggu, (9/12/2018).

Menurut Ruslan  lembaganya akan melakukan pendalaman apakah yang menerima juga merupakan orang yang melakukan, Membantu melakukan atau turut serta dan hanya sebagai korban. Pendalaman itu bagi Bawaslu penting. Oleh karena itu Bawaslu membutuhkan pengawasan partisipatif dari masyarakat menjelang pelaksanaan Pemilu 2019.

Masyarakat diminta secara aktif melakukan pencegahan terjadinya pelanggaran. Di lain pihak, mereka bisa juga memberi informasi awal jika ada potensi pelanggaran atau telah terjadi pelanggaran.

“Bisa juga memberi informasi atau laporan secara tertulis kepada Bawaslu dan jajarannya,"  ujar Ruslan menjelaskan.

Akademisi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Tadulako Palu Dr. Irwan Waris mengatakan, bahaya politik uang seperti hantu, bahkan bisa lebih hebat dari hantu. "Saya tidak pernah melihat hantu, cuman mendengarnya. Tidak sering kali melihat praktik politik uang, cuman mendengarnya dan sulit dibuktikan," kata Irwan Waris.

Hasil penelitian yang ia lakukan terhadap praktik dan bahaya politik uang selama 2 tahun pada 2016 dan tahun 2017 di tiga daerah sebagai sampel dalam penelitiannya, yaitu Kota Palu, Kabupaten Donggala dan Parigi Moutong menunjukkan masyarakat cenderung bersikap permisif terhadap kegiatan atau praktik uang dalam Pemilu, bahkan ada anggapan praktik politik uang merupakan sesuatu yang lumrah.

"Ada kebiasaan di tengah masyarakat bahwa ketika ada politikus yang datang, terus tidak membawa atau memberi sesuatu, mereka menganggap tidak biasa, bahkan mereka anggap pelit," kata Irwan. (*)

loading...

Sebelumnya

Hotel di Pekanbaru perang tarif

Selanjutnya

Longsor di daerah ini menjadi ancaman gagal panen

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe