Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Dunia
  3. Ini langkah Prancis terhadap aksi rompi kuning
  • Senin, 10 Desember 2018 — 13:17
  • 317x views

Ini langkah Prancis terhadap aksi rompi kuning

Kantor Presiden Prancis mengumumkan Macron akan menemui serikat buruh pada Senin (10/12/) hari ini. Usai menemui serikat buruh ia akan berpidato pukul 20.00 waktu setempat untuk mengumumkan langkah konkret merespons tuntutan para pengunjuk rasa.
Ilustrasi protes, pixabay.com

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Jakarta, Jubi-Presiden Prancis, Emmanuel Macron, akhirnya mau menemui serikat buruh dan para pemimpin bisnis di negaranya untuk mencari solusi atas tuntutan gerakan rompi kuning yang menggelar aksi berujung ricuh selama beberapa pekan terakhir.

Kantor Presiden Prancis mengumumkan Macron akan menemui serikat buruh pada Senin (10/12/) hari ini. Usai menemui serikat buruh ia akan berpidato pukul 20.00 waktu setempat untuk mengumumkan langkah konkret merespons tuntutan para pengunjuk rasa.

Pidato Macron itu akan menjadi pernyataan resmi setelah gerakan rompi kuning menggelar aksi besar-besaran di berbagai penjuru Prancis selama empat pekan belakangan.

Pengumuman ini datang setelah muncul desakan dari berbagai pihak di lingkungan politik Prancis, salah satunya tokoh sayap kanan, Marine Le Pen yang menjadi rival Macron dalam pemilihan umum lalu. Le Pen mendesak Macron untuk mendengarkan penderitaan rakyat dan mengambil respons yang sangat kuat dan sesegera mungkin.

Juru bicara pemerintahan Prancis, Benjamin Griveaux, mengakui bahwa pemerintah meremehkan rakyat. "Sangat jelas bahwa kami meremehkan kepentingan rakyat untuk membuat diri mereka didengar," ujar Griveaux.

Menteri Keuangan Prancis, Bruno Le Maire, juga mengatakan bahwa demonstrasi besar-besaran ini adalah bencana ekonomi bagi negaranya.

Demonstrasi ini memang disebut-sebut sebagai kericuhan paling dahsyat di Prancis selama beberapa dekade belakangan, dengan puncaknya 10 ribu orang turun ke jalan, berhadapan dengan sekitar 8 ribu personel kepolisian yang menangkap 1.700 demonstran.

Aksi protes kenaikan pajak bahan bakar dan peningkatan biaya hidup ini sudah dimulai sejak 17 November dan dengan cepat menyebar berkat media sosial.

Setelah demonstrasi berakhir ricuh pada pekan lalu, pemerintah Prancis memutuskan untuk menunda kenaikan harga bahan bakar dan meminta gerakan rompi kuning tak menggelar aksi lagi.

Namun, rompi kuning tetap mengadakan unjuk rasa, menganggap penundaan kenaikan bahan bakar itu bukan solusi karena pemerintah bisa saja menaikkannya kembali ketika situasi sudah kondusif. (*)

loading...

Sebelumnya

Ini sikap China jika Kanada tak bebaskan bos Huawei

Selanjutnya

Saudi enggan serahkan tersangka pembunuh Khashoggi

Simak Juga

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe