Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Pasifik
  3. PBB dan AS dukung kebebasan berekspresi di PNG
  • Senin, 10 Desember 2018 — 06:32
  • 2148x views

PBB dan AS dukung kebebasan berekspresi di PNG

Pada Mei tahun ini, jurnalis senior PNG lainnya, Titi Gabi, juga mengatakan tidak ada kebebasan pers di negaranya, dan wartawan harus bekerja dalam keadaan takut.
Newsroom koran Post Courier, Port Moresby, Juni 2017. - RNZI/ Johnny Blades
Elisabeth Giay
Editor : Galuwo
LipSus
Features |
Selasa, 15 Januari 2019 | 10:26 WP
Features |
Senin, 14 Januari 2019 | 05:50 WP
Features |
Rabu, 09 Januari 2019 | 08:32 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Port Moresby, Jubi - PBB dan Kedutaan Amerika Serikat untuk Papua Nugini, Kepulauan Solomon, Vanuatu di Port Moresby telah mengeluarkan pernyataan bersama, mengecam upaya apa pun untuk membatasi kebebasan pers di PNG.

Pernyataan itu keluarkan menyusul pemberhentian sementara wartawan EMTV, Scott Waide, yang hanya bertahan selama satu minggu, bulan lalu karena menayangkan laporan yang dianggap memalukan pemerintah PNG.

Pada Mei tahun ini, jurnalis senior PNG lainnya, Titi Gabi, juga mengatakan tidak ada kebebasan pers di negaranya, dan wartawan harus bekerja dalam keadaan takut.

Pernyataan bersama itu menyatakan keprihatinan akan penyensoran terhadap media di PNG, yang dapat mempengaruhi pelaporan dan berdampak negatif kepada hak publik untuk menerima informasi.

PBB dan AS meminta pemerintah PNG untuk meratifikasi UU yang melindungi jurnalisme independen, dan menciptakan lingkungan bagi para jurnalis untuk bekerja secara bebas, tanpa rasa takut dan intimidasi.

“Kebebasan berekspresi adalah landasan dari masyarakat demokratis di manapun. Pers yang bebas mempunyai kekuatan untuk mengubah masyarakat, mendorong pertumbuhan ekonomi, dan membangun keyakinan investor. Kita semua bergantung pada hal ini,” menurut pernyataan itu.

“Di Papua Nugini, wartawan telah menunjukkan tekad dan profesionalisme, dalam memainkan peran mereka dalam membangun bangsa. Mereka telah berkontribusi dalam memperkuat institusi demokratis dan keterlibatan umum.”

“Analisis kritis anggota pers terhadap dunia politik, ekonomi, lingkungan, dan masyarakat menyingkap isu-isu yang mempengaruhi semua orang PNG.”

“Sedikit saja pembatasan dalam kebebasan pers tidak boleh dianggap enteng, karena hak-hak jurnalis dan hak-hak warga negara itu erat keterkaitannya.”

“Pluralitas dalam media juga sangat krusial, untuk mendorong keragaman pandangan dan melawan misinformasi.”

“PBB dan Amerika Serikat bergabung dengan wartawan, dan mengutuk upaya apa pun untuk membatasi kebebasan pers. Bersama-sama, kita meminta kepada Pemerintah (PNG), masyarakat sipil, dan publik untuk mengakui pekerjaan penting yang dilakukan oleh pers, dan untuk membela kebebasan berekspresi.” (RNZI)

loading...

Sebelumnya

Samoa rayakan Hari Disabilitas Internasional 2018

Selanjutnya

Prancis dituduh targetkan pemimpin partai pro-kemerdekaan

Simak Juga

Terkini

Populer
Polhukam |— Rabu, 09 Januari 2019 WP | 6003x views
Polhukam |— Selasa, 08 Januari 2019 WP | 5639x views
Mamta |— Kamis, 10 Januari 2019 WP | 4974x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe