TUTUP
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Pasifik
  3. Prancis dituduh targetkan pemimpin partai pro-kemerdekaan
  • Senin, 10 Desember 2018 — 06:36
  • 569x views

Prancis dituduh targetkan pemimpin partai pro-kemerdekaan

Partai pro-kemerdekaan itu percaya bahwa suatu rencana licik, sedang dimainkan oleh Prancis atas pemimpin senior itu, yang kehilangan kursinya di majelis perwakilan rakyat akibat tuduhan penyalahgunaan dana kampanye.
Kantor Komisi Tinggi Prancis di Papeete, Polinesia Prancis. - RNZI
Elisabeth Giay
[email protected]
Editor : Galuwo
LipSus
Features |
Kamis, 31 Januari 2019 | 11:00 WP
Features |
Rabu, 30 Januari 2019 | 10:08 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Papeete, Jubi - Partai pro-kemerdekaan Tavini Huiraatira di Polinesia Prancis (PP), telah menegaskan kembali tuduhannya bahwa Prancis sedang berupaya untuk membunuh karakter pemimpin partai itu, Oscar Temaru.

Bulan lalu, Temaru ditahan selama 12 jam untuk ditanyai terkait audit rekening publik pada tahun 2009. Oktober lalu, Prancis menyatakan Temaru tidak layak untuk tetap memegang kursinya selama satu tahun ke depan, secara efektif menendangnya keluar dari majelis perwakilan wilayah itu, dimana ia telah berkantor selama lebih dari tiga dekade.

Partai pro-kemerdekaan itu percaya bahwa suatu rencana licik, sedang dimainkan oleh Prancis atas pemimpin senior itu, yang kehilangan kursinya di majelis perwakilan rakyat akibat tuduhan penyalahgunaan dana kampanye.

Dalam pernyataannya, partai itu mengungkapkan bahwa selama ditahan, Temaru dan pengacaranya tidak diberitahukan apa-apa mengenai dokumen-dokumen yang memberatkannya.

Berbicara di hadapan pers setelah pembebasannya, Temaru bersikeras dia tidak melakukan hal ilegal apa pun.

“Mungkin ada persoalan dengan dokumen tertentu yang perlu diisi, tetapi tidak ada yang ilegal, tidak ada penyalahgunaan dana publik,” katanya.

Menurut Partai Tavini Huiraatira, Temaru menjadi korban balas dendam Prancis, karena telah menuntut semua presiden-presiden Prancis yang masih hidup ke Mahkamah Pidana Internasional (International Criminal Court; ICC), dengan tuduhan kejahatan terhadap kemanusiaan atas uji coba senjata nuklir di kawasan Pasifik.

Namun Komisaris Tinggi Prancis dan jaksa penuntut umum, dengan tegas menolak klaim Tavini Huiraatira bahwa ada plot untuk menyingkirkan Temaru.

Tavini Huiraatira berkata mereka terus mengecam manuver negara Prancis, yang dilakukan terhadap Temaru.

Temaru sudah lima kali menjadi presiden Polinesia Prancis. Dia juga merupakan walikota Faa'a sejak tahun 1983.

Sebelumnya, Komisaris Tinggi Prancis, Rene Bidal, mengatakan tuduhan itu terlalu berlebihan. Dalam pernyataannya ia menulis: “Saya menyesali sikap seperti ini yang menyebarkan berita mengenai adanya ‘konspirasi’ terhadap seseorang.“

Jaksa penuntut umum, Herve Leroy, juga menjelaskan bahwa Temaru ditanyai akibat adanya laporan yang pertanyaan pengeluaran di kota Faa'a. (RNZI)

loading...

Sebelumnya

PBB dan AS dukung kebebasan berekspresi di PNG

Selanjutnya

Lepra muncul kembali di PNG

Simak Juga

Terkini

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe